atas1

Para Penari Hibur Penumpang di Stasiun Tugu Yogyakarta

Minggu, 26 Mei 2019 | 21:49:19 WIB, Dilihat 594 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Para Penari Hibur Penumpang di Stasiun Tugu Yogyakarta Empat perempuan penari pentas di Stasiun Tugu Yogyakarta, Minggu (26/5/2019). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Korem Wijayakusuma Tak Henti Bagikan Takjil Gratis


KORANBERNAS.ID – Diiringi musik gamelan berasal dari sound system portabel, empat perempuan penari tampil atraktif, Minggu (26/5/2019) petang.

Kali ini mereka tampil tidak di panggung khusus melainkan memanfaatkan space kosong di dalam Stasiun Tugu Yogyakarta, dengan dukungan tata cahaya (lighting) yang memanfaatkan sorot lampu penerangan ruang stasiun.

Mengenakan busana merah dipadu jarik dan selendang batik para penari itu menebar senyum ke arah penonton kemudian menaburkan bunga-bunga.

Aksi mereka tentu saja menarik perhatian para calon penumpang. Tak ingin kehilangan momentum itu, seorang wisatawan asing terlihat merekam pementasan itu dengan kameranya.

Demikian pula para calon penumpang lain. Mereka bangkit dari kursi ruang tunggu kemudian beranjak mendekati “panggung” guna mengabadikan pementasan tersebut.

Aksi para penari ini merupakan bagian dari layanan yang diberikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Daops 6 Yoggyakarta, sekaligus menandai dimulainya operasional Angkutan Lebaran Idul Fitri 1440 H.

Executive Vice President (EVP) Daop 6 Yogyakarta, Eko Purwanto, kepada wartawan di sela-sela acara buka puasa bersama menjelaskan, kehadiran pentas seni tradisional di dalam stasiun ini sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya sekaligus mengukuhkan keberadaanYogyakarta sebagai Kota Budaya.

Selain itu, juga untuk memberikan hiburan kepada penumpang saat menunggu kereta datang. Selain tarian, di ruang tunggu juga dibuat panggung sederhana untuk pentas musik.

Menurut Eko, selama angkutan mudik lebararan tahun ini Daops 6 Yogyakarta  sudah mempersiapkan semua sarana dan prasarana.

“Semua titik-titik rawan kami antisipasi agar tidak membahayakan. Kami menambah petugas pemeriksa jalan dan petugas di perlintasan,” jelasnya.

Didampingi Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto, Senior Manajer Penjagaan Aset Dedi Akmal serta  Senior Manager Angkutan Penumpang Daop 6, Gotro Nur Riyadi, lebih lanjut Eko Purnomo menyampaikan tahun ini jumlah penumpang mengalami kenaikan 4 persen.

“Ada yang menarik di Daops 6 Yogyakarta, penumpang yang naik dan turun jumlahnya rata-rata imbang. Pada puncak arus mudik, penumpang dari Yogyakarta yang naik KA 33 ribu, penumpang yang turun 32 ribu,” kata dia.

Berdasarkan pengamatan, hal ini terjadi karena para calon penumpang yang sebagian besar mahasiswa saat pulang menyesuaikan jadwal tiket yang kosong.

Mengingat keterjualan tiket mengalami kenaikan maka dilakukan penambahan fasilitas pada layanan ticketing, di antaranya penambahan tempat duduk di ruang tunggu.

“Hampir semua kereta api tanggal keberangkatan 7, 8 dan 9 Juni sudah terisi 100 persen,” ungkapnya.

Executive Vice President (EVP) Daop 6I Yogyakarta, Eko Purwanto, menyampaikan keterangan pers pada acara buka puasa bersama media. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Titik rawan

Eko menambahkan di Daops 6 Yogyakarta tidak terdapat jalur rawan karena sudah dilakukan diantisipasi sejak  jauh-jauh hari. Jalur rawan longsor pun sudah ditangani dan diberonjong.

Kewaspadaan diprioritaskan pada pintu perlintasan kereta api. Dia mengimbau masyarakat apabila akan melintasi rel harus berhenti lebih dulu.

“Tengok kanan-kiri. Pastikan aman, karena kereta api tidak bisa berhenti mendadak meski full brake kereta baru akan berhenti beberapa ratus meter,” kata dia.

Apalagi di Daops 6 semua sudah dobel track.  Jalur ganda yang baru saja dioperasikan mulai dari Stasiun Palur sampai Stasiun Kedungbanteng.

Dia menyebutkan, total terdapat 414 palang pintu perlintasan. Adapun perlintasan resmi yang dijaga oleh petugas KAI Daops 6 sejumlah 120. Selebihnya sekitar 236 atau 60 persennya tanpa penjagaan.

“Masyarakat agar hati-hati menggunakan perlintasan terutama di Karanganyar, Sragen, Klaten, Prambanan,” kata dia.

Eko Budiyanto menambahkan pihaknya juga sudah berulang kali mengimbau masyarakat supaya tidak bermain di lingkungan rel kereta api. “Jangan main di lingkungan rel. Jangan selfi di lintasan kereta api,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Dedi Akmal menjelaskan mengenai upaya hukum PT KAI untuk bersikap tegas terhadap pihak-pihak maupun perorangan yang menyalahgunaan aset-aset milik PT KAI, baik itu berupa bangunan, tanah dan sebagainya.

Dia mencontohkan, sudah ada pelaku kasus penyerobotan tanah milik PT KAI dihukum pidana. “Tugas kita adalah menyelamatkan aset. Daops 6 Yogyakarta memiliki total aset tanah seluas 15 juta m2,” tandasnya.

Dedi mengakui tugas itu tidak ringan karena faktanya di dekat rel kereta api tiba-tiba sudah muncul bangunan. “Di dekat rel tahu-tahu sudah berdiri bangunan,” kata dia. (sol)



Sabtu, 25 Mei 2019, 21:49:19 WIB Oleh : Redaktur 651 View
Korem Wijayakusuma Tak Henti Bagikan Takjil Gratis
Sabtu, 25 Mei 2019, 21:49:19 WIB Oleh : Sholihul Hadi 616 View
Kala Anak-anak Panti Asuhan Merindukan Gajah
Sabtu, 25 Mei 2019, 21:49:19 WIB Oleh : Arie Giyarto 627 View
Islam Itu Menyenangkan

Tuliskan Komentar