atas1

Pangkalan Gas Melon Diduga Curang

Sabtu, 02 Mar 2019 | 01:24:09 WIB, Dilihat 503 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Pangkalan Gas Melon Diduga Curang ilustrasi LPG 3 kg. (istimewa)

Baca Juga : Rizal Ramli Berharap pada Debat Terakhir


KORANBERNAS.ID -- LPG 3 kilogram atau lebih dikenal gas melon dari luar daerah diduga banyak beredar di wilayah Kabupaten Klaten. Peredaran barang bersubsidi itu dicurigai sengaja dilakukan oleh pangkalan resmi binaan salah satu agen di Klaten.

Peredaran LPG 3 kilogram dari luar daerah itu sering terjadi di wilayah perbatasan Kabupaten Klaten dengan Kabupaten Boyolali. Adapun ciri barang dari luar daerah bisa diamati dari warna tutup segel tabung.

Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan peredaran LPG 3 kilogram dari luar daerah itu sering terlihat di pangkalan milik Teguh Waluyo di pinggir Jalan Jatinom-Boyolali tepatnya di Desa Sorogaten Kecamatan Tulung. Adapun ciri barang dari luar daerah itu karena tutup segel tabung berwarna pink.

"Kalau LPG untuk wilayah Klaten segel tutup tabungnya berwarna biru," kata warga Sorogaten, Jumat (1/3/2019).

Selain dicurigai menjual LPG 3 kilogram dari luar daerah, pangkalan binaan agen PT Amanah Karya Sejahtera itu juga dicurigai menjual harga melebihi ketentuan pemerintah. Jika harga resmi pangkalan telah ditetapkan Rp 15.500/tabung maka pangkalan tersebut menjualnya kepada warga lebih dari Rp 17 ribu/tabung. "Kadang-kadang kami mau beli gas dijawab sudah habis. Kami sering melihat gas-gas itu justru dijual lagi kepada orang lain menggunakan motor tossa," terang warga.

Bahkan yang lebih memprihatinkan kata warga, bagi yang bukan pelanggan pangkalan Teguh Waluyo sering ditolak jika ingin membeli gas. Akibatnya warga kebingungan harus membeli kemana.

Informasi yang dihimpun dari beberapa pemilik pangkalan LPG 3 kilogram di Kabupaten Klaten membenarkan jika LPG 3 kilogram untuk wilayah Kabupaten Klaten memiliki ciri tutup segel berwarna biru. "Sebenarnya mudah kok untuk membedakannya. Kalau barang di Klaten cirinya tutup segel warna biru. Kalau sampai ada yang menjual tabung dengan tutup segel berwarna lain berarti itu barang dari luar. Dan agen yang membinanya wajib memperingatkan dan membina pangkalan tersebut," ujar beberapa pemilik pangkalan.

Sementara itu pemilik pangkalan LPG 3 kilogram Teguh Waluyo saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya yang tercantum di papan nama pangkalan miliknya menjawab jika nomor yang dihubungi bukan miliknya. (yve)



Sabtu, 02 Mar 2019, 01:24:09 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 678 View
Rizal Ramli Berharap pada Debat Terakhir
Jumat, 01 Mar 2019, 01:24:09 WIB Oleh : Sari Wijaya 434 View
Hujan Angin Juga Terjang Bantul
Jumat, 01 Mar 2019, 01:24:09 WIB Oleh : Nanang WH 1381 View
Ini Dia Dua Nama Calon Wabup Kebumen

Tuliskan Komentar