pakai-kursi-roda-lansia-83-tahun-ini-rajin-pengajianHj Nanik Suwarni menghadiri pengajian Ahad Wagen PDHI, Sabtu (22/6/2019). (arie giyarto/koranbernas.id)


arie-giyarto

Pakai Kursi Roda, Lansia 83 Tahun Ini Rajin Pengajian

SHARE

KORANBERNAS.ID – Ada yang menarik saat berlangsung pengajian Ahad Wage Persaudaraan Djamaah Hadji Indonesia (PDHI), Sabtu (22/6/2019).

Di antara lebih dari seribu orang jamaah yang menghadiri halal bilhal keluarga besar pengurus dan jamaah pengajian Ahad Wage, salah seorang di antaranya adalah Hj Nanik Suwarni (83).


Baca Lainnya :

Meski harus memakai kursi roda, wanita yang tinggal di Jalan Wahid Hasyim Gendingan Yogyakarta ini masih aktif dan rajin mengikuti berbagai pengajian.

"Ibu memang senang sekali mendengarkan pengajian. Kalau tidak hadir pada pengajian secara langsung, setiap hari mendengarkan pengajian lewat radio maupun televisi;" kata Ny Endang, pramurukti yang mendampingi Hj Nanik menjawab pertanyaan koranbernas.id.


Baca Lainnya :

Gedung PDHI Sasonoworo Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta tidak cukup menampungnya sehingga jamaah meluber sampai luar gedung. Acara ini juga dihadiri pengurus PDHI pusat.

Sebagian besar jamaah berasal dari Kecamatan Panggang, Tepus dan Purwosari Kabupaten Gunungkudul. Mereka diangkut dengan puluhan bus, bahkan beberapa pikap terbuka.

Para pendamping jamaah Ahad Wagen tiga kecamatan di Gunungkidul. (arie giyarto/koranbernas.id)

Meski dengan pikap terbuka, mereka tidak khawatir dengan medan berbukit-bukit. "Mboten wong mpun biasa (tidak, sudah biasa),” kata seorang ibu seraya menggosok-gosok badannya menggunakan minyak penghangat badan.

Dia mengaku masuk angin sehingga tetap  berada di atas pikap. Karena pengeras suara cukup bagus sehingga bisa mendengarkan pengajian dari luar.

Ustad KH Faqihuddin mengisi pengajian Ahad Wagen PDHI. (arie giyarto/koranbernas.id)
 

Bekal takwa

Ustad KH Faqihuddin dalam pengajiannya mengatakan, momentum Idul Fitri sangat bagus untuk berbakti kepada orangtua.

Mereka nggulawentah anak, tidak sekadar mencukupi pangan, sandang dan papan tetapi juga limpahan kasih sayang.

Menyinggung kematian yang merupakan sebuah keniscayaan, Faqihuddin menegaskan bekal yang terbaik adalah takwa.

Setiap orang jauh-jauh hari wajib mempersiapkannya. Meningkatkan salat lima waktu, tambah rajin membaca Al Quran, melaksanakan puasa, menambah infak, sedekah dan amalan-amalan sesuai ajaran Islam.

Galang dana

Halal bilhalal tersebut juga dimanfaatkan untuk penggalangan dana jamaah untuk kepentingan syiar Islam.

Koordinator kegiatan Hj Siti Fathonah SPd yang dihubungi koranbernas.id belum bisa menyebut berapa dana yang terkumpul. Dia masih menunggu laporan seksi dana. (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini