atas

Perusahaan Besar Tertarik Kelola Sampah Piyungan

Selasa, 16 Apr 2019 | 02:22:08 WIB, Dilihat 324 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Perusahaan Besar Tertarik Kelola Sampah Piyungan Aktivitas pembuangan sampah TPST Piyungan Bantul, Senin (15/4/2019). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Hakim PN Yogyakarta Tertunduk Usai Memvonis Sembilan Terdakwa


KORANBERNAS.ID --  Sejumlah perusahaan besar, salah satu di antaranya pabrik semen Holcim, tertarik mengelola sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul.

Hanya saja, keinginan belum bisa direalisasikan karena masih harus menunggu proses dokumen Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang saat ini sedang dibahas oleh pemerintah pusat.

“Dokumen KPBU sedang diolah di Bappenas, nanti setelah selesai dilelangkan, model teknologinya seperti apa,” ungkap Imam Sugiyono, Kasi Pengelolaan dan Pemrosesan Sampah Balai TPST Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), DIY, Senin (15/4/2019).

Saat menerima kunjungan Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Agung Laksana, lebih jauh Imam mengakui ada banyak perusahaan ingin kerja sama.

“Kita didatangi dari Holcim, akan buat briket dari sampah, kan punya pabrik semen. Pelamar yang lain juga banyak, ingin mengolah sampah dijadikan konblok, batako. Kemarin dari Surabaya ada yang ke sini,” ungkapnya.

Menurut dia, dalam sehari TPST Piyungan menerima kiriman sampah yang diangkut truk sampai 600 ton. “Sehari sampah yang masuk bisa mencapai 600 ton,” kata dia.

Apabila KPBU bisa terlaksana paling tidak bermanfaat untuk memperpanjang umur TPST. “Harusnya pada 2015 sudah pindah. Dulu kayak gunung. Nggak tahu pindahnya ke mana,” ujarnya.

Imam mengatakan dirinya kurang mengetahui calon lokasi TPST yang baru. “Pernah ada wacana di Selopamioro. Saya belum tahu persis itu. Cuma wacana. Kita belum tahu calon lokasi TPST baru,” tambahnya.

Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Agung Laksana menyampaikan kemungkinan kepindahan TPST Piyungan hanya di dekat lokasi sekarang, menginghat sudah terdapat tambahan lokasi seluas 1,9 hektar.

“Bisa juga di sekitar sini,” ungkapnya. Namun demikian tambahan tanah seluas itu rencananya untuk KPBU.

Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Agung Laksana (kanan) bersama Imam Sugiyono menyampaikan keterangan pers. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Yang pasti dia sepakat melalui KPBU diharapkan sampah dari Kota Yogyakarta, Sleman dan Bantul yang dibuang di TPST Piyungan nantinya bisa diolah menjadi energi listrik atau briket. “Harapannya seperti itu,” tandasnya.

Kunjungan Ketua DPRD DIY ke TPST Piyungan kali ini merupakan tindak lanjut dari sidak pada 31 Maret 2019 saat TPTS tersebut ditutup oleh warga.

Waktu itu, disepakati lima tuntutan warga yaitu perbaikan jalan, penerangan (listrik), bangket, drainase dan kompensasi akan ditindaklanjuti.

Dari lima, baru satu yang bisa terpenuhi yaitu dermaga untuk menurunkan sampah.

“Dermaga saya lihat sendiri sudah ditindaklanjuti oleh Balai TPST, sudah ada pembuatan dermaga baru di bawah jembatan timbang, sehingga memecah konsentrasi pembuangan sampah. Truk pelat hitam lewat situ, pelat merah lewat atas,” ungkap Yoeke.

Yoeke meminta balai tersebut memberikan masukan, data dan uuslan, supaya pada tahun 2020 bisa ditindaklanjuti anggarannya.

“Drainase, talud dan listrik harus segera ditindaklanjuti. Sedangkan kompensasi masih perlu ada pengkajian aturan, apakah APBD bisa langsung memberikan dana kepada orang per orang,” kata dia. (sol)


Video Terkait:



Selasa, 16 Apr 2019, 02:22:08 WIB Oleh : Sholihul Hadi 25682 View
Hakim PN Yogyakarta Tertunduk Usai Memvonis Sembilan Terdakwa
Senin, 15 Apr 2019, 02:22:08 WIB Oleh : Endri Yarsana 272 View
CPNS Diminta Bersabar Setahun lagi
Senin, 15 Apr 2019, 02:22:08 WIB Oleh : W Asmani 301 View
Warga Binaan Lapas Siap Sukseskan Pemilu

Tuliskan Komentar