atas1

Orang-orang Kaya Berebut Beri Takjil Jamaah Umrah

Minggu, 12 Mei 2019 | 22:07:57 WIB, Dilihat 5143 Kali - Oleh Arie Giyarto

SHARE


Orang-orang Kaya Berebut Beri Takjil Jamaah Umrah Drg Ircham dan sebagian jamaahnya istirahat saat sa'i putaran ke empat. (istimewa)

Baca Juga : TKD DIY Bersyukur Target 70 Persen Tercapai 69 Persen


KORANBERNAS.ID --  Suhu udara yang sangat panas sama sekali tidak menyurutkan semangat muslimin dan muslimat melakukan ibadah umrah di bulan Ramadan 1440 H atau 2019 M. Justru sebaliknya jamaah melimpah ruah datang dari seluruh penjuru dunia, melebihi bulan-bulan biasa.

Jalanan menuju Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram penuh sesak. Ini antara lain karena mereka yakin umrah di bulan suci Ramadan pahalanya seperti haji.

Membeludaknya jamaah sudah terasa sejak di jalan-jalan sewaktu berangkat ke Masjid Nabawi di Madinah maupun menuju Masjidil Haram di Mekkah.

"Setelah kami masuk Masjidil Haram, Subhanallah,  jamaah penuh sesak," kata Drg Ircham Machfoedz menuturkan kepada koranbernas.id, Minggu (12/5/2019).

Terpaksa dia bersama istrinya serta rombongan jamaah umrah Anamona Tour and Travel yang dikawalnya tawaf di lantai tiga. Memang lebih jauh jaraknya. Usai tawaf dilanjutkan sa'i. Situasi Bukit Shafa dan Bukit Marwa tidak berbeda. Jamaah berjubel.

Jamaah salat sunah usai umrah. (istimewa)

Suhu 50 derajat

Suhu udara memang sangat  panas, apalagi untuk ukuran Yogyakarta maupun Indonesia umumnya. Di Madinah tercatat suhu mencapai 45 derajat C dan di  Mekkah bahkan 50 derajat C.

Meski begitu, jamaah yang berjalan kaki dari hotel ke masjid di Madinah yang berjarak sekitar 200 meter dan jarak 300 meter di Mekkah, atas izin Allah SWT tidak terasa berat.

Bahkan hampir terasa biasa saja. Padahal apabila ditotal sudah sekitar 20 km pulang balik hotel ke masjid. Mencuci baju cukup di-canthel-kan di pintu saja tidak begitu lama langsung kering.

Takjilan di halaman Masjidil Haram Mekkah. Makanan ditata pada meja panjang. Pengusaha dan orang-orang kaya  berlomba menjamu jamaah umrah dengan makanan enak-enak. (istimewa)

Berebut beri takjil

Suasana menjelang Maghrib memang menarik. Tidak hanya di dalam masjid, takjilan tersedia di tempat duduk masing-masing jamaah bahkan meluber sampai pelataran.

Semua jamaah kebagian. Makanan ditata dalam meja-meja panjang.

"Saat masuk masjid kami disongsong oleh anak- anak muda. Ditarik-tarik ke arah menu yang mereka sediakan," kata Ircham.

Pada satu blok dengan blok lainnya tersedia menu yang berbeda-beda tergantung pemberi sedekah.

Pada saat Ramadan, para pengusaha dan orang-orang kaya di negara itu memang berlomba-lomba menjamu jamaah umrah dengan memberikan takjilan yang enak untuk berbuka puasa.

Memberi makanan untuk berbuka puasa pahalanya sangat luar biasa.

"Pada saat demikian, antarjamaah saling membantu mengambilkan air zamzam misalnya. Itu membahagiakan kami," kata Ircham.

Sebagai pembimbing haji dan umrah lebih dari sepuluh kali ke tanah suci, bagi Ircham, inilah umrah bulan Ramadan pertamanya.

Dosen ilmu kesehatan di beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta sekaligus pembimbing haji KBIH Ar Rahmah ini mengaku dirinya merasakan pengalaman yang luar biasa. (sol)



Minggu, 12 Mei 2019, 22:07:57 WIB Oleh : Sholihul Hadi 504 View
TKD DIY Bersyukur Target 70 Persen Tercapai 69 Persen
Sabtu, 11 Mei 2019, 22:07:57 WIB Oleh : Arie Giyarto 450 View
Terbukti Puasa Itu Menyehatkan Badan
Sabtu, 11 Mei 2019, 22:07:57 WIB Oleh : Arie Giyarto 644 View
Dengarkanlah Bisikan Malaikat..

Tuliskan Komentar