Kamis, 23 Sep 2021,


perlu-dicontoh-isoman-terpusat-tingkat-dusun-efektif-menekan-laju-angka-positifKepala Desa Bajangrejo Sunardi menunjukkan ruang isolasi mandiri terpusat yang disediakan pihak desa. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW
Perlu Dicontoh, Isoman Terpusat Tingkat Dusun Efektif Menekan Laju Angka Positif

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Penerapan isolasi mandiri (isoman) terpusat tingkat dusun di Desa Bajangrejo  Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo Jawa Tengah (Jateng) bisa dijadikan contoh bagi daerah lain. Tempat tersebut ternyata efektif menekan lajunya angka positif Covid-19.


Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito atas instruksi Kapolri menyelenggarakan lomba, salah satunya lomba Pos PPKM Mikro tingkat desa. Polsek Banyuurip mengirimkan Pos PPKM Mikro dengan program andalan isoman terpusat.

  • Tiga Gunungan Ini Tarik Wisatawan

  • Terobosan yang diinisiasi Pemerintah Desa (Pemdes) tersebut memperoleh perhatian Kapolres Purworejo. Pada Hari Bhayangkara ke-75, Kapolres Purworejo menobatkan Desa Bajangrejo Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo sebagai juara pertama Lomba Posko PPKM Berbasis Mikro.

    Kapolres Purworejo kepada awak media mengatakan pihaknya mengapresiasi Pemdes Bajangrejo yang telah memiliki terobosan tempat isoman terpusat setiap pedukuhan atau dusun.


    “Ide isoman terpusat tingkat dusun ini sangat menarik, perlu dicontoh daerah lain. Mereka menggunakan rumah-rumah warga yang tidak dihuni,” jelas Rizal di sela-sela peringatan Hari Bhayangkara beberapa waktu lalu.

    Koranbernas.id melihat secara dekat tempat isoman terpusat tingkat Dusun di Desa Bajangrejo, disambut langsung Forkompimca Banyuurip terdiri dari Kapolsek Banyuurip dan Koramil Banyuurip.

    Posko tersebut berada satu lokasi dengan Kantor Desa Bajangrejo. Tersedia dua tempat tidur lengkap dengan meja kursi tamu, piranti makan dan minum serta galon air mineral. Di halaman tampak bale-bale bambu tempat berjemur.

    Kepala Desa Bajangrejo Sunardi kepada koranbernas.id mengatakan penerapan isolasi terpusat dari tingkat dusun untuk menekan penularan Covid-19.

    Kebutuhan pasien yang berada di tempat isolasi terpusat dipenuhi oleh pemerintah desa dan program Jogo Tonggo dengan gotong royong antar-warga desa.

    Sunardi menjelaskan, di Desa Bajangrejo terdapat lima dusun. Pada setiap dusun disediakan tempat isolasi terpusat dengan kapasitas rata-rata bisa diisi empat orang. Isolasi terpusat menggunakan rumah kosong yang layak huni.

    “Kebetulan setiap dusun ada rumah kosong, lalu kami minta izin kepada pemilik rumah kosong untuk dijadikan tempat isolasi terpusat,” ungkap Sunardi di kantornya, Senin (5/7/2021).

    Guna memenuhi kebutuhan konsumsi bagi pasien yang berada di tempat isolasi terpusat, pihak desa memaksimalkan program Jogo Tonggo.

    “Konsumsi ditanggung secara gotong royong oleh warga yang lain. Lingkungan di sini juga banyak yang antusias membantu. Setiap dusun ada Kadus dan Ketua RT yang selalu siap menangani jika ada permasalahan. Obat dan vitamin dari Puskesmas melalui bidan desa,” katanya.

    Selain bantuan konsumsi, pihak desa juga menyediakan sembako bagi setiap kepala keluarga (KK) yang terpapar Covid-19, bersumber dari APBDes.

    Sosialisasi

    Sunardi menambahkan, Desa Bajangrejo menerapkan teknis penanganan saat ada warga yang terpapar. Jika desa menerima informasi dari Puskesmas melalui bidan desa mengenai adanya warga yang positif, pihak desa langsung bergerak melakukan sosialisasi kepada keluarga dan warga lain.

    “Jadi kita akan langsung sosialisasi melalui kadus dan ketua RT, yang pertama kepada keluarga, kemudian juga warga yang lain jika ada salah seorang warga yang positif,” bebernya.

    Saat sosialisasi warga juga diajak gotong royong membantu warga yang positif. “Bantuan itu dalam bentuk sembako untuk memenuhi kebutuhan pasien isoman,” tambahnya.

    Pihak desa menunjuk seorang penanggung jawab setiap tempat isolasi mandiri. Fungsinya sebagai penghubung antara pasien dengan pihak desa sehingga kebutuhan dan perkembangan kesehatan pasien isoman terpantau.

    Selain itu, pasien juga bisa menghubungi kadus, ketua RT atau bidan desa jika ada kebutuhan atau keluhan yang dirasakan.

    Sunardi mengakui pihaknya sering kedatangan tamu yang belajar terkait penerapan isoman yang dilakukan Pemdes Bajangrejo untuk ditiru atau diterapkan di daerahnya.

    “Hari ini kami menerima tamu dari Forkompinca Bener yang terdiri dari Pak Camat, Kapolsek dan Danramil. Mereka menggali informasi pelaksanaan isoman terpusat,” kata dia.

    Sekertaris Desa Bajangrejo, Sigit Haryanto, mengungkapkan dari lima dusun hanya ada dua dusun yang warganya terpapar Covid-19 yakni Dusun Semayaan dan Dusun Kepeksari.

    Di Dusun Semayaan terdapat enam orang terpapar. “Yang satu tinggal sendiri sehingga isolasi di rumahnya sendiri, kemudian ada dua ibu dan anak juga di rumahnya sendiri. Tiga di tempat isolasi terpusat, karena mereka tinggal dengan suami dan punya anak yang tidak terpapar,” sebutnya.

    Di Dusun Kepeksari, terdapat lima orang yang terpapar. Empat orang satu keluarga sehingga menempati rumah sendiri. “Yang satu orang di tempat isolasi terpusat,” tambahnya.

    Sigit mengaku pengadaan tempat isolasi terpusat setiap dusun merupakan inisiatif dari pihak desa, yang menginginkan warga terpapar ditarik dari keluarga, agar tidak menularkan kepada keluarga yang lain.

    Awal dibuatnya tempat isolasi terpusat tingkat dusun, lanjut Sigit, karena banyak warga menolak ditempatkan di tempat isolasi terpusat tingkat desa.

    “Kita sebenarnya sudah punya tempat isolasi terpusat di tingkat desa, tapi banyak warga tidak mau dengan alasan jauh dari keluarga. Pihak desa memiliki inisiatif membuat isolasi terpusat tingkat dusun,” ucapnya.

    Desa memulai inisiatif isolasi terpusat tingkat dusun sejak terjadi lonjakan kasus Covid-19 tepatnya 23 Juni 2021. Sedangkan isolasi terpusat tingkat desa sudah dibuat sejak awal adanya pandemi tahun 2020.

    “Sejak awal kita memang sudah konsisten terhadap penanganan pandemi ini, dari pembentukan Satgas Covid-19, Jogo Tonggo kemudian PPKM, kita selalu mengikuti perkembangannya hingga sekarang, anjuran-anjuran dari pusat,” jelasnya.

    Selain isolasi terpusat, juga sering ada kegiatan penyemprotan di lingkungan Desa Bajangrejo maupun tempat isolasi terpusat sebelum dan sesudah ditempati pasien terpapar. “Bantuan disinfektan dari Jogo Tonggo sudah habis karena kita sering melakukan penyemprotan,” katanya.

    Sigit mengatakan warganya yang terpapar virus Corona selama tahun 2021 sebelum lebaran lima orang dan sesudah lebaran 15 orang.

    Salah seorang warga terpapar yang berada di tempat isolasi terpusat, Endah Yuniarti (39), mengatakan dirinya memilih tinggal di tempat isolasi terpusat karena tidak ingin suami dan ketiga anaknya tertular.

    Endah diisolasi bersama dua orang temannya sesama ibu rumah tangga. Mereka bersedia isoman terpusat agar anggota keluarga lainnya tidak tertular. Dia mulai isolasi sejak 29 Juni 2021. Sebelum terpapar, dia mengaku merawat salah seorang kerabat di rumah sakit.

    “Kebutuhan makanan selama isoman dipenuhi oleh para tetangga, obat-obatan dan vitamin dari Puskesmas, sampai saat ini semua tercukupi,” ungkap Endah saat diwawancarai wartawan dari kejauhan.

    Gejala yang dirasakannya saat ini adalah lemas. Suaranya terdengar serak. Saat ini kondisinya mulai membaik dan berharap segera sembuh.

    “Semoga saya cepat sembuh dan bagi yang lain agar selalu menjaga kesehatan dan menerapkan prokes agar tidak terpapar Corona,” ujarnya. (*)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini