atas

Musisi Kondang Bikin Rumah untuk Masyarakat Jogja

Senin, 19 Nov 2018 | 20:15:02 WIB, Dilihat 1040 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Musisi Kondang Bikin Rumah untuk Masyarakat Jogja Katon Bagaskara didampingi Tim Kampanye Katon 4 Jogja saat launching laman dan pembukaan Ndalem Bagaskaran yang bertempat di Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta, Minggu (18/11/2018) malam. (Muhammad Zukhronnee Ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Tak Sabar Bentuk LAMP, Lebih Cepat Lebih Bagus


KORANBERNAS.ID -- Dua petak sawah membujur kebarat, lampu dengan pendar kekuningan menggantung disepanjang pematang yang malam itu disulap bak sebuah koridor. Foto-foto kegiatan dipasang kiri dan kanan. Sebuah Rumah Joglo berukuran sedang menghadap ke utara, umpak yang tak terlalu tinggi dihiasi bunga-bunga.

Seorang pelukis ekspresionis ternama sengaja diminta melukis on the spot. Di ujung koridor berkarpet merah itu, Bayu Wardhana, seniman 54 tahun itu adalah salah satu pelukis generasi 1980an yang masih lalu lalang bahkan tak hanya diruang pamer.

Bayu tengah sibuk mengguratkan pisau palet di atas dua bidang kanvas berukuran dua meter. Warna-warni harmonis meliuk-liuk membentuk komposisi. Sebuah sudut kota Jogja tergambar, Becak dan lampu kota yang khas ikut tertoreh. Bayu khusuk memilah warna dalam tube-tube cat miliknya.

Sementara lagu-lagu kekinian dimainkan secara langsung oleh anak-anak usia Sekolah Menengah Pertama. Mereka terlihat sangat piawai, bahkan saat solo Gitar dan mendemokan solo Bass.

Puluhan tamu duduk santai mengobrol. Dengan mengenakan T-shirt hitam dan jeans biru Si Tuan Rumah ramah menyapa. Dialah Katon Bagaskara, musisi kenamaan yang memang lekat di ingatan masyarakat Yogyakarta. Bagaimana tidak, lagu Yogyakarta karya Katon dan grupnya Kla Project sudah seperti lagu kebangsaan buat masyarakat Yogyakarta, terlebih mereka yang sudah tidak lagi tinggal di Jogja, kota yang memiliki puluhan sebutan ini. Sebut saja Kota Gudeg, Kota Pelajar, Kota Budaya, Kota Bakpia, Kota Pasar Tradisional, dan masih banyak lagi, Istimewa memang.

Saat sepasang MC (Master of Ceremonies, Pembawa Acara-red) bertanya kepada para para tamu apakah kenal dengan Tuan rumah acara ini? Serta merta hadirin menjawab, "Mas Baskoro, Mas Baskoro" Sepertinya memang susah mengeja kata "Bagaskara" dengan tepat bagi rata-rata orang jawa paruh usia.

Minggu (18/11/2018) malam, semua tamu hadir dalam rangka menyaksikan peluncuran laman dan pembukaan Ndalem Bagaskaran yang bertempat di Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta.

Lurah Desa Banyuraden Ir. Sudarisman meyambut baik keberadaan Ndalem Bagaskaran ini. Menurutnya hal ini sesuai dengan program Desa Banyuraden yaitu bertanggungjawab bersama mendidik generasi muda.

Dengan adanya Ndalem Bagaskaran ini bisa menjadi tempat berkumpulnya tokoh-tokoh seni yang banyak terdapat di Banyuraden.

"Mudah-mudahan Dalem Bagaskaran bisa melahirkan tokoh-tokoh bangsa yang handal, semoga 15 atau 25 tahun kedepan ada yang menjadi pemimpin," harap Sudarisman.

Pelukis Bayu Wardhana saat Melukis on the spot di Ndalem Bagaskaran. Minggu (18/11/2018) malam. (Muhammad Zukhronnee Ms/koranbernas.id)

Sementara itu ketua tim kampanye Katon 4 Jogja Purwo Danis Irawan kepada koranbernas.id mengatakan, ndalem ini akan menjadi rumah mas Katon Bagaskara. Wadah untuk warga bertemu langsung dengan mas Katon dan menyampaikan aspirasinya langsung.

"Ndalem Bagaskaran ini terbuka untuk siapapun yang ingin mengembangkan ide kreatifnya," terang Danis.

Selain resmi dibukanya Ndalem Bagaskaran untuk umum juga dilaunching website katon.id. Sebuah portal untuk memantau semua kegiatan Katon Bagaskara yang mungkin luput oleh media juga sebagai wadah untuk menyampaikan ide.

Katon Bagaskara sebagai tuan rumah menambahkan bahwa selama ini seni hanya dijadikan hiasan. "Nah dengan adanya Ndalem Bagaskaran ini harapannya seni merupakan sebuah kekuatan". Paparnya.

"Semua bisa bergabung di Ndalem Bagaskaran, baik musisi, pelukis, seniman ukir, dan banyak lagi macamnya, pokoknya terbuka untuk semua," pungkasnya.(yve)



Senin, 19 Nov 2018, 20:15:02 WIB Oleh : Sholihul Hadi 411 View
Tak Sabar Bentuk LAMP, Lebih Cepat Lebih Bagus
Senin, 19 Nov 2018, 20:15:02 WIB Oleh : Masal Gurusinga 420 View
TPS Pasar Karangan Tertutup untuk Sampah
Senin, 19 Nov 2018, 20:15:02 WIB Oleh : Nanang WH 355 View
Festival Sepeda Ini Kenalkan Geopark Nasional

Tuliskan Komentar