panen-raya-petani-berharap-harga-singkong-tidak-anjlokPetani di Gunungkidul memanen ketela pohon. (sutaryono/koranbernas.id)


St Aryono

Panen Raya, Petani Berharap Harga Singkong Tidak Anjlok

SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL – Memasuki bulan Agustus ini, 45.816 hektar tanaman ketela pohon di Gunungkidul mulai dipanen. Ketika memasuki panen raya, para petani berharap harga ketela pohon tidak anjlok.

Sebagaimana diharapkan Tumiran, anggota Kelompok Tani Ngudi Raharjo di Padukuhan Plosokerep, Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk. Menurut dia, kelompok taninya kini tengah mengembangkan ketela pohon jenis Ketan Bima Sena.


Baca Lainnya :

Tumiran menjelaskan, ketela pohon ini merupakan varietas lokal asli Gunungkidul. Satu pohon bisa menghasilkan singkong seberat 6 kg hingga 7 kg.

“Untuk harga saat ini dipasarkan Rp 4.000 hingga 5.000 per kilogram. Diharapkan harga ini tidak anjlok saat panen raya. Syukur bisa naik, sehingga petani bisa untung lebih banyak,” kata Tumiran, Minggu (9/8/2020).


Baca Lainnya :

Harapan agar harga singkong tetap stabil juga disuarakan oleh Martono, salah seorang petani di Padukuhan Pengkol, Kalurahan Jatiayu, Karangmojo. Menurut dia, untuk saat ini sudah mulai panen singkong. “Hasilnya bagus dan singkongnya besar-besar,” katanya.

Dia mengakui belum tahu harga terkini singkong. Meski demikian, ia berharap harganya tetap tinggi sehingga hasil dari berkebun bisa dinikmati.

“Tahun lalu harganya hanya Rp 2.000 ber per kilo. Mudah-mudahan sekarang harganya bisa lebih baik dan petani dapat memperoleh keuntungan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengatakan Gunungkidul merupakan sentra penghasil ketela pohon di DIY. Total luas tanam saat ini mencapai 45.816 hektar. “Panennya tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tetapi banyak dikirim ke luar daerah,” tuturnya. (eru)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini