atas1

Perempuan Masih Rentan dari Kekerasan

Rabu, 05 Des 2018 | 18:22:01 WIB, Dilihat 609 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Perempuan Masih Rentan dari Kekerasan Pemkab Sleman menyelenggarakan Sarasehan Peringatan Hari Ibu ke-90 dengan peserta organisasi perempuan Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (05/12/2018). (istimewa)

Baca Juga : Tak Ingin Terjebak Bank Plecit? Ikut UMI Saja


KORANBERNAS.ID--Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke–90, Pemerintah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman menyelenggarakan sarasehan bagi sejumlah organisasi perempuan Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (05/12/2018).

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sleman, Sri Wahyuni Dewi menjelaskan, sarasehan ini merupakan rangkaian acara peringatan Hari Ibu ke-90 yang bertujuan untuk meningkatkan peran perempuan Indonesia dalam setiap aspek kehidupan ketahanan keluarga, bermasyarkat, berbangsa dan bernegara.

“Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan peran perempuan agar dapat menyatu-padukan pola pembinaan keluarga dan pemberdayaan perempuan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup sejahtera lahir dan batin,” jelasnya.

Kepala DP3AP2KB Sleman, Mafilindati Nuraeni menuturkan bahwa peran perempuan Indonesia menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perjuangan panjang bangsa untuk meraih kemerdekaan Indonesia.

“Peran perempuan dalam perjuangan bangsa dilandasi semangat dan cita-cita menuju kemerdekaan Indonesia yang aman tentram damai dan makmur. Keterlibatan perempuan dibuktikan melalui Kongres Perempuan pertama 22 Desember 1928 di Yogyakarta,” tuturnya.

Peristiwa tersebut menurut Linda menjadi sebuah tonggak sejarah bagi perjuangan perempuan Indonesia yang diperingati setiap tahunnya.

“Telah banyak keberhasilan dan kemajuan yang dicapai oleh perempuan di Indonesia hingga saat ini. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi perempuan di Indonesia sebagai kelompok masyarakat yang rentan terhadap berbagai kasus kekerasan, eksploitasi dan perlakuan diskriminatif lainnya,” paparnya.

Menurutnya, hal tersebut patut menjadi perhatian semua pihak untuk lebih mengupayakan berbagai hal terkait keadilan gender demi terwujudnya keadilan gender yang proporsional di Indonesia.

Dirinya menilai, dengan jumlah perempuan khususnya di Sleman yaitu sebesar 50% dapat menjadi potensi bagi pembangunan. Maka, kata Linda, perlu ada upaya melalui pembangunan yang responsif gender.

Dalam kegiatan tersebut juga turut hadir beberapa narasumber dan pemateri yang akan mengisi sarasehan. Diantaranya, Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo yang memberikan materi terkait perempuan dalam pembangunan. (SM)



Rabu, 05 Des 2018, 18:22:01 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 759 View
Tak Ingin Terjebak Bank Plecit? Ikut UMI Saja
Rabu, 05 Des 2018, 18:22:01 WIB Oleh : Sholihul Hadi 634 View
Terjadi Pembiaran Perusakan BCB, Lurah pun Ikut Prihatin
Rabu, 05 Des 2018, 18:22:01 WIB Oleh : W Asmani 539 View
Meski Direhab, Pedestrian Kotabaru Belum Ramah Difabel

Tuliskan Komentar