atas1

Ngatinem Tak Lagi Repot Buang Air Besar

Senin, 14 Jan 2019 | 15:00:05 WIB, Dilihat 651 Kali - Oleh Endri Yarsana

SHARE


Ngatinem Tak Lagi Repot Buang Air Besar Petugas memasang closed program Minti Jambul di Desa Wonocoyo Kecamatan Wonoboyo  Temanggung. (endri yarsana/koranbernas.id)

Baca Juga : Pemuda Jogja Membumikan Pancasila


KORANBERNAS.ID -- Puskesmas Wonoboyo Temanggung mencanangkan program kegiatan pembangunan jamban keluarga di Desa Wonocoyo.

Program bertajuk Minti Jambul atau minimal tiga jamban terbangun setiap bulan itu dicanangkan oleh Kepala Puskesmas Wonoboyo, dr Sarjono.

Pencanangan yang ditandai pembangunan tiga jamban sekaligus itu dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait.

Dokter Sarjono ketika ditemui, Senin (14/1/2019) mengatakan, Minti Jambul merupakan program unggulan Puskesmas Wonoboyo.

Tujuannya untuk meningkatkan akses sanitasi di wilayah kerjanya yang saat ini masih rendah, baru mencapai 70 persen.

Minti Jambul dilaksanakan bertahap dan berkelanjutan di semua desa serta didukung oleh lintas sektor di wilayah kerja Puskesmas Wonoboyo. “Salah satu desa yang menjadi sasaran yakni Desa Wonocoyo,” ungkapnya.

Berdasarkan pendataan, di desa tersebut masih banyak warga utamanya warga kurang sejahtera yang memiliki jamban  tetapi kurang memadai untuk kepentingan buang air kecil maupun buang air besar.

“Kalau toh memiliki jamban kondisinya  kurang  baik, tidak memenuhi standar kesehatan, hanya dibuat sederhana," ungkapnya.

Bahkan masih dijumpai warga buang air besar di sungai maupun pekarangan sehingga mencemari lingkungan. “Oleh karena itu kita tergerak untuk memberikan bantuan pembuatan jamban,” tambahnya.

Seorang warga penerima bantuan, Ngatinem (42), mengemukakan dirinya merasa berterima kasih sudah dibantu dibuatkan jamban sehingga tidak kerepotan lagi ketika mau buang air besar maupun buang air kecil.

Kondisi itu jauh berbeda dengan sebelumnya. Dia kerap memanfaatkan  sungai sebagai tempat  buang air besar.

Program Minti Jambul mulai dilaksanakan 2017 dan ternyata memperoleh respons positif dari berbagai pihak yang tergerak dengan sukarela memberikan bantuan pendanaan.

Sejak pertama kali diluncurkan sampai saat ini sedikitnya sudah terbangun tidak kurang dari 300 unit jamban tersebar di sejumlah desa.

Dokter Sarjono berharap warga yang sudah dibantu hendaknya memanfaatkan fasilitas itu sebaik-baiknya sehingga tidak lagi buang air besar maupun kecil di sembarang tempat.

Terpisah, Plt Kepala Bappeda Kabupaten Temanggung Ripto Susilo, menyambut positif inovasi Puskesmas Wonoboyo melaksanakan program Minti Jambul.

Program itu menjadi juara pertama Kompetisi Kreativitas dan Inovasi (Krenova) Perangkat Daerah Tahun 2018 yang diselenggarakan Bappeda Kabupaten Temanggung.

"Minti Jambul merupakan Inovasi Jambanisasi, Langkah Sederhana, Manfaat dan Mengena, Menuju Kecamatan Wonoboyo Open Defacation Free (ODF)," terangnya.

Dia berharap Minti Jambul bisa ditiru oleh Puskesmas-Puskesmas lain  sehingga bisa membantu percepatan ketersediaan jamban yang memadai bagi warga tidak mampu. (sol)



Senin, 14 Jan 2019, 15:00:05 WIB Oleh : Sholihul Hadi 613 View
Pemuda Jogja Membumikan Pancasila
Senin, 14 Jan 2019, 15:00:05 WIB Oleh : Sholihul Hadi 564 View
Kawal Dana Kelurahan untuk Kesejahteraan
Sabtu, 12 Jan 2019, 15:00:05 WIB Oleh : Arie Giyarto 829 View
Jenuh dengan Beton, Wisatawan Berburu Suasana Desa

Tuliskan Komentar