Sabtu, 05 Des 2020,


perantau-yang-terlanjur-mudik-tidak-perlu-diusirPengendara sepeda motor terjaring operasi masker di Kota Wonosari, Selasa (15/9/2020). (sutaryono/koranbernas.id)


St Aryono

Perantau yang Terlanjur Mudik, Tidak Perlu Diusir


SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL -- Keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), secara langsung akan memicu ribuan perantau pulang ke desa kelahirannya. Jika ini terjadi, maka perantau yang terlanjur mudik ke Gunungkidul, tidak perlu diusir.
 
“Kalau sudah terlanjur sampai rumah, kita terima saja. Kepada masyarakat untuk tidak mengusir pemudik yang datang, seperti beberapa waktu lalu terjadi,” kata Immawan Wahyudi, Wakil Bupati Gunungkidul, pada apel pengendalian, pengawasan, protokol kesehatan di halaman Pemkab Gunungkidul, Selasa (15/9/2020).
 
Dalam kondisi sekarang ini Pemkab Gunungkidul memang sangat berharap pada perantau, apalagi yang tinggal di zona merah, untuk tidak mudik ke desa kelahirannya di Gunungkidul.

Menurut Immawan, warga yang berada di zona merah cukup berisiko. Apalagi sebagian kasus positif Covid-19 di Gunungkidul berasal dari pelaku perjalanan. Namun pihaknya minta tidak mengusir pemudik yang terlanjur datang.
 
Pemudik yang terlanjur datang diminta langsung melaporkan ke kalurahan setempat, didata dan dimasukkan dalam Sistem Informasi Desa (SID). "Jangan atas kepentingan yang kecil mengorbankan kepentingan bersama," ucap Immawan.
 
Pemerintah sendiri terus melakukan sosialiasi kepada masyarakat mengenai Perbup Nomor 68 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Protokol Kesehatan Pencegahan Virus Corona. Dalam Perbup ini, sosialisasinya melibatkan TNI, Polri, Satpol PP dan Organisasasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
 
Menurut Immawan, pelibatan aparat dilakukan agar masyarakat disiplin protokol kesehatan saat keluar rumah. Sebab, jika menggunakan sosialiasasi yang biasa, masyarakat sudah jenuh dan mulai abai.

Protokol kesehatan saat ini dinilai penting karena menyangkut sosial ekonomi masyarakat. “Misalnya terkait menggelar acara atau hajatan, harus ada komitmen untuk menjaga protokol kesehatan,” ucapnya.
 
 Koordinator lapangan tim gabungan, Sugito, mengatakan hari Selasa (15/9/2020) ini ada 40 petugas gabungan yang diterjunkan untuk melakukan sosialiasi kepada masyarakat. Mereka melakukan penyisiran kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker di Kapanewon Wonosari, dan Playen.
 
Menurut Sugito, sanksi yang diberikan kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker berupa sanksi sosial. “Contohnya, kalau ada warga yang akan ke pasar namun tidak memakai masker, maka dilarang masuk ke area pasar,” ucap Sugito.
 
Berdasarkan pengamatan koranbernas.id di titik 0 km, tepatnya kawasan Pemkab Gunungkidul, puluhan pengendara sepeda motor terjaring razia tidak menggunakan masker. Mereka diwajibkan menandatangani surat pernyataan untuk menggunakan masker saat ke luar rumah. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini