atas1

PMI Sleman Sediakan Darah Gratis Sejumlah 10 Ribu Kantong

Senin, 27 Mei 2019 | 22:38:04 WIB, Dilihat 274 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


PMI Sleman Sediakan Darah Gratis Sejumlah 10 Ribu Kantong Warga mendonorkan darahnya ke PMI Sleman, Senin (27/5/2019). (nila jalasutra/koranbernas.id)

Baca Juga : Seluruh Pintu Masuk DIY Dipantau


KORANBERNAS.ID -- Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman menyediakan gratis darah sekitar 10.000 kantong melalui program Pelayanan Darah di Sleman Gratis (Ladamanis).

“Kebijakan tersebut berdasarkan Peraturan Bupati Sleman No 38.26/2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Jaminan Biaya Pengganti Pengolahan Darah,” ujar Dr dr Sunartono MKes, Ketua PMI Sleman, kepada awak media di kantornya, Senin (27/5/2019).

Menurut dia, selama ini pasien yang tidak dicover oleh BPJS harus mengeluarkan biaya untuk mendapatkan kantong darah.

Dengan adanya kebijakan tersebut masyarakat yang membutuhkan pelayanan darah, terlebih pasien yang membutuhkan transfusi darah secara rutin, dapat dilayani tanpa biaya.

Berdasarkan Perbup tersebut, pemberian darah diberikan kepada warga Sleman dengan dibuktikan dengan melampirkan KTP.

Warga yang membutuhkan dibatasi lima kantong darah per tahun untuk satu orang.

Namun ada pengecualian untuk penderita penyakit kronis dan membutuhkan transfusi secara terus menerus.

"Jadi beban biaya yang dikeluarkan itu bukan berarti darahnya dibeli, namun beban biaya itu untuk mengganti biaya pengolahan darah, mulai dari kantong, penyimpanan, hingga pemberian ke pasiennya," jelasnya.

Sunartono menekankan program Ladamanis baru diterapkan di Sleman saja.

Dari data yang ada di PMI Sleman hingga Maret 2019, dari 10.000 kantong darah yang disediakan, sudah terserap 499 kantong darah untuk 376 warga yang membutuhkan.

"Masyarakat Sleman yang membutuhkan darah bisa mengajukan permintaan darah dengan mekanisme pengambilan kantong darah yang dibutuhkan dilakukan oleh rumah sakit," tambah Sunartono.

Soal stok darah menjelang lebaran Sunartono mengatakan, saat ini dalam kondisi aman. Pihaknya rutin melakukan jemput bola ke mesjid-mesjid pada malam hari setelah salat tarawih. Selain itu juga ada layanan donor darah di gereja-gereja.

"Kita dekati organisasi, ketika melakukan kegiatan sosial, pasti ada donor darahnya dan itu menggembirakan. Kami akan layani gratis. Hingga 3 Juni sudah banyak organisasi atau instansi meminta didatangi untuk pelayanan donor darah," kata Sunartono. (sol)



Senin, 27 Mei 2019, 22:38:04 WIB Oleh : Nila Jalasutra 217 View
Seluruh Pintu Masuk DIY Dipantau
Senin, 27 Mei 2019, 22:38:04 WIB Oleh : Masal Gurusinga 381 View
Anggota DPRD Klaten akan Miliki Ruang Kerja Sendiri
Senin, 27 Mei 2019, 22:38:04 WIB Oleh : Sari Wijaya 451 View
Warga Gagal Belanja Gara-gara BPNT Belum Cair

Tuliskan Komentar