atas

Perokok Pemula Makin Banyak, Ini Sebabnya

Senin, 04 Feb 2019 | 22:59:39 WIB, Dilihat 337 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Perokok Pemula Makin Banyak, Ini Sebabnya Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, dr Mafilindati Nuraini Mkes. (istimewa)

Baca Juga : Drama Seri Logat Banyumasan Siap Putar Perdana


KORANBERNAS.ID -- Dalam rangka mendorong generasi muda berperan aktif terkait implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) serta memberikan pemahaman tentang bahaya rokok, Dinas P3AP2KB menyelenggarakan Forum Grup Discussion (FGD) tentang KTR.

Kegiatan yang dilaksanakan Minggu (3/2/2019) di Aula Dinas P3AP2KB ini, diikuti oleh 60 peserta dari Forum Anak Sleman, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dan Saka Kencana.

Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/2/2019), mengatakan penyelenggaraan kegiatan ini dilandasi persoalan perokok pemula antara usia 15-19 tahun mulai memprihatinkan.

Muncul keprihatinan jumlah perokok pemula makin banyak. “Ini sangat membuat kita prihatin. Maka dari itu kami berupaya menggandeng anak-anak remaja untuk menjadi pelopor tidak merokok,” ujarnya.

Menurut Linda, pemicu utama anak-anak untuk merokok adalah lingkungan sekitar. Selain itu, iklan rokok juga berkontribusi menarik minat anak-anak mencoba rokok.

“Orang-orang di sekitar mereka (para perokok) belum sepenuhnya sadar, merokok memberikan contoh langsung pada anak-anak,” jelas Linda.

Pemkab Sleman sejak 2011 berkomitmen melaksanakan perlindungan dan pemenuhan hak anak dengan mengembangkan Program Kabupaten Layak Anak (KLA).

Salah satu klaster mewujudkan KLA yaitu kesehatan dasar dan kesejahteraan. Pemkab Sleman telah menetapkan Peraturan Bupati nomor 42 tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Dalam upaya mengawal kebijakan KLA, lanjut dia, sangat penting melakukan upaya preventif dan promotif agar anak-anak di Kabupaten Sleman tidak menjadi perokok.

Salah satunya melalui FGD Optimalisasi Kawasan Tanpa Rokok yang melibatkan anak-anak dan mengajak mereka melakukan deklarasi anak Sleman mendukung kawasan tanpa rokok.

“Setiap orang berhak menghirup udara bersih dan segar. Tidak ada batas aman terhadap asap rokok, sehingga sangat penting menerapkan 100 persen kawasan tanpa rokok untuk dapat menyelamatkan kehidupan,” kata Linda. (sol)



Senin, 04 Feb 2019, 22:59:39 WIB Oleh : Prasetiyo 575 View
Drama Seri Logat Banyumasan Siap Putar Perdana
Senin, 04 Feb 2019, 22:59:39 WIB Oleh : Nila Jalasutra 282 View
Pengidap TBC Sulit Terdeteksi
Senin, 04 Feb 2019, 22:59:39 WIB Oleh : Nila Jalasutra 208 View
Anak-anak Mulai Bosan dengan Gawai

Tuliskan Komentar