atas1

Patut Dicontoh, Ini Cara SMA 10 Rayakan Kelulusan

Senin, 20 Mei 2019 | 00:17:37 WIB, Dilihat 790 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Patut Dicontoh, Ini Cara SMA 10 Rayakan Kelulusan Prosesi wisuda siswa kelas XII SMAN 10 Yogyakarta di Gedung PKKH UGM, Minggu (19/5/2019). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Wah, Ada 1.440 Porsi Nasi Kuning Dibagikan


KORANBERNAS.ID -- Merayakan kelulusan tak harus konvoi atau corat-coret baju. Di bulan Ramadan yang suci ini, berbagi dengan sesama justru lebih bermanfaat.

Hal ini pula yang dilakukan oleh 186 siswa kelas XII SMAN 10 Yogyakarta yang melakukan berbagai kegiatan positif dalam rangka merayakan kelulusan. Dimulai dengan menyumbangkan seragam mereka pada teman-teman yang membutuhkan.

"Sejak beberapa tahun terakhir, anak-anak kami menyumbangkan seragam mereka ke panti asuhan. Mereka juga tidak melakukan konvoi di jalan karena bisa mengganggu lalulintas," ungkap Kepala SMAN 10 Yogyakarta, Drs Basuki disela wisuda siswa kelas XII di Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) UGM, Minggu (19/5/2019).

Menurut Basuki, kegiatan tersebut menandakan karakter anak-anak yang semakin baik. Apalagi mereka harus menapaki perjalanan panjang menuju ke pendidikan tiggi.

Untuk lulusan tahun ini, sebanyak 23 siswa sekolah tersebut dipastikan lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di sejumlah kampus negeri. Selain itu, peserta didik juga masih menunggu hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan seleksi lainnya.

"Untuk snmptn, ada kenaikan 30 persen lebih siswa yang diterima ke ptn," jelasnya.

Sementara Kepala Balai Pendidikan Menengah Kota Yogyakarta, Suhartati mengapresiasi peran sekolah dan peserta didik dalam menjaga keamanan dan kenyamanan selama perayaan kelulusan. Tidak adanya konvoi dan corat-coret menunjukkan perkembangan kemajuan dunia pendidikan yang luar biasa.

"Karakter anak-anak terbentuk dengan baik sebagai insan yang menthes (cerdas-red). Ini berkat kerja keras kepala sekolah dan guru dalam memberi bekal karakter pada siswa," ungkapnya.

Joko Jumeno, Ketua Komite SMAN 10 Yogyakarta menambahkan, pihaknya selalu mendukung program dan kegiatan sekolah yang positif. Diantaranya mensosialisasikan pendidikan karakter yang dilakukan sekolah melalui orangtua murid.

"Kami mendatangka wali murid untuk berdialog tentang pendidikan anak-anaknya," imbuhnya.(yve)



Minggu, 19 Mei 2019, 00:17:37 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 323 View
Wah, Ada 1.440 Porsi Nasi Kuning Dibagikan
Minggu, 19 Mei 2019, 00:17:37 WIB Oleh : Nanang WH 248 View
Polisi Siap Amankan Lebaran
Minggu, 19 Mei 2019, 00:17:37 WIB Oleh : Nila Jalasutra 253 View
Masih Ada 31.355 KK Miskin di Sleman

Tuliskan Komentar