Kamis, 29 Jul 2021,


ppkm-mikro-dinilai-efektif-membendung-laju-kasus-positifKepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad. (istimewa)


Siaran Pers
PPKM Mikro Dinilai Efektif Membendung Laju Kasus Positif

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Pemerintah telah mengeluarkan beragam kebijakan untuk menekan laju penyebaran virus Corona. Mulai dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), New Normal atau tatanan normal baru, PTKM (Pemberlakuan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.


Cara yang terakhir ini dinilai efektif membendung laju positif Covid-19 yang terjadi di masyarakat. Fokus pada penanganan berbasis RT, RW, desa dan kelurahan, terbukti beberapa wilayah di Provinsi DIY yang semula zona merah berubah hijau.

  • Menjadi Guru Milenial
  • Wakaf Sumur Bikin Warga Dusun Lega

  • Sebagai gambaran, pada 18 Mei 2021 di provinsi ini hanya terdapat lima RT zona merah, tiga berada di Kabupupaten Sleman, satu di Kota Yogyakarta dan satu lagi di Bantul.  Artinya, 95,3 persen seluruh RT di DIY zona hijau.

    Keberhasilan ini tidak lepas peran serta petugas mulai dari unsur TNI, Polri, maupun perangkat desa/kelurahan serta unsur terkait lainnya termasuk personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).


    Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP DIY, Noviar Rahmad, kepada wartawan di sela-sela pembekalan Satlinmas, Jumat (21/8/2021), menyampaikan PPKM Mikro usulan dari Gubernur DIY yang kemudian dijadikan model nasional berdampak positif pada turunnya kasus dan naiknya angka kesembuhan.

    Saat ini PPKM Mikro yang merujuk pada regulasi Instruksi Gubernur DIY No 7 Tahun 2021, sudah diperpanjang delapan kali terhitung hingga akhir Mei 2021.

    Dia menegaskan kunci penurunan kasus positif Covid-19 tidak lain adalah ketaatan terhadap protokol kesehatan 5 M di antaranya mencuci tangan pakai sabun, memakai masker serta menghindari kerumunan.

    Personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang salah satu tugasnya membantu TNI dan Polri menangani bencana, ikut berperan menegur masyarakat yang tidak taat protokol kesehatan.

    Noviar yakin dengan jumlah personel Satlinmas di DIY total 25.524 orang apabila semuanya kompak memaksimalkan perannya pada tingkat RT  maka kasus Corona bisa turun signifikan.

    Tugas mereka cukup memberikan laporan secara berkala dan rutin ke jenjang lebih atas, dari kelurahan ke level di atasnya hingga kabupaten dan gubernur.

    Laporan ini penting sebagai rujukan kelurahan atau desa apakah termasuk zona kuning atau hijau, sehingga bisa diketahui tindakan apa yang harus dilakukan. Efektivitas Linmas mendukung PKKM Mikro di DIY cukup siginifikan mengingat satu kelurahan  atau desa rata-rata terdapat 100 sampai 200 orang personel Linmas.

    Noviar menjelaskan selama ini Satpol PP DIY bekerja keras menertibkan masyarakat agar taat prokes. Kendalanya adalah jumlah personel Satpol PP terbatas. Untuk itu, Satlinmas jangan ragu-ragu mengingatkan warga yang tidak taat protokol kesehatan.

    “Kita harus tegas untuk memutus ini, supaya (pandemi) cepat selesai. Tertib jadi kata kunci kalau kita mau cepat selesai. Kita masih perlu kerja keras lagi mengingatkan warga agar tidak ada yang masuk rumah sakit karena Covid-19,” ujarnya.

    Kabid Satlinmas Satpol PP DIY, Ilham Junaidi, menambahkan langkah ini merupakan bagian dari pengawasan masyarakat agar tidak lengah dan kendor melaksanakan protokol kesehatan.

    Kepala Seksi Seksi Promosi dan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Agus Priyanto, menjelaskan perkembangan kasus Covid-19 tingkat dunia cenderung naik terutama di negara-negara Eropa, Afrika Selatan. Negara-negara seperti Denmark dan Austria juga mengalami kenaikan kasus. Begitu pula di Inggris. Bahkan India melonjak tinggi.

    Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto. (istimewa)

    Dampaknya besar

    Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DIY, Trisno Agung Wibowo,  mengakui pandemi yang sudah berlangsung setahun lebih dampaknya besar. Selama 37 tahun bekerja pada bidang pencegahan penyakit, baru kali ini dirinya menangani penyakit seperti itu.

    Pada sisi lain DIY juga mewaspadai penyakit tidak menular (PTM). Angkanya juga tinggi, mulai dari asma, kanker, ginjal kronis, DM, hipertensi, penyakit jantung.

    Kapan Corona berakhir? Trisno menyampaikan berdasarkan teori epidemologi, penyakit dinyatakan rampung jika tidak ada kasus atau nol kasus dalam kurun waktu 28 hari.

    Persoalannya, jika dalam kurun waktu dua minggu kasusnya hilang tetapi datang dan pergi atau berlangsung sporadis maka inilah yang disebut endemis.

    Karena sulit diprediksi maka butuh usaha preventif, kurarif, rehabilitatif. Dia berharap Corona tidak menjadi endemis seperti halnya penyakit demam berdarah atau DB. Catatan Dinas Kesehatan DIY, di Provinsi DIY penyakit demam berdarah juga mengakibatkan korban yang tidak sedikit.

    Secara terpisah, anggota Komisi A DPRD DIY, Bambang Setyo Martono, sepakat PPKM Mikro membantu menurunkan angka penularan Covid.

    Peran Satlinmas strategis karena mereka memberikan laporan dan monitoring setiap hari ke Satpol PP kemudian diterukan ke Dinas Kesehatan dan gubernur. Bahkan Satlinmas bisa disebut salah satu garda terdepan pengendalian Covid-19. “Kita berharap penurunan penularan Covid-19 bisa terkendali,” ungkapnya.

    Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, sepakat seiring dengan program vaksinasi, protokol kesehatan merupakan cara memutus mata rantai penularannya sekaligus menjadi salah satu cara agar selamat dari penyakit tersebut.

    Pemerintah sudah mengeluarkan dana yang besar.  Dia menyebutkan biaya perawatan pasien Covid-19 berkisar Rp 19 juta sampai dengan Rp 350 juta. “Kita tidak boleh toleransi terhadap pelanggaran prokes. Pandemi ini sudah berlangsung satu tahun tiga bulan,” ucapnya.

    Menanggapi Trisno Agung Wibowo, Eko menyatakan benar banyak orang menyebut Covid merusak tatanan kehidupan sosial masyarakat.

    Contoh, pasien tidak boleh dijenguk. Saat meninggal pun tidak boleh ada takziyah di rumah duka melainkan jenazah dari rumah sakit langsung diangkut ambulans menuju pemakaman. (*)


    TAGS: ppkm mikro diy 

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini