atas1

Napi Lapas Sleman Diduga Kendalikan Peredaran Sabu-Sabu di Kebumen

Jumat, 21 Des 2018 | 19:03:43 WIB, Dilihat 1594 Kali
Penulis : Nanang WH
Redaktur

SHARE


Napi Lapas Sleman Diduga Kendalikan Peredaran Sabu-Sabu di Kebumen Kapolres Kebumen AKBP Roberto Pardede menunjukan barang bukti perkara sabu-sabu kepada wartawan, Jumat ((21/12/2018). (istimewa)

Baca Juga : Warga Jogja Turun Jalan Kutuk Kekerasan di Xinjiang


KORANBERNAS.ID -- Satuan Reserse Narkoba Polres Kebumen berhasil mengungkap dugaan seorang narapidana (napi) Lapas Narkotika Kelas II A Sleman sebagai pengendali kurir sabu-sabu di Kebumen.

Dari kelompok ini, penyidik menetapkan empat  tersangka. Selain napi, seorang tersangka pengedar ketika menyerahkan diri diketahui merupakan anggota Banpol Satuan Polisi Pamong Praja Kebumen dengan status tenaga outsourcing.

Kapolres Kebumen AKBP Roberto Pardede kepada wartawan, Jumat (21/12/2019), menjelaskan terungkapnya kasus ini berawal dari ditangkapnya  JS (30) warga Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Jawa Tengah, Jumat (07/12/2018) malam.

JS ditangkap di Jalan Belitung Kelurahan Bumirejo Kecamatan Kebumen ketika berada di pinggir jalan. “Penyelidikan perkara ini setelah ada informasi dari masyarakat,“ kata Roberto Pardede.

Dari pengembangan penyidikan, ternyata dia memperoleh sabu-sabu dari tersangka DRD (20) warga Kelurahan Selang Kecamatan Kebumen. Tersangka DRP peredaran barang haram itu yang dikendalikan  oleh EAS, napi Lapas Kelas Narkotika Kelas  II A  Sleman.

“Pengendali  peredaran  sabu-sabu di Kebumen seorang napi Lapas,“ kata Roberto Pardede didampingi Kepala  Satuan Reserse Narkoba Polres Kebumen, Iptu Mardi SH.

Napi EAS mengendalikan peredaran sabu-sabu dengan cara berkomunikasi menggunakan handphone. Pemilik sabu-sabu disebut bernama Robet yang belum diketahui posisinya.

Penyidik telah menetapkan EAS menjadi tersangka dalam  perkara yang sama. Namun terpidana perkara narkoba  yang telah divonis hukuman 8 tahun penjara itu masih berada di Lapas Narkotika Sleman.

Barang bukti sabu-sabu siap dimusnahkan. (nanang wh/koranbernas.id)

Terungkapnya EAS sebagai pengendali kurir berdasarkan  pengakuan  tersangka DRD dan tersangka WW (23),  warga Desa Gemeksekti tenaga kontrak Satpol PP Kebumen. Tersangka WW mengaku  mendapatkan sabu-sabu setelah berkomunikasi dengan EAS.

Iptu Mardi menambahkan, di antara tersangka sebelumnya tidak saling mengenal. Tersangka baru saling  mengenal setelah ditahan di Mapolres Kebumen.

Hal itu dinyatakan benar oleh tersangka WW yang mengaku mendapatkan uang jasa kurir Rp 50.000 setiap kirim satu paket sabu seharga Rp 500.000. Dia juga baru mengenal tersangka DRD setelah jadi tersangka.

Barang bukti yang berhasil disita dari ketiga tersangka terdiri enam paket sabu-sabu, peralatan  mengisap sabu-sabu, uang tunai Rp 640.000, sepeda motor, 2 timbangan elektrik, serta 3 handphone.

Barang bukti selain sabu-sabu, merupakan sarana kejahatan yang digunakan ketiga tersangka.(sol)



Jumat, 21 Des 2018, 19:03:43 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1327 View
Warga Jogja Turun Jalan Kutuk Kekerasan di Xinjiang
Jumat, 21 Des 2018, 19:03:43 WIB Oleh : Nila Jalasutra 928 View
Karena Ini, Harga Ikan Laut Naik
Kamis, 20 Des 2018, 19:03:43 WIB Oleh : Nila Jalasutra 1353 View
Bayar Retribusi Sampah pun Pakai Internet Banking

Tuliskan Komentar