novenda-raih-nilai-un-tertinggi-sma-se-jawa-tengah-Novenda Rian Purwosembodo. (istimewa)


prasetiyo

Novenda Raih Nilai UN Tertinggi SMA se Jawa Tengah

Senang Game, Belajar Kalau Lagi Mood
SHARE

KORANBERNAS.ID -- Ada kebanggan tersendiri pada Novenda Rian Purwosambodo  (18), siswa Kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Purbalingga. Rian, panggilan akrabnya, yang baru saja lulus ini meraih prestasi membanggakan dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer  (UNBK) tahun pelajaran 2018/2019.

Remaja yang bercita-cita kuliah Diploma Tiga (D-3) jurusan Pajak Politeknik Keuangan Negara-Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN-STAN) ini meraih nilai Ujian Nasional (UN) tertinggi tingkat Provinsi Jawa Tengah dari 1.464 SMA/MA di provinsi ini.


Baca Lainnya :

Nilai UN yang diraih Rian untuk empat mata pelajaran, total 392. Perinciannya, Bahasa Indonesia dapat nilai 98, Bahasa Inggris (94), Matematika (100) dan Ekonomi 100. Rata-ratanya 98.

“Dari empat mata pelajaran (mapel)  UN itu, persiapan mapel Ekonomi  dan Matematika merupakan yang paling matang. Saya paling suka belajar dua mapel itu. Dan saya memang mantap memilih jurusan IPS, karena saya memang minat di bidang ekonomi,”   ujar Novenda Rian Purwosambodo ketika ditemui  di rumahnya RT 2/RW 3 Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet Purbalingga Jateng, Jumat (17/5/2019) sore.


Baca Lainnya :

Untuk mapel Ekonomi dan Matematika, lanjut Rian,  tidak menyangka bakal dapat memperoleh nilai 100.

“Karena ada beberapa soal yang saya nggak bisa mengerjakan, akhirnya saya jawab sembarang dan ternyata jawabannya betul. Jadi, merasa kaget, senang dan bersyukur. Apalagi sampai dinyatakan sebagai peraih nilau UN tertinggi se Jateng,” ujar Rian, yang juga alumni SMPN 3 Purbalingga tahun 2015/2016 ini.

Dengan perolehan nilai UN total 392 itu, Rian mampu mengungguli prestasi SMA-SMA ternama di Jateng yang sebelumnya selalu meraih nilai UN tertinggi.

Di antaranya SMAN 1 Surakarta, SMAN 1 Magelang, SMA Taruna Nusantara Magelang, SMA 3 Semarang dan SMA Regina Pacis Surakarta.

Rian adalah anak ke dua dari tiga bersaudara. Ia lahir di Purbalingga 18 November 2000, dari pasangan Rasmo S Pd M Pd, kepala SD Negeri 3 Tangkisan Kecamatan Mrebet Purbalingga dan Elis Lusiani S Pd SD, guru SD Negeri  2 Tlahab Lor Kecamatan Karangreja Purbalingga.

Novenda bersama ibunya, Elis Lusiani SPd SD, guru SD Negeri  2 Tlahab Lor Kecamatan Karangreja Purbalingga. (istimewa)

Setamat SMAN 1 Purbalingga, lanjut Rian, dirinya memiliki target utama masuk D3 Pajak PKN STAN di Jakarta. “Saya menyadari, persaingan masuk PKN STAN sangat ketat. Maka saya harus belajar keras. Sedangkan cadangannya saya ada rencana ambil jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)  UNS jurusan Ekonomi Pembangunan,” ujar Rian yang di SMAN 1 Purbalingga aktif di ekstra kurikuler jurnalistik ini.

Ditanya persiapannya menghadapi UNBK tempo hari, Rian mengaku  belajar dari jauh-jauh hari.

“Materi sedikit demi sedikit saya pelajari. Juga rutin latihan mengerjakan soal-soal dari internet maupun di grup Whatsapp. Kalau sudah agak bosen, main game sebentar atau buka-buka sosial media buat baca berita-berita ter-update. Terus  kalo pengin keluar ya aku ajak teman-teman buat main, meskipun cuma kumpul, dan sharing-sharing,” ujar Rian.

Jadi, sambung Rian, belajar baginya bukan karena paksaan. “Saya belajar biasa seperti umumnya teman-teman. Ya, sesuai mood saja. Nggak belajar terus-terusan juga. Ada waktunya untuk istirahat, refreshing, kumpul-kumpul sama teman biar nggak jenuh mikirin pelajaran maupun mikirin UN,” ujar Rian yang juga hobi video editing dan fotografi ini.

Dan yang penting, lanjut Rian,  minta doa restu dan support ke orang tua, keluarga, dan orang-orang  sekitar. “Karena support mereka sangat penting untuk mental kita dalam menghadapi ujian. Dan yang paling penting juga jangan tinggalkan ibadah baik wajib maupun sunnah,” tandas Rian.

Sebagai remaja milenial yang akrab dengan android dan laptop, Rian mengaku senang game.

“Utamanya saya senang main game sepak bola. Dari SMP saya suka main PES (Pro Evolution Soccer), yakni  dari PES 2012 sampai PES 2017, karna PES 2018 & PES 2019 laptop saya nggak kuat he he he,” ujar Rian sambil tertawa.

Meskipun senang game, lanjut Rian, juga harus tahu waktu. “Pesan saya kepada adik-adik kelas, jadilah pelajar yang rajin,  jangan males-malesan,” pesannya.

Karena, sambung Rian,  masa SMA itu masa yang cukup menentukan bagi masa depan kita. “Game boleh, tapi  ya harus tahu waktu, harus konsekuen, bagi waktu untuk belajar juga. Dan mulai dipikirkan kalian setelah SMA mau ke mana, ke perguruan tinggi negeri, swasta, atau kedinasan. Serta yang paling penting jangan patah semangat kalo dapet nilai jelek, selalu berusaha dan berdoa,” pesan Rian. (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini