atas1

Meski Direhab, Pedestrian Kotabaru Belum Ramah Difabel

Rabu, 05 Des 2018 | 00:21:25 WIB, Dilihat 428 Kali - Oleh W Asmani

SHARE


Meski Direhab, Pedestrian Kotabaru Belum Ramah Difabel Pekerja memasang guiding block bagi disabilitas di Kawasan pedestrian Kotabaru, Selasa (4/12/2018). (w asmani/koranbernas.id)

Baca Juga : Tak Perlu Khawatir Stok Beras Jogja


KORANBERNAS.ID -- Pemerintah Kota Yogyakarta terus berbenah kawasan pedestrian. Salah satunya di kawasan Kotabaru yang tengah direhab. Namun sepertinya upaya tersebut belum sepenuh bermanfaat bagi kaum difabel. Forum Pemantau Independen (Forpi) menyebutkan, pemasangan guiding block atau jalur pemandu bagi difabel belum sempurna.

"Saya belum menyatakan seratus persen, pedestrian kawasan Kotabaru ramah terhadap penyandang disabilitas," papar Harry Cahya, Koordinator Forpi, disela acara pemantauan kawasan pedestrian Kotabaru Forpi Kota Yogyakarta, Selasa (4/12/2018).

Menurut Harry, berdasarkan pengalaman pedestrian di Beringharjo, guiding bloc untuk penyandang disabilitas patah akibat terlindas roda gerobak. Sebab pemasangan tanda tersebut dibawahnya hanya ada dua drat.

Perencana semestinya belajar dan mengevaluasi pengalaman pedestrian di Malioboro dan Beringharjo. Dengan demikian kedepannya bisa disempurnakan lagi kebijakan yang ramah terhadap penyandang disabilitas, termasuk untuk kawasan Kotabaru.

Divisi Pemantau dan Investigasi Forpi Kota Yogyakarta, Baharuddin Kamba mengatakan hasil pemantauan tersebut akan diuji coba terlebih dahulu sesuai kelayakan bagi kaum disabilitas. Kalau mereka menyatakan sudah layak, tentunya fasilitas tersebut bisa langsung digunakan.

"Poin berikutnya, kita akan melihat apakah aksesibilitas kursi roda sudah terpenuhi," katanya.

Suasana pedestrian Kotabaru di depan Perpustakaan Kota Yogyakarta, Jalan Suroto Kotabaru, Selasa (4/12/2018). (w asmani/koranbernas.id)

Sementara itu, Manager Lapangan Penataan Kawasan Kotabaru, Beni Sutanto menuturkan proyek yang ditanganinya harus selesai 23 Desember mendatang.

"Kami membangun jalan disisi timur sepanjang 450 meter dan sisi barat dengan panjang yang sama, dan bukan pembangunan tengah jalan," terangnya.

Lanjut Beni, minggu ini ditargetkan proyek tersebut bisa selesai. Pihaknya memastikan ketahanan guiding block untuk penyandang disabilitas di kawasan tersebut cukup kuat.

"Untuk pemasangan almunium anti karat, dengan dibor terlebih dahulu dan dilem," terang Beni.

Menurutnya, bahan tersebut tidak mudah lepas kecuali jika ada kendaraan besar yang melakukan pengereman diatas guiding block yang bisa berakibat tanda tersebut lepas. Apalagi pihaknya akan melakukan perawatan selama tiga bulan kedepan untuk proyek senilai Rp 9,25 Miliar tersebut.

"Tetapi di sini jarang kendaraan besar lewat, kalau mobil yang melintas tidak masalah," tambahnya.(yve)



Selasa, 04 Des 2018, 00:21:25 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 431 View
Tak Perlu Khawatir Stok Beras Jogja
Selasa, 04 Des 2018, 00:21:25 WIB Oleh : W Asmani 545 View
Uniknya Dakon Pura Pakualaman
Selasa, 04 Des 2018, 00:21:25 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 383 View
Jelang Natal, Pasokan Pangan di Jogja Aman

Tuliskan Komentar