atas1

PKK Wajib Tangani Permasalahan Stunting

Rabu, 27 Mar 2019 | 22:48:57 WIB, Dilihat 1827 Kali
Penulis : Nila Jalasutra
Redaktur

SHARE


PKK Wajib Tangani Permasalahan Stunting Penandatanganan deklarasi Gambang Stunting pada Peringatan HKG PKK ke-47 tahun 2019 di Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (27/3/2019). (istimewa)

Baca Juga : GKR Hemas Menyapa Pekerja Pabrik


KORANBERNAS.ID – Tim penggerak PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten Sleman memfokuskan program penuntasan stunting atau tumbuh kerdil.

Program itu dicanangkan saat Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 tahun 2019 tingkat Kabupaten Sleman yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (27/3/2019).

Seluruh Jajaran Pembina dan TP PKK Kabupaten Sleman mendeklarasikan Gerakan Ajak Menimbang Atasi Stunting (Gambang Stunting). Pendeklarasian ditandai penandatanganan oleh seluruh Jajaran Pembina dan TP PKK Kabupaten Sleman.

Gerakan Gambang Stunting meliputi pendataan balita, penimbangan balita di posyandu, kader melakukan jemput bola mengajak menimbang setiap bulan, analisa status gizi dan penanganan balita dengan masalah gizi sebelum kronis.

Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo,  mengatakan PKK wajib menangani permasalahan stunting di Kabupaten Sleman.

Para orang tua harus senantiasa memperhatikan asupan gizi bagi anak-anaknya. Ini karena kasus stunting sangat dipengaruhi oleh makanan dan minuman yang diberikan oleh orang tuanya sejak bayi.

“Asupan gizi sangat penting bagi tumbuh kembang seseorang,” kata Kustini.

Wakil Ketua TP PKK DIY, Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam X yang hadir pada kesempatan tersebut mengharapkan kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial namun mampu menimbulkan semangat baru.

Terlebih kesehatan yang termasuk di dalamnya pencegahan stunting merupakan salah satu program prioritas PKK. “Tidak hanya penanggulangan sampah, stunting adalah program prioritas PKK,” katanya.

Dia mengajak seluruh jajaran PKK membina dan membimbing kader PKK agar berjalan sesuai fungsi kerjanya serta tetap selaras dengan program pemerintah.

“Sebagai mitra kerja pemerintah PKK harus menjadi pelopor yang inspiratif untuk selalu konsisten di garis kebijakan pemerintah. Gerakan PKK berkembang sesuai dinamika perkembangan di Indonesia,” tambahnya.

Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes mengatakan keberhasilan program penuntasan stunting tergantung pada PKK.

“PKK yang sebagian besar beranggotakan perempuan berperan penting menjaga asupan gizi anak serta melahirkan generasi-generasi emas,” ujarnya.

PKK sebagai salah satu unsur penggerak pembangunan, dapat memadukan langkahnya menjalankan program- program pemberdayaan masyarakat melalui 10 program pokok PKK.

“Saya yakin kader PKK Kabupaten Sleman telah melakukan upaya-upaya pengembangan kehidupan keluarga yang lebih menyejahterakan dan memberdayakan keluarga,” katanya.

Ke depan PKK harus mampu tumbuh sebagai gerakan dan menjadi ujung tombak pelaksanaan program prioritas pemerintah yaitu kesehatan, pendidikan dan program-program kesejahteraan masyarakat.

Kabid Kesmas Dinkes Sleman dr Wisnu Murti Yani selaku pemateri pada seminar tersebut menyampaikan, stunting tidak hanya masalah kesehatan di tingkat daerah tetapi sudah menjadi masalah kesehatan nasional.

Untuk mengukur stunting tidak dengan membandingkan tinggi badan temannya, tapi mengukur tinggi dan berat tubuh dengan melihat indeks di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

“Seribu hari kehidupan dan usia balita adalah masa emas, dimulai dari pertemuan sel telur hingga anak berumur dua tahun," katanya.

Kekurangan gizi kronis terus menerus merupakan salah satu faktor pertumbuhan terganggu. Perkuat konsumsi makanan bergizi pada 1.000 hari kehidupan dengan protein, ASI dan makanan pendamping yang sesuai tekstur.

Dia berharap penyebab stunting dapat diidentifikasi sejak dini. Kader tidak hanya mengukur, tetapi mencatat di buku KIA. “Mencegah stunting lebih mudah dibanding dengan terkena stunting,” katanya.

Adapun indikator anak tergolong stunting salah satu tandanya lahir pendek dan pertumbuhannya pendek. Penyebabnya kekurangan gizi, salah asuh serta asupan kurang karena faktor ekonomi.

Penurunan stunting di Sleman termasuk terbaik di DIY. Faktor penyebab tingginya angka stunting karena kurangnya edukasi terhadap pola asuh anak.

Misalnya, anak dititipkan kepada pembantu, tidak diberikan makanan secara benar sesuai umur. (sol)



Rabu, 27 Mar 2019, 22:48:57 WIB Oleh : Sari Wijaya 760 View
GKR Hemas Menyapa Pekerja Pabrik
Rabu, 27 Mar 2019, 22:48:57 WIB Oleh : Masal Gurusinga 2311 View
Empat Mesin Pompa Tak Mampu Sedot Air Sumur di Lokasi Ini
Rabu, 27 Mar 2019, 22:48:57 WIB Oleh : Masal Gurusinga 894 View
PGRI Klaten Imbau Anggotanya Jangan Golput

Tuliskan Komentar