obyek-wisata-ditutup-tiap-senin-ada-wisatawan-yang-keceleSalah satu kegiatan pembersihan dengan penyemprotan disinfektan di kawasan Pantai Pok Tunggal di wilayah Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Senin (3/8/2020). (sutaryono/koranbernas.id)


St Aryono

Obyek Wisata Ditutup Tiap Senin, Ada Wisatawan yang Kecele

SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL -- Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul menutup semua tempat wisata. Penutupan secara serentak ini diberlakukan pada setiap hari Senin.


Baca Lainnya :

 

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti, langkah ini diambil dalam upaya untuk pembersihan kawasan wisata, di antaranya dengan melakukan penyemprotan disinfektan.


Baca Lainnya :

 

"Setiap Senin semua obyek wisata off. Ini dilakukan untuk pembersihan dan disinfektan,” kata Asti Wijayanti, Senin (3/8/2020).

 

Kebijakan ini sudah mulai diterapkan sejak satu bulan lalu, bersamaan uji coba pembukaan kawasan wisata. Meski demikian, masih banyak wisatawan yang tidak tahu. Tidak mengherankan, setiap hari Senin masih saja ada wisatawan yang kecele.

 

“Waduh... Jauh-jauh datang mau berwisata di Gunungkidul, ternyata tutup ya. Payah,” kata Priyambodo, wisatawan asal Muntilan, ketika akan berwisata di Pantai Baron.

 

Meski mengaku kecewa, tetapi rombongan wisata satu mobil ini harus rela mengurungkan niatnya untuk berwisata di Gunungkidul. Menurutnya, dirinya tidak tahu jika ada kebijakan semua obyek wisata di Gunungkidul pada hari Senin ditutup.

 

“Tahu-tahu setelah sampai di Wonosari. Ketika mengisi BBM ada yang memberitahu,” tuturnya.

 

Priyambodo berharap Dinas Pariwisata makin gencar melakukan sosialisasi. “Mungkin yang paling mudah dengan memasang spanduk dan ditempatkan setiap pintu masuk Gunungkidul sehingga wisatawan luar daerah tahu dan tidak kecewa, sebagaimana saya ini,” katanya.

Sementara itu salah satu pedagang makanan di kawasan Pantai Baron, Ngatini, mendukung kebijakan Dinas Pariwisata yang meliburkan kunjungan wisata setiap Senin. “Selain istirahat juga untuk melakukan penyemprotan. Ini penting, agar wilayah wisata ini bersih virus Corona,” ucapnya.

 

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono, menambahkan dalam pembukaan destinasi wisata, pihaknya tetap mengutamakan protokol kesehatan. “Kami tidak hanya mengejar jumlah kunjungan wisata yang tentu saja berdampak pada pendapatan daerah, tetapi protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan,” katanya.

  Menurutnya, protokol kesehatan harus ditaati. Selain menutup semua kunjungan wisata setiap Senin, juga semua pengunjung yang datang akan dicek suhu tubuh dan wajib menggunakan masker. Selain itu, di setiap destinasi juga disediakan fasilitas cuci tangan, serta memberikan akses keluar masuk yang berbeda bagi pengunjung. (eru)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini