Kamis, 22 Apr 2021,


polsek-banyuurip-pantau-ppkm-mikroTim Asistensi dan Supervisi  Polres Purworejo bersama jajaran Polsek Banyuurip dan Satgas Covid-19 Desa Bajangrejo. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW
Polsek Banyuurip Pantau PPKM Mikro

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO – Polsek Banyuurip mendapat kunjungan tim Asistensi dan Supervisi  Polres Purworejo, Selasa (23/2/2021). Kunjungan kali ini untuk memantau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di Desa Bajangrejo Kecamatan Banyuurip.


Kapolsek Banyuurip Iptu Benny Murtopo kepada koranbernas.id mengatakan jajarannya berusaha melaksanakan anjuran pemerintah yang tertuang dalam Kemendagri Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan PPKM Mikro.


“PPKM berskala mikro untuk mencegah berkembangnya Covid-19. Di Kecamatan Banyuurip sendiri, pelaksanaan PPKM mikro yang kedua mulai hari ini sampai 8 Maret 2021,” kata Benny.

Menurut dia, terdapat 27 Posko Siaga Covid-19 di 24 desa dan tiga kelurahan yang melaksanakan PPKM mikro.


Benny menyiapkan dua desa percontohan. Salah satunya Bajangrejo. Yang mendapat kunjungan dari tim Asistensi dan Supervisi  Polres Purworejo hanya Desa Bajangrejo.


Di desa tersebut dibentuk posko PPKM mikro untuk menanggulangi, mencegah dan menangani warga yang terpapar Covid-19 khususnya warga yang sedang isolasi mandiri.


“Mudah-mudahan dengan PPKM mikro warga masyarakat semakin tidak ada yang terpapar Covid-19, sehingga betul-betul kegiatan sosial budaya normal kembali,” tambahnya.

Dia mengakui, warga Banyuurip yang terpapar Covid-19 sangat rendah. Hal ini membuktikan masyarakat mematuhi aturan-aturan pemerintah terkait protokol kesehatan.

Petugas PPKM mikro dibentuk dengan empat seksi yaitu penanganan, pencegahan, tindakan dan data. Tergabung di dalamnya unsur Puskesmas, Koramil, Polsek, tokoh masyarakat dan pemuda.

Selama PPKM mikro kegiatan masyarakat yang sifatnya kerumunan dibatasi sampai pukul  20:00, misalnya warung makan.

Batasan lainnya, masyarakat yang mengumpulkan massa jumlahnya tergantung persentase kapasitas ruangan.

Kepala Desa Bajangerjo, Sunardi, mengatakan dengan PPKM mikro penanganan di lapangan menjadi efektif. Desa Bajangrejo terdiri dari 250 KK dan 700 jiwa. Selama pandemi sudah menerapkan pola Jogo Tonggo.

“Kalau ada warga yang terpapar positif langsung ditangani. Satgas Covid-19 desa menempatkan Jogo Tonggo pada tingkat RT dan RW,” ujarnya.

Pihaknya juga menyediakan ruang isolasi mandiri (isman) di balai desa. “Terakhir ada seorang warga positif, kami beri pilihan mau isman di balai desa atau rumah. Pasien tersebut memilih isman di rumah saja,” kata Sunardi.

Selama pandemi, ada lima warga positif. Dia bersyukur semuanya sembuh. Tinggal satu orang yang saat ini menjalani isman.

“Kami berharap warga Desa Bajangrejo selalu mematuhi anjuran pemerintah yang terbukti efektif sekali untuk kesehatan warga. Ke depan saya sebagai ketua satgas desa akan selalu mengimbau warga agar tidak terlena,” kata Sunardi. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini