Kamis, 06 Mei 2021,


pakai-apbd-cara-cepat-pulihkan-ekonomi-diyNarasumber forum diskusi wartawan DPRD DIY. (istimewa)


Siaran Pers
Pakai APBD Cara Cepat Pulihkan Ekonomi DIY

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mendorong Pemda DIY segera memulihkan perekonomian yang sempat minus akibat pandemi. Cara paling cepat adalah melalui belanja langsung dari APBD maupun Dana Keistimewaan (Danais).


“Pembangkitan ekonomi rakyat mendesak kita kerjakan. APBD DIY, APBD kabupaten/kota serta Danais menjadi penggerak ekonomi,” ungkapnya, Jumat (26/3/2021), pada forum diskusi wartawan DPRD DIY.


Menurut dia, pandemi menyebabkan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) serta angka pengangguran dan kemiskinan meningkat signifikan.

Percepatan belanja langsung APBD diyakini berdampak positif bagi bangkitnya para pelaku ekonomi setelah terpuruk. “Duit dari APBD dan Danais bisa berputar di Yogyakarta. Ekonomi semakin cepat membaik,” ungkapnya.


Langkah ini merupakan bagian dari kewajiban Pemda DIY dalam rangka tanggung jawab menciptakan lapangan kerja. Selain itu, juga mendorong berkembangnya industri kreatif dan transformasi digital UMKM.


Pada forum tersebut, Eko Suwanto juga mendorong Pemda DIY menjamin ketersediaan pangan. Artinya, Pemda harus tanggung jawab penuh apalagi menjelang datangnya bulan suci Ramadan.


“Untuk menjamin ketersediaan kebutuhan pangan pemerintah harus mulai menjaga stabilitas harga. Covid-19 ini ceritanya panjang. Komisi A akan melakukan kajian dampak sosialnya,” kata dia.

Sebagai narasumber, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Pembayun Setyaning Astuti, memaparkan perkembangan vaksinasi sebagai program pemerintah pusat yang sudah berjalan saat ini.

“Pertanyaannya apakah vaksin sudah optimal? Efektivitas vaksin itu setelah 28 hari suntikan kedua. Bukan berarti 14 hari nggak terpakai. Tetap terpakai,” ujarnya.

Vaksinasi di DIY sudah masuk tahap dua dengan sasaran pelayanan publik serta lanjut usia (lansia). Disebutkan, sampai 25 Maret 2021 dari target vaksinasi pelayan publik sejumlah 334.754, dosis pertama sudah menyasar 33,8 persen. Sedangkan dosis kedua 14,38 persen.

Vaksin untuk lansia sejumlah 295.349 orang. “Ini menjadi PR. Baru tersasar 9,16 persen dosis pertama dan 0,22 persen dosis kedua. Lansia harus lebih aman dan hati-hati hati. Vaksinasi lansia harus di rumah sakit, ada kabupaten yang melaksanakan di Puskesmas, tidak masalah sepanjang berhati-hati,” ujarnya.

Pembayun sepakat sasaran vaksin untuk para guru SMA, sektor pariwisata, lansia maupun UMKM terkait dengan pembangkitan ekonomi.

Ditanya sampai kapan targetnya, Pembayun menjelaskan maunya cepat selesai, jangan sampai ganti tahun masih mengurusi vaksin. Adapun ketersediaan vaksin dari pemerintah pusat ke DIY lancar.

“Suplai tergantung kecepatan kita melaksanakan vaksinasi. Jika cepat dijanjikan suplai setiap sepuluh hari,” kata dia.

Pada bagian lain Pembayun menyampaikan Covid-19 hampir sama penyakit flu namun dirinya tidak berani memastikan karena butuh narasumber ahli. Dengan kata lain vaksinasi mungkin bisa berlangsung lama.  “Kemungkinan iya. Seperti itu. Kemungkinan bisa saja terjadi,” ungkapnya. (*)


TAGS: DPRD  DIY  Komisi-A 

SHARE

'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini