atas1

Miris, Mayoritas Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar

Kamis, 27 Des 2018 | 08:59:27 WIB, Dilihat 1593 Kali
Penulis : Prasetiyo
Redaktur

SHARE


Miris, Mayoritas Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar

Baca Juga : Siap-siap, Bakal Ada Royal Wedding di Jogja


KORANBERNAS.ID-- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Kabupaten Purbalingga Istantiyono S.Sos mengaku prihatin dengan kasus penyalahgunaan narkoba,utamanya obat-obatan golongan  sedatif  hipnotik (psikotropika) di Purbalingga. Pasalnya, mayoritas pelakunya berstatus pelajar usia SMP dan SMA/SMK atau usia produktif.

"Meskipun Purbalingga tergolong kabupaten kecil namun kasus penyalahgunaan narkoba utamanya obat golongan  sedatif  hipnotik (psikotropika) sangat memprihatinkan. Selama tahun 2018, kami melayani 22 klien, mayoritas pelajar usia SMP dan SMA/SMK,"  ujar Istantiyono  pada press release akhir tahun 2018 di Purbalingga, Rabu (26/12/2018).

Obat-obatan golongan sedatif hipnotik (psikotropika) merupakan golongan obat pendepresi susunan saraf pusat (SSP). Efeknya bergantung dosis, mulai dari ringan yaitu menyebabkan tenang atau kantuk, menidurkan, hingga berat yaitu kehilangan kesadaran, keadaan anestesi, koma dan mati. Dalam bahasa dagang, yang termasuk psikotropika, diantaranya midazolam, alprazolam, diazepam, clobazam, thiopental dan Phenobarbital, propofol, ketamin, dan dekstromethorpan.

Dari 22 klien itu,  semuanya direhabilitasi medis dengan rawat jalan di wilayah Purbalingga. Yakni 13 klien di RSUD dr.R.Goetheng Taroenadibratha,  8 klien di klinik Siloam dan seorang di RSU Harapan Ibu.

Selain itu, karena kondisi klien yang sudah parah, BNN Purbalingga juga merujuk 2 klien lainnya untuk menjalani rehabilitasi rawat inap. Yakni seorang ke Rumah Sakit Jiwa dr Soerojo Magelang,dan seorang lagi ke Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya (PSRSKP Napza) "Satria" di Baturraden,Kabupaten Banyumas.

Istantiyono menjelaskan, para pelajar yang menyalahgunakan obat-obatan itu,semula coba-coba, karena pengaruh teman, dan lama-lama kecanduan.

Untuk mencegah penyalahgunaan obat-obatan di kalangan pelajar itu,lanjut Istantiyono, pihaknya belakangan gencar melakukan tindakan pencegahan dengan melakukan sosialisasi, dan pemeriksaan pupil mata serta cek urine dengan rapid test narcotics di sekolah-sekolah.

"Kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan itu juga gencar  kami lakukan di instansi-instansi pemerintah maupun swasta. Secara keseluruhan, selama tahun 2018, kami sudah melakukan pemeriksaan pupil mata kepada  1.185 orang dan 291 orang peserta cek urine dengan rapid test narcotics," ujarnya.

Istantiyono juga menjelaskan, selama tahun 2018, BNN Kabupaten Purbalingga berhasil membekuk empat tersangka kasus narkoba.  

Para tersangka tersebut terkait dua kasus Laporan Kejahatan Narkotika (LKN). Atas  nama  EH dan AS yang dilakukan penangkapan  pada 16 April  2018  dengan  barang  bukti  Methampethamine  seberat  0.44  gram.

Kasusnya kini  telah mendapat  putusan  pengadilan.  EH  dengan  putusan  3  tahun  pidana  penjara dan denda Rp 800.000.000 subsider 3 bulan kurungan. AS dengan putusan 2 tahun pidana penjara dan denda Rp 800.000.000 subsider 3 bulan kurungan.

LKN kedua atas nama STE  dan STO yang dilakukan penangkapan pada tanggal 23 Oktober 2018 dengan barang  bukti Methampethamineseberat 0.35 gram dan saat ini dalam proses persidangan.

"Pada tahun 2017, BNN Purbalingga menyelesaikan 3 LKN dengan 3 tersangka dan pada tahun 2018 ini terselesaikan 2 LKN dengan 4 Tersangka. Jumlah total barang bukti dari 2 Kasus yang ditangani oleh BNN Purbalingga adalah 0.79 gram Methampethamine.  Jadi tahun 2018 ada peningkatan kasus yang kami  tangani,” jelasnya. 

Istantiyono menjelaskan, untuk melayani masyarakat terkait penyalahgunaan Narkoba, BNN Purbalingga akan membuka klinik sendiri. Saat ini,izin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga sudah turun. Klinik itu akan dilengkapi dokter dan para medis.

"Rencananya, klinik yang berada di kompleks Kantor BNN Purbalingga itu akan kami resmikan akhir Januari 2019," ujar Istantiyono.(yve)

 


Kamis, 27 Des 2018, 08:59:27 WIB Oleh : W Asmani 1269 View
Siap-siap, Bakal Ada Royal Wedding di Jogja
Kamis, 27 Des 2018, 08:59:27 WIB Oleh : Sari Wijaya 1422 View
Berkat Lombok, Ahmi Juara Internasional
Rabu, 26 Des 2018, 08:59:27 WIB Oleh : Nila Jalasutra 619 View
13 Kendaraan Dinas untuk 7 OPD

Tuliskan Komentar