atas1

Pria Kelahiran Belanda Gugat Anggota DPRD Bantul

Jumat, 05 Apr 2019 | 14:11:06 WIB, Dilihat 1972 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Pria Kelahiran Belanda Gugat Anggota DPRD Bantul Rumah milik Sudarto SH anggota DPRD Bantul di Dusun Garon RT 06 Desa Panggungharjo Sewon yang menjadi obyek sengketa dan dilakukan Pemeriksaan Setempat (PS) oleh PN Bantul, Jumat (5/4/2019). (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Ribuan Orang Tunggu Kehadiran Jokowi di Kulonprogo


KORANBERNAS.ID -- Rumah milik anggota DPRD Bantul,  Sudarto SH, yang beralamat di Dusun Garon RT 06 Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon digugat Bontje Andrian John, mantan bosnya ke Pengadilan Negeri (PN) Bantul.

Bontje merasa rumah itu miliknya. Sebab pada 2013  dirinya memberikan uang kepada Sudarto yang notabene karyawannya untuk membeli  rumah di Garon.

Namun ternyata, menurut Bontje, rumah itu justru diatasnamankan Sudarto. Melalui kuasa hukumnya Taufikur Rahmah SH, pria kelahiran Belanda ini menggugat anggota DPRD Bantul tersebut ganti rugi material sebesar Rp 2,185 miliar (taksiran harga saat ini-red) dan ganti rugi immaterial sebesar Rp 10 miliar.

Selain itu, anggota dewan ini juga dituntut membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 10 juta setiap hari keterlambatan.

Namun demikian, Sudarto tidak tinggal diam menghadapi gugatan tersebut dan menunjuk pengacara  Saikur Rahmah SH. Dari  pengacara  yang berkantor di Jalan Parangtritis Km 8 Bangi Desa Timbulharjo Kecamatan Sewon tersebut diperoleh keterangan Sudarto merasa  rumah itu adalah haknya.

Rumah itu juga sudah diatasnamakan dirinya. Sedangkan uang Rp 310 juta, menurut Saikur Rahman,  merupakan akumulasi gaji 39 bulan bekerja sebagai direktur di Restoran La Pregola milik Bontje ditambah tunjangan lain-lain yang tidak dibayarkan.

“Gaji Pak Sudarto tidak dibayar 39 bulan, waktu itu gajinya sebesar Rp 3,5 juta,” kata Saikur Rahman kepada wartawan usai dilakukan Pemeriksaan Setempat (PS) oleh Majelis Hakim PN Bantul di lokasi sengketa Dusun Garon, Jumat (5/4/2019).

Adapun hakim yang melakukan PS adalah Dewi Kurnia Sari SH  dengan anggota Evi Inisiati SH dan Koko Riyanto SH. Hadir juga penggungat Bontje dan pengacaranya.

“Uang Rp 310 juta itu sudah ada kesepakatan antara Pak Bontje dengan klien saya. Nilainya impas,” katanya.

Maka sangat heran ketika di tahun politik ini tiba-tiba muncul gugatan. Padahal selama ini tidak ada masalah antara dua pihak dan semua dianggap sudah impas dan selesai.

Sebelum bekerja di  La Pregola, Sudarto diketahui juga bekerja di Hotel Queen of The Sourth milik Bontje dari tahun 1993-2012 sampai akhirnya hotel tersebut berpindah kepemilikan. Jabatan Sudarto kala itu Manajer Marketing

“Saat  itu  klien saya  juga tidak diberikan pesangon, begitu pun karyawan lainnya. Dari Queen, Klien saya  kemudian bekerja di restoran La Pregola milik Bontje selama 39 bulan tanpa gaji tersebut,” katanya.

Maka sebenarnya  kedua pihak sudah saling kenal  lama dan seperti saudara. “Bahkan sudah ada kesepakatan dan ditandatangani mereka. Namun kenapa sekarang jsutru ada gugatan. Kita akan ikuti proses hukumnya,” tandas Saikur Rahmah SH.

Kasus ini diperkirakan sampai putusan dua pekan lagi. Sementara anak Sudarto, Kris Pramudianto, mengatakan kasus tersebut tidak mengganggu pekerjaan bapaknya sebagai wakil rakyat.

“Bapak tetap menjalankan tugas sebagai wakil rakyat dan saat ini sedang ada tugas ke Jakarta,” katanya. (sol)



Jumat, 05 Apr 2019, 14:11:06 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1226 View
Ribuan Orang Tunggu Kehadiran Jokowi di Kulonprogo
Jumat, 05 Apr 2019, 14:11:06 WIB Oleh : Sholihul Hadi 778 View
DIY Potensial untuk Industri Pengolahan Kelapa
Kamis, 04 Apr 2019, 14:11:06 WIB Oleh : Masal Gurusinga 741 View
Melihat Kiprah KSM Alam Lestari Tangani Sampah

Tuliskan Komentar