pengadilan-militer-ii11-yogyakarta-sidangkan-kasus-penipuanPengadilan Militer II-11 Yogyakarta menyidangkan kasus penipuan dengan terdakwa Serka Yudha Wahyu Windarto. (istimewa)


rosi

Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta Sidangkan Kasus Penipuan


SHARE

KORAN BERNAS.ID -- Jaksa atau Oditur Militer menuntut Sersan Kepala (Serka) Yudha Wahyu Windarto dengan hukuman kurungan penjara selama tujuh bulan, dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Militer (Dinmil) II-11 Yogyakarta, Selasa (19/3/2019).

Oknum prajurit TNI AD yang berdinas di Magelang ini terbukti melakukan tindak penipuan terhadap NN (42) seorang wartawati asal Salatiga Jawa Tengah.


Baca Lainnya :

Di hadapan Majelis Hakim dipimpin Letkol Laut (Kh) Koerniawati Syarif SH, oditur militer Kapten Mayor (Chk) S Nasution SH menuntut terdakwa karena melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Serka Yudha dinilai telah melakukan perlawanan hukum berupaya menguasai harta milik orang lain.


Baca Lainnya :

“Mohon kepada majelis hakim agar manyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 378 KUHP. Mohon agar terdakwa dijatuhi pidana penjara selama tujuh bulan,” kata Nasution.

Menurut Nasution, hal yang memberatkan terdakwa adalah telah mencemarkan citra TNI khususnya kesatuannya. Sedangkan hal yang meringankan di antaranya Serka Yudha mengakui dan menyesali perbuatannya, tidak akan mengulangi lagi serta terdakwa belum pernah dihukum.

Mendengar tuntutan tersebut Serka Yudha melalui penasehat hukumnya Kapten (Chk) Zain menyatakan akan mengajukan bukti tambahan sebagai pembelaan. Bukti-bukti tersebut akan diajukan dalam persidangan selanjutnya saat pembacaan pembelaan.

Terlalu ringan

Sidang kasus penipuan yang terjadi pada pertengahan 2017 itu dijadwalkan dilanjutkan Selasa (26/3/2019). Agenda sidang yakni pembacaan nota pembelaan terdakwa atas tuntutan yang diajukan oditur.

Pengacara korban, Suroso Kuncoro SH, merasa tidak puas dengan tuntutan yang diberikan kepada terdakwa.

Hukuman penjara selama tujuh bulan menurut pengacara yang akrab disapa Ucok ini dianggapnya terlalu ringan dan seharusnya oditur memberikan tuntutan yang lebih berat setidaknya kurungan penjara lebih dari satu tahun.

“Mestinya oditur menuntut terdakwa minimal di atas satu tahun pidana penjara, meskipun ada hal yang meringankan yakni belum pernah dihukum. Apa yang dilakukan terdakwa telah merugikan kien kami hingga puluhan juta rupiah dan yang lebih utama lagi tindakannya melanggar sumpah prajurit,” tegasnya, Rabu (20/3/2019).

Meski begitu, Ucok dapat menerima berkas tuntutan yang dibacakan oditur karena jaksa militer mampu membuktikan unsur-unsur dari tindak pidana penipuan pasal 378 KUHP yang dilakukan terdakwa.

Lebih lanjut, Ucok menerangkan tuntutan yang tinggi pun sebetulnya bisa dilakukan oleh oditur, namun demikian ia berharap tuntutan itu dapat dikabulkan oleh majelis hakim sehingga vonis tidak akan diputus kurang dari separuhnya.

Seperti diberitakan, seorang wartawati sebuah surat kabar di Jateng berinisial NN menjadi korban penipuan yang dilakukan Serka Yudha dua tahun silam. (ros)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini