atas

Miris, 301 Kasus KDRT Terjadi di Sleman

Senin, 15 Apr 2019 | 22:11:39 WIB, Dilihat 201 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Miris, 301 Kasus KDRT Terjadi di Sleman Flashmob Senam Three Ends mewarnai temu Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) di Rumah Makan Pringsewu, Mulungan, Mlati, Sleman, Senin (15/4/2019).(istimewa)

Baca Juga : Lolos OSN, SMA Muha Banjir Prestasi


KORANBERNAS.ID--Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman selenggarakan Temu Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA)  di Rumah Makan Pringsewu, Mulungan, Mlati, Sleman, Senin (15/4/2019).  

Parmi Lahardo, Perwakilan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sleman mengatakan bahwa kegiatan Temu Puspa merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke 103 sekaligus rangkaian acara peringatan Hari Kartini. Kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud untuk melibatkan komponen masyarakat seperti lembaga organisasi masyarakat, dunia usaha dan media masa yang sangat menunjang dalam mengatasi makin maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Tahun 2018, di Kabupaten Sleman terdapat 301 kasus KDRT dan 157 kasus non KDRT. Dengan banyaknya kasus tersebut maka perlu diadakan kegiatan Temu Puspa dengan mensosialisasikan Three Ends,” katanya.

Kegiatan yang diawali dengan flashmob Senam Three Ends tersebut dihadiri oleh TP PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Bhayangkari, Persit Kartika Candra Kirana Kabupaten Sleman, dunia usaha, media massa, keagamaan dan Pusat Studi Wanita (PSW).

“Kegiatan ini bertujuan agar dapat menggerakkan komponen yang ada untuk bekerja secara kolaboratif dan bersinergi . Hal ini memberikan kekuatan luar biasa dalam upaya mewujudkan perempuan dan anak yang sejahtera,” tambah Parmi.

Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes menjelaskan bahwa Temu PUSPA merupakan sinergi program-program pemerintah dengan seluruh komponen masyarakat. Menurutnya program kegiatan pemerintah dapat berjalan dengan baik jika didukung oleh komponen masyarakat.

“Diharapkan melalui kegiatan ini juga dapat saling bertukar inovasi dan kreativitas di masing-masing lembaga, OPD, dunia usaha dengan harapan dapat mempercepat terwujudnya kesejahteraan perempuan dan anak,” tandasnya.

Pembukaan Temu Puspa ditandai dengan peluncuran  Forum Puspa ‘Semanggem’ (Semangat Melindungi Generasi Emas) oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo didampingi Kepala Dinas P3AP2KB dan jajarannya. Acara dilanjutkan workshop dengan materi ‘Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak (GN-AKSA),PUSPA dan implementasinya. (yve)



Senin, 15 Apr 2019, 22:11:39 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 1057 View
Lolos OSN, SMA Muha Banjir Prestasi
Senin, 15 Apr 2019, 22:11:39 WIB Oleh : Nanang WH 299 View
Sekarang, Orang Dengan Gangguan Jiwa Bisa Rawat Inap
Senin, 15 Apr 2019, 22:11:39 WIB Oleh : Masal Gurusinga 205 View
Kerja Tak Beres, Bupati Ini Ancam OPD

Tuliskan Komentar