atas1

Pasangan Ini Menikah dengan Mahar Ikrar Sumpah Pemuda
Diarak Keliling Pameran Diiringi Lagu-lagu Nasional

Jumat, 26 Okt 2018 | 22:59:41 WIB, Dilihat 1353 Kali
Penulis : Sari Wijaya
Redaktur

SHARE


Pasangan Ini Menikah dengan Mahar Ikrar Sumpah Pemuda Pasangan Sophi Arifudi asal Kotagede  dan Suyani  asal Wonogiri menggelar ijab kabul di arena SaExpo 2018 di JEC Jumat (26/10/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Anak-anak Antusias Sumbang Korban Bencana


KORANBERNAS.ID -- Tangan Sophi  Arifudin  (28) terus menggandeng Suyani (27) usai dinyatakan sah sebagai suami istri, Jumat (26/10/2018). Yang membedakan pernikahan  pasangan ini dengan yang lain adalah lokasi mereka menikah.

Biasanya orang menikah di rumah, gedung pertemuan, tempat ibadah ataupun Kantor Urusan Agama (KUA), namun pasangan asal Kotagede-Wonogiri ini  menggelar ijab kabul di arena  SaExpo Stock Sales 2018 Jogja Expo Center (JEC).

Sebelum ijab, pasangan pengantin yang mengenakan busana adat Bali Agung tersebut dikirab berkeliling lokasi pameran dengan pengiring 28 orang mengenakan busana adat dari seluruh tanah air dan diiringi pula lagu-lagu nasional.

Nuansa kebhinnekaan sangat terasa dalam acara yang digagas oleh Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais) pimpinan Ryan Budi Nuryanto tersebut.

Selanjutnya pasangan yang tidak berpacaran dan hanya menjalani ta’aruf tiga bulan itu duduk di ‘meja’ yang juga unik yakni  sebuah perabot atau alat pembuat keramik.

Mas kawin atau mahar berupa seperangkat alat salat dan ikrar sumpah pemuda yang dibacakan oleh mempelai pria.  “Rasanya saya bahagia sudah sah sebagai suami istri dan bahagia juga karena pernikahan digelar di tempat semewah ini. Dan saya berharap ini pernikahan saya yang pertama dan terakhir,” katanya sumringah.

Ryan mengatakan  pernikahan tersebut didesain  sedemikian rupa dalam rangka menggelorakan kembali semangat kebhinnekaan  dan sumpah pemuda. Selain itu, juga menggelorakan semangat mencintai produk dalam negeri.

“Namun hal terpenting dari pernikahan ini  adalah untuk menyatukan dua insan membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah warrahmah,” katanya.

Suasana pameran SaExpo Stock Sales 2018 di JEC. (sari wijaya/koranbernas.id)

Agus Imron selaku ketua panitia mengatakan saExpo  baru pertama kali digelar dengan sasaran buyer lokal. “Tumbuhnya kuliner di Jogja, hotel, kafe membutuhkan dukungan properti  untuk memenuhi kebutuhan interior dengan kualitas ekspor dan harga murah,” katanya.

Mereka yang ikut pameran adalah ‘pemain’ di bidang ekspor berjumlah  115 perusahaan  besar maupun kecil dengan pemesanan  minimum order.

“Misalnya ada pesanan kursi 100 set , kita biasanya membuat tambahan 2 item untuk njagani jika ada yang rusak. Nah tambahan-tambahan produk ini kemudian menumpuk dan  hari ini kita lepas. Jadi bukan barang bekas, namun barang over produk,” katanya.

Desain lokasi pameran juga dibuat senyaman mungkin, bertabur hadiah dan potongan harga.

Dia tidak memasang target namun dengan pameran 5 hari sejak 25 Oktober hingga 29 Oktober bisa memunculkan transaksi Rp 3 miliar hingga Rp 4 miliar sudah sangat disyukuri.

“Itu bukan fokus kami yang utama. Tetapi bagaimana membuat identifikasi antara pembeli Jogja dengan produsen Jogja. Karena banyak orang Jogja yang tidak tahu sehebat apa produk Jogja. Padahal Jogja selalu mewarnai pameran nasional dan internasional di mana pun,” katanya. (sol)



Jumat, 26 Okt 2018, 22:59:41 WIB Oleh : Sari Wijaya 1039 View
Anak-anak Antusias Sumbang Korban Bencana
Jumat, 26 Okt 2018, 22:59:41 WIB Oleh : Sholihul Hadi 798 View
Menata Bantul Tidak Bisa Asal-asalan
Kamis, 25 Okt 2018, 22:59:41 WIB Oleh : Arie Giyarto 2479 View
Tiga Perupa Pameran di Tembi Rumah Budaya

Tuliskan Komentar