atas1

Pakai Pupuk Ini Tanah Lebih Gembur

Rabu, 19 Jun 2019 | 22:03:55 WIB, Dilihat 1678 Kali
Penulis : Redaktur
Redaktur

SHARE


Pakai Pupuk Ini Tanah Lebih Gembur Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardana S Sos MM M Han meninjau lahan sawah di Desa Kaliwareng Batang,  Selasa (18/6/2019). (istimewa)

Baca Juga : Beban Sistem Zonasi Berada di Pundak Siswa


KORANBERNAS.ID – Pupuk dengan bahan pestisida yang digunakan oleh para petani saat ini akan merusak komposisi tanah. Sebagai upaya menyelamatkan lahan pertanian, Korem 071/Wijayakusuma mempunyai pemikiran untuk kembali ke pemanfaatan alam, yaitu dengan memproduksi pupuk organik cair.

Merealisasikan hal itu, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardana S Sos MM M Han didampingi para Dandim sejajaran Kodim Pantura,  meninjau hasil tanam demplot sekaligus mensosialisasikan pupuk Nutrisi Wijayakusuma di Desa Kaliwareng Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang,  Selasa (18/6/2019).

Danrem 071 Wijayakusuma menerangkan, maksud dari penggunaaan pupuk Wijayakusuma Nutrition sebagai solusi buat petani untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi dan peningkatan kesuburan lahan.

"Maksud kegiatan ini adalah untuk memberikan sebuah solusi terkait dengan lahan/sawah dan tanaman lain. Yang melatarbelakangi kami turun ke lapangan adalah adanya keluhan petani seperti kesuburan tanah, keasaman tanah dan hasil panen," ujarnya.

Menurut dia, jajaran Korem 071/Wk melalui Kodim-Kodim jajaran Korem 071/Wk sudah  menggunakan pupuk nutrisi yang bisa meningkatkan PH.

"Diharapkan para petani ke depan bisa sejajar dengan atau setara pengusaha ekonominya. Sebagai contoh, Dandim Tegal yang sudah mensosialisasikan pupuk Nutrisi Wijayakusuma kepada petani dengan membuka lahan 110 hektar sawah,” kata Kolonel Dani Wardhana.

Dia menegaskan, tidak ada niat mengintervensi petani untuk menggunakan pupuk nutrisi Wijayakusuma tersebut, tetapi mencarikan solusi permasalahan tersebut.

Apalagi pupuk nutrisi tidak hanya digunakan untuk tanaman padi saja, tetapi juga bisa untuk tanaman bawang dan juga tambak udang.

Dandim 0712/Tegal menyampaikan beberapa hal yang sudah diraih selama sosialisasi pupuk Wijayakusuma Nutrition. Di Desa Tarub Kecamatan Dukuh Waru Tegal, tanaman padi yang dipupuk ini tahan dengan hama.

Ada peningkatan hasil panen padi dari semula hanya 6 kuintal sekarang menjadi 1 ton. Hasil dan kualitasnya pun sudah teruji, pupuk ini dicoba pada tanaman melati dan cengkeh.

Selama menggunakan pupuk Nutrisi Wijayakusuma, permintaan dari masyarakat juga meningkat dengan memakai pupuk Wijaya Kusuma ini.

"Di Kabupaten Tegal khususnya, para petani banyak memakai pupuk Nutrisi Wijayakusuma. Tujuan dari Danrem masyarakat petani bisa senang, senyum dengan hasil yang memuaskan," terangnya.

Perwakilan petani, Samhudi sekaligus pemilik sawah mengatakan, dengan mencoba pupuk Nutrisi Wijayakusuma, 20 hari sebelum tanam pemupukan menghabiskan 10 botol pupuk Nutrisi Wijayakusuma sebagai pupuk dasar tanaman dalam satu hektar.

"Hal yang terlihat berbeda pada penggunaan pupuk ini pada umur 30 hari warna daun lebih hijau agak kuning, tanahnya lebih gembur untuk ditanami, proses tumbuh tanaman lebih cepat, 4 sampai 5 hari sudah tumbuh. Ketinggian daun 54 cm, anakan 26 tunas, pH 6,0,”  ucap Samhudi.

Perkuat ketahanan pangan merupakan program Korem 071 Wijayakusuma, salah satunya melalui program sosialisasi pupuk Wijaya Kusuma Nutrition.

Sosialisasikan POC (Pupuk Organik Cair) Wijayakusuma dimaksudkan pula untuk mensejahterakan para petani khususnya di wilayah Kodim 0736/Batang.

"Pupuk organik ini kandungan nutrisinya tinggi dan berfungsi sebagai antibodi tanaman terhadap hama. Pupuk Wijayakusuma tidak beracun dan tidak berbahaya bagi makhluk hidup yang lain,” kata Letkol Kav Hendri Napitupulu, Dandim 0736/Batang.

Pada kegiatan ini hadir pula Dandim 0736/Batang, Dandim 0710/Pekalongan, Dandim 0711/Pemalang, Dandim 0712/Tegal, Danramil 11/Warungasem, Para Batiwanwil, Dispaperta Kabupaten Batang, PPL Kecamatan Warungasem, Kapoktan Desa Kaliwareng Warungasem Batang. (iry)



Rabu, 19 Jun 2019, 22:03:55 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 861 View
Beban Sistem Zonasi Berada di Pundak Siswa
Rabu, 19 Jun 2019, 22:03:55 WIB Oleh : Nila Jalasutra 1823 View
PPDB Tanpa Legalisasi Akta Kelahiran dan KK
Selasa, 18 Jun 2019, 22:03:55 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 2869 View
Malioboro Lengang, Sultan Punguti Sampah

Tuliskan Komentar