pdhi-berdakwah-sambil-melatih-warga-olah-buah-kelapa-Pengajian sekaligus pelatihan pengolahan kelapa sempon menjadi VCO di Semanu Kabupaten Gunungkidul, Senin (25/3/2019) . (istimewa)


arie-giyarto

PDHI Berdakwah Sambil Melatih Warga Olah Buah Kelapa

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Persaudaraan Djamaah Hadji Indonesia (PDHI) tidak hanya membina masyarakat di bidang agama. Organisasi ini juga berusaha memberdayakan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan mereka, sehingga manfaatnya seimbang antara lahir dan batin.

Inilah yang diupayakan Bidang Dakwah PDHI, H Faqihudin bersama timnya di wilayah Desa Pagerharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulonprogo.


Baca Lainnya :

Selain menggelar pengajian di masjid binaan PDHI, dia juga melihat betapa besar potensi bidang pertanian di sana, apabila dikelola dengan baik akan mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Anjloknya harga kelapa berdampak pada pembiaran kelapa-kelapa itu dibiarkan menumpuk di pinggir-pinggir jalan atau pekarangan penduduk.


Baca Lainnya :

"Bahkan banyak yang sudah tumbuh menjadi cikal atau calon pohon kelapa," kata Faqih di depan rapat pengurus PDHI. Dia berpikir, melalui proses pengolahan akan bisa diperoleh nilai tambah lumayan banyak.

Kepada koranbernas.id Faqihudin menjelaskan, pihaknya sudah melakukan penelitian. Santan dari satu biji kelapa bisa menghasilkan 60 ml VCO atau minyak kelapa murni.

Selain itu, juga bisa menghasilkan 100 gram kethak blondo yang harga jualnya lumayan. Hingga kini masyarakat belum mengetahui karena memang belum pernah ada pelatihan.

Dia juga melihat potensi lain yang didukung kesuburan tanah dan iklim yang menguntungkan sektor pertanian.

Sebagian masyarakat mulai menanam pala, menyusul tanaman cengkeh, fanili, manggis dan komoditas lain yang sudah ada lebih dulu.

Ke depan warga setempat pun bisa memproduksi wedang uwuh yang hingga kini menjadi primadona petani Imogiri Bantul.

"Semua bahan tersedia di sana. Memang hingga kini tanaman pala masih kecil dan belum bisa dimanfaatkan daunnya sebagai bahan wedang uwuh," tambah Faqih.

Melihat potensi tersebut, Faqih berpendapat, bila pemerintah hadir melalui penyuluhan dan pelatihan, masyarakat setempat lebih makmur.

Dalam waktu dekat dia bersama Bidang Dakwah akan berusaha melakukannya di sana

Di Semanu

Usaha pemberdayaan masyarakat meningkatkan nilai jual hasil pertanian juga dilakukan di wilayah Semanu Kabupaten Gunungkidul.

Pada 25 Maret silam Faqihudin dan pengelola Bidang Dakwah melakukan praktik pengolahan kelapa sempon di wilayah tersebut.

Buah kelapa sempon yang ditanam di wilayah berbeda,  ternyata berbeda pula kandungan VCO-nya.

Di Semanu hasil praktik menunjukkan 200 ml santan kanil bisa menghasilkan 70 ml VCO. Selain belajar mengolah, harus disiapkan pula di mana pasarnya.

Praktik mengolah hasil pertanian tersebut dilakukan bersamaan dengan pengajian sehingga warga memperoleh manfaat ganda, lahir maupun batin. (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini