Rabu, 27 Okt 2021,


penumpang-kereta-api-wajib-vaksinPengecekan sertifikat vaksin di stasiun. (istimewa)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Penumpang Kereta Api Wajib Vaksin

SHARE

KORANBERNAS ID, YOGYAKARTA -- Demi ikut menekan penyebaran Covid-19 di tranportasi umum dan mempercepat kekebalan komunal, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mewajibkan calon penumpang yang akan menggunakan angkutan kereta api (KA) telah melakukan vaksinasi minimal dosis pertama.


Kebijakan ini berlaku di seluruh layanan kereta api Daop 6  dan KAI Commuter yang beroperasi mulai dari KA Jarak Jauh, KA Lokal, KRL Yogyakarta-Solo, KA Bandara Bias dan YIA. Kebijakan KAI Group tersebut dilaksanakan menyesuaikan terbitnya Surat Edaran Kemenhub No 69 Tahun 2021.

  • Komik Si Loko, Jenaka dan Menghibur
  • Menu Makanan di Atas Kereta Api Makin Bervariasi

  • “Dengan diberlakukannya syarat vaksin, maka Syarat STRP, Surat Tugas atau surat keterangan lainnya tidak lagi menjadi syarat bagi pelanggan KA Lokal, Commuter atau perkotaan misalnya KRL Yogyakarta - Solo, Prameks, Batara Kresna, KA Bandara Bias dan KA Bandara YIA,” ujar Supriyanto, Manajer Humas KAI Daop 6, Senin (13/9/2021).

    Pada layanan KA Lokal yang dikelola KAI, syarat tersebut baru diberlakukan mulai Selasa 14 September 2021. Bukti vaksinasi Covid-19 akan dicek petugas melalui layar komputer petugas boarding sebelum naik kereta.

  • Wah, Stasiun Tugu Bakal Tampung 14 Ribu Penumpang

  • Data vaksinasi otomatis muncul pada layar komputer petugas boarding, karena KAI telah mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding dan mewajibkan calon pelanggan menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada saat pembelian atau pemesanan tiket KA Lokal.

    “Jika data tidak muncul pada layar komputer petugas, maka pemeriksaan akan dilakukan secara manual dengan menunjukkan kartu vaksin calon pelanggan,” kata dia.

    Syarat vaksinasi minimal dosis pertama juga menjadi syarat perjalanan KA jarak jauh. Bedanya, pelanggan KA jarak jauh juga harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan.

    VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, mulai 8 September 2021, seluruh pengguna KRL Jabodetabek, KRL Yogyakarta - Solo, maupun KA Prambanan Ekspres wajib menunjukan bukti vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama secara fisik (dicetak), secara digital, maupun melaui aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat naik kereta.

    Petugas juga akan meminta pengguna menunjukkan KTP atau identitas lainnya guna dicocokkan dengan sertifikat vaksin dalam bentuk fisik maupun digital.

    “Pada layanan perjalanan KRL pada masa pandemi ini, KAI Commuter tetap konsisten menjalankan protokol kesehatan secara ketat kepada seluruh penggunanya,” tegasnya.

    Yaitu, mulai dari mewajibkan penggunaan masker ganda kepada seluruh pengguna KRL, mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL serta menjaga jarak aman antar-pengguna.

    Terkait pengaturan jumlah pengguna KRL di dalam satu kereta petugas akan melakukan penyekatan dan antrean di stasiun guna mencegah kepadatan di dalam KRL.

    Aturan tambahan selama masa pandemi ini tetap berlaku, seperti tidak berbicara saat berada di dalam kereta, lansia dan pengguna dengan barang bawaan yang besar hanya diizinkan menggunakan KRL pada pukul 10:00-14:00 atau di luar jam-jam sibuk, serta anak balita sementara belum diizinkan naik KRL.

    Guna menghindari potensi kepadatan, pengguna KRL disarankan bepergian di luar jam-jam sibuk yaitu pukul 10:00-14.00. Pengguna juga dapat membuka aplikasi KRL Access untuk melihat informasi kepadatan di stasiun maupun posisi kereta terkini.

    Supriyanto mengimbau pelanggan selalu menerapkan protokol kesehatan  dengan wajib menggunakan masker saat berada di area stasiun maupun di dalam perjalanan Kereta Api Bandara, menjaga jarak minimal satu meter atau mengikuti tanda/marka yang tersedia dengan penumpang lainnya atau petugas, dan melakukan pengecekan suhu.

    Supriyanto menambahkan, secara umum pelanggan dengan usia di bawah 12 tahun masih tidak diperkenankan melakukan perjalanan dengan kereta api.

    Kemudian, bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

    “KAI Group secara konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai kebijakan pemerintah dan hanya mengizinkan pelanggan yang sesuai persyaratan untuk naik kereta api. Diharapkan seluruh layanan kereta api dapat tetap diandalkan oleh masyarakat pada masa pandemi Covid-19,” kata dia. (*)


    TAGS: KAI  Yogyakarta 

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini