atas

Para Perempuan Demo Menolak Politik Uang

Selasa, 09 Apr 2019 | 11:46:47 WIB, Dilihat 487 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Para Perempuan Demo Menolak Politik Uang Demo perempuan menolak politik uang di halaman Gedung DPRD DIY Jalan Malioboro Yogyakarta, Selasa (9/4/2019). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Ulama Sufi dari Berbagai Negara Berkumpul di Pekalongan


KORANBERNAS.ID – Sengatan matahari yang terasa seolah-olah mencubit kulit sepertinya tidak menyurutkan semangat sekitar 100-an perempuan turun jalan menggelar aksi demo, Selasa (9/4/2019).

Sambil berlindung di balik poster yang mereka bawa, wanita-wanita berasal dari berbagai kalangan dan profesi mulai dari ibu rumah tangga hingga pekerja profesional itu berjalan kaki di Jalan Malioboro.

Mereka mampir di halaman Gedung DPRD DIY. Di tempat ini, perwakilan pengunjuk rasa beroasi secara bergantian menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap jalannya Pemilu  17 April 2019 yang bisa saja diwarnai politik uang.

Politik transaksional seperti inilah yang dikhawatirkan tidak membawa perubahan bagi Indonesia menjadi lebih baik lagi.

“Kami menyarankan untuk menggunakan hak pilih, tidak golput, tidak money politics. Ini untuk kepentingan kita semua,”ungkap Halimah Ginting, Sekretaris Wilayah Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) DIY kepada wartawan di sela-sela memimpin aksi tersebut.

Sebagai organisasi perempuan, dia menyarankan para calon pemilih khususnya kaum Hawa pada pemilu mendatang memilih caleg perempuan. Alasannya, untuk memenuhi kuota 30 persen perempuan di parlemen.

Menurut dia keterwakilan perempuan di lembaga legislatif pada 2014 terjadi kemunduran dibanding pemilu sebelumnya, 2009. Penyebabnya karena pada 2014 banyak caleg perempuan sehingga pemilih merasa kebingungan dengan pilihannya.

“Kami sudah membuat kontrak politik dengan 25 caleg perempuan dari berbagai partai politik. Kami berharap pada 2019 ini meningkat mencapai kuota 30 persen,” kata dia.

Dengan terisinya kuota 30 persen tergambar harapan muncul kebijakan yang memperhatikan perlindungan perempuan serta kesehatan mereka. Selama ini anggaran untuk perempuan dinilai belum maksimal. (sol)



Selasa, 09 Apr 2019, 11:46:47 WIB Oleh : Sholihul Hadi 4330 View
Ulama Sufi dari Berbagai Negara Berkumpul di Pekalongan
Selasa, 09 Apr 2019, 11:46:47 WIB Oleh : Sholihul Hadi 7355 View
Gara-gara SK Dirjen, KBIH se-Indonesia Galau
Senin, 08 Apr 2019, 11:46:47 WIB Oleh : Sholihul Hadi 640 View
Prabowo Dihadiahi Ketela Saat Kampanye di Jogja

Tuliskan Komentar