Senin, 27 Sep 2021,


pesan-sekda-sleman-agar-warganya-tak-terpapar-covid19Jumpa pers terkait Instruksi Bupati Sleman perihal perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Senin (26/7/2021). (istimewa)


Nila Hastuti
Pesan Sekda Sleman agar Warganya Tak Terpapar Covid-19

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya, memberikan pesan kepada masyarakat Kabupaten Sleman untuk tetap menjaga imun serta menjaga kebugaran tubuh supaya tidak mudah kelelahan, karena imun sebagai modal dasar pertahanan untuk mencegah virus Corona. Bagi para warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman) agar tertib tinggal di rumah agar tidak menyebar kepada orang lain di sekitarnya.


"Masyarakat diharapkan selalu mematuhi aturan dari pemerintah karena ini merupakan tanggung jawab bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Harda kepada wartawan terkait Instruksi Bupati Sleman perihal perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Senin (26/7/2021).

  • Ada yang Aneh dari Pelantikan Sekda Kebumen
  • MTQ Bukan Sekadar Ajang Lomba

  • Kepala Bagian Organisasi Kabupaten Sleman, Anton Sujarwo, menyampaikan beberapa poin perubahan Instruksi Bupati Sleman Nomor 20 tahun 2021 tentang masa perpajangan PPKM level 4. Di antaranya adalah warung makan atau warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 20.00 WIB, dengan maksimal pengunjung makan di tempat 3 orang dan waktu makan maksimal 20 menit.

    Restoran atau rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung atau ruang tertutup, maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan atau mall hanya menerima delivery atau take away dan tidak menerima makan di tempat (dine in).

  • Stok Telur Aman hingga Akhir Desember
  • Tiga Nama Berebut Kursi Sekda

  • Kegiatan pada pusat perbelanjaan, mall atau pusat perdagangan ditutup sementara, kecuali akses untuk pegawai toko yang melayani penjualan online maksimal tiga orang setiap toko, restoran, supermarket, dan pasar swalayan, apotek dan toko obat.

    Transportasi umum, kendaraan umum, angkutan massal, taksi konvensional dan online dan kendaraan sewa diberlakukan dengan kapasitas maksimal 50%.

    Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan, Joko Hastaryo, menyampaikan berita menggembirakan dengan peningkatan kasus sembuh yang mencapai 73 % dari sebelum masa PPKM 65 %. Untuk Sabtu (24/7/2021) 983 kasus sembuh dan Minggu (25/7/2021) 843 kasus sembuh. Untuk kasus kematian Kamis 44, Jumat 22, Sabtu 19, Minggu 27.

    Joko menjelaskan, pada minggu ke 27 merupakan puncak angka kasus peningkatan kasus Covid-19 yang mencapai 3.074 kasus, minggu ke 28 turun menjadi 2.921 kasus, minggu ke 29 turun lagi 2.345 kasus dan minggu ke 30 hari ke 4 saat ini 1.900 kasus. Diharapkan apabila penerapan protokol kesehatan dipatuhi dengan konsisten, kasus cenderung akan turun.

    Kepala Seksi Pemberdayaan Sosial, Feri Istanto, menyatakan terdapat dua jenis bansos perluasan tambahan penerima Bantuan Progam Sembako dan Progam Penyaluran Bantuan Sosial Tunai. Beberapa bantuan sosial Progam Keluarga Harapan yang seharusnya diluncurkan pada bulan Agustus sudah mulai di luncurkan pada bulan Juli, sebanyak 37.807 keluarga penerima manfaat (KPM).

    Bantuan pangan non tunai diluncurkan sejak awal Juli sampai September dengan total penerima 81.250. Selanjutnya bantuan sosial tunai akan di salurkan melalui PT Pos sebesar Rp 300.000 dengan jumlah penerima 38.393 untuk data saat ini. Bantuan tersebut akan mulai disalurkan pada Kamis (29/7/2021).

    Pada kesempatan yang sama, May Rusmi Suryaningsih, Kepala Dinas Perindag Sleman, menyampaikan adanya kelonggaran grosir buah dan sayur bisa buka mulai pukul 02.00 WIB untuk menjamin kecukupan stok.

    Untuk pasar tradisional yang menjual kebutuhan non sehari-hari, buka sampai pukul 15.00 WIB kapasitas maksimal 50% pengunjung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (*)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini