atas1

Polisi Dalami Kasus Desa Bantul

Jumat, 10 Mei 2019 | 00:32:45 WIB, Dilihat 1195 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Polisi Dalami Kasus Desa  Bantul Lurah Desa Bantul Supriyadi. (istimewa)

Baca Juga : Catat, Rerata UNBK SMK DIY Terbaik Nasional


KORANBERNAS.ID--Satreskrim Polres Bantul mulai mendalami dan mengumpulkan keterangan saksi maupun alat bukti  dalam dugaan penggelapan Dana Desa (DD) di Desa Bantul, Kecamatan Bantul. Hal itu diawali  dengan mulai melakukan pemeriksaan kepada para saksi Kamis (9/5/2019). Saksi yang diperiksa adalah Lurah Desa, Supriyadi  dan juga bendahara desa Suharno.
    
Kasus  yang diperiksa adalah  mengenai pembayaran berbagai proyek  yang dianggarkan di APBdes Tahun 2017 dan tahun 2018. Pembangunan tersebut menyisakan persoalan, pasalnya untuk material yang diambil dari pihak ketiga yakni TB Vijaya, Dusun Code Desa Trirenggo Bantul hingga kini  belum terbayar Rp 82.5 juta. Kendati pihak bendahara desa, Suharno telah mengeluarkan uang dari kas desa dan dibawa oleh penanggung jawab kegiatan (PK) berinisial Kwd.
          
“Kalau di tahun tersebut (2017 dan 2018,red) saya masih  Dukuh Geblag jadi saya memang tidak tahu dan saya dilantik lurah desa baru sekitar 5 bulan ini. Saya hanya tahu bahwa masih ada hutang ke Pak Peno (TB Vijaya,red) itu saja ”kata Supri kepada koranbernas.id usai pemerksaan. Dirinya diperiksa mulai jam 09.00 hingga pukul 11.15 dan menjawab beberapa pertanyaan dari penyidik.

Dari data yang diterima koranbernas.id diketahui  juga jika   di 2 tahun angaran telah dilaksanakan  proyek di RT 08, Berangkali Dusun Serayu Rp 29,6 juta, TK ABA Serayu (Ibu Tuti) Rp 8,8 juta, Melikan Lor RT 07 Gandekan (Bapak Danang) Rp 4,75 juta, Grujugan RT 06 Rp 21,43 juta,Grujugan RT 06 sebesar Rp 23,86 juta, Grujugan RT 08  sebesar Rp 20,75 juta serta Karanggayam Rp 11,2 juta.
    
Kemudian dilakukan pula proyek di Kaligawe Nggeblag Rp 34,96 juta, Kersen Rp 20,76 juta, Badegan Rp 9,5 juta, Geblag Rp 21,69 juta, Tegaldowo Rp 18,25 juta, Balai Desa Bantul Rp 6,78 juta, Mushola Al Manar Rp 55,613 juta, Masjid Al Iklas Rp 1,9 juta, Bantul Warung Rp 6,959 juta serta Kurahan Rp 9,714 juta.
        
Total dari 17 proyek tersebut anggaranya Rp 306,959 juta dan setelah dipotong PPh 1 persen maka total anggaran proyek yang harus dibayarkan ke TB Vijaya Material Rp 304,6 juta. Total kegiatan itu sudah dibayar lunas oleh bendahara desa, Suharno dan diserahkan kepada Penanggung jawab Kegiatan (PK) yakni Kwd.
 
Namun ternyata uang tersebut tidak dibayarkan oleh Kwd semuanya  namun  dicicil. Cicilan pertama pada 5 Juni 2018 sebesar Rp 13 juta, tanggal 8 Juni sebesar Rp 100 juta dan tanggal 9 Juni sebesar Rp 50 juta atau mencapai total Rp 163 juta.

Lalu sisanya yang Rp 146,6 juta dicicil  lagi dan  dan hingga kini masih menyisakan Rp 82,5 juta. Pihak toko material sendiri telah membuat perjanjian dengan Kwd untuk melunasi. Namun hingga kini belum dilunasi.
          
Sumpena pemilik TB Vijaya yang ditemui koranbernas.id di tokonya membenarkan jika ada tunggakan material dari proyek Desa Bantul Rp 82,5 juta. Untuk itu pihaknya sudah menyurati desa Bantul sebanyak 5 kali namun  belum realisasi hingga kini. Kendati pihak Kwd berjanji akan menyelesaikan pembayaran di akhir tahun 2018, namun hingga kini belum ada pembayaran.

“Saya sudah nagih berkali-kali,”katanya.

Sementara Aiansi Mayarakat Peduli Desa Bantul yang menggulirkan kasus ini sejak awal   mengatakan mereka siap mengawal hingga sampai proses hukum selesai. Hal itu dilakukan agar Desa Bantul menjadi desa yang bersih dan transparan dalam pemerintahan maupun penggunaan anggaran bagi kepentingan masyarakat.

“Kami berkomitmen akan  kawal kasus ini,” kata Tubagus Tutung H dari divisi hukum aliansi. (yve)



Jumat, 10 Mei 2019, 00:32:45 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 897 View
Catat, Rerata UNBK SMK DIY Terbaik Nasional
Kamis, 09 Mei 2019, 00:32:45 WIB Oleh : Arie Giyarto 608 View
Masjid Ini Kecil Tapi Selalu Makmur
Kamis, 09 Mei 2019, 00:32:45 WIB Oleh : Nanang WH 442 View
Mayat Bayi Tersangkut Bambu di Tepi Sungai

Tuliskan Komentar