atas

Menghafal Quran Lebih Mudah, Cepat dan Menyenangkan

Selasa, 12 Mar 2019 | 22:57:30 WIB, Dilihat 368 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Menghafal Quran Lebih Mudah, Cepat dan Menyenangkan Pelatihan TOT menghafal Al Quran kerja sama PDM Bantul dengan SCI di Gedung Airlangga Banguntapan, beberapa waktu lalu. (istimewa)

Baca Juga : Ini Srategi Sleman Dongkrak Kunjungan Wisatawan


KORANBERNAS.ID – Untuk kedua kalinya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bantul mengadakan kegiatan Training for Trainers  (TOT) Menghafal Al-Quran.

Pelatihan yang berlangsung di Gedung Airlangga Banguntapan, awal bulan ini, diikuti guru agama sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Bantul.

Kegiatan serupa digelar 2 Februari silam Gedung Dakwah Muhammadiyah sekaligus pembukaan TOT 2019. Ini merupakan hasil kerja sama PDM Bantul dengan Cyber School Indonesia (CSI).

Menghafal Al Quran ini dilakukan dengan metode Quantum Reading Quran dan Optimalisasi Proses Belajar dengan metode Indonesian Pedagogical Information and Communication Technologies (IPICT).

“Kegiatan ini merupakan rangkaian sehingga akan digelar secara terus menerus  selama satu tahun, kerja sama PDM Bantul dengan CSI,” kata H Sahari, Ketua PDM Bantul.

Melalui kegiatan itu pihaknya ingin meraih hajat yang sangat besar bagi generasi penerus yang cerdas dan berakhlak mulia serta mengamalkan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.

“Salah satu cara mewariskan nilai-nilai Al Quran adalah melalui guru di Muhammadiyah kepada para siswa didiknya. Maka para guru kita bekali dengan kegiatan ini,” jelasnya.

Menurut Sahari, peserta TOT sejumlah 150 orang tidak hanya guru agama Islam saja tetapi juga guru lain yang berminat terhadap pembelajaran Al Quran.

“Kemudian kami berpikir bersama CSI, tentang bagaimana Al Quran ini menarik diajarkan ke anak didik. Akhirnya ditemukan metode menghapal Al Quran dengan memanfaatkan IT,” terangnya.

Melalui sebuah server atau aplikasi pembelajaran, seorang  guru bisa memberikan pelajaran ke anak didiknya, kendati tidak berada dalam satu tempat tetapi tetap bisa belajar bersama.

Kegiatan TOT digelar selama satu tahun dengan pertemuan berkala dan pada akhirnya diakhiri Musabaqah Hafidz Quran (perlombaan hafalan bacaan Al Quran) pada pertengahan 2019.

“Sekaligus dengan metode pembelajaran ini akan menjawab keresahan orang tua dengan berkembangnya teknologi termasuk handphone yang dimiliki anak-anak. HP bisa digunakan untuk belajar Al Quran,” tambahnya.

Manajer PT Airlangga Area Yogyakarta, Mudrik Mulyatno, mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut. “Kami memfasilitasi dengan pinjaman gedung pelatihan berikut jaringan internetnya,” kata Mudrik.

Dukugan tersebut merupakan bentuk komitmen dari perusahaan penerbitan buku itu, supaya generasi milenial bisa belajar Al Quran dengan intens memanfaatkan teknologi informasi.

Pelatih Training for Trainers Menghafal Al Quran, Abu Rabbani,  mengatakan Quantum Reading Quran merupakan metode cara menghafal Al Quran dengan mudah, cepat dan menyenangkan.

“Caranya adalah meresume pembelajaran tajwid yang awalnya menakutkan menjadi mudah. Hasil dari metode ini orang akan menjadi demam mengaji dan suka membaca Al Quran," katanya.

Sedangkan materi optimalisasi proses belajar dengan metode IPICT disampaikan oleh pengembang aplikasi belajar dengan metode teknologi mobile learning.  Dia adalah Dwi Joko Purbohadi.

"Metode IPICT ini merupakan sebuah kerangka kerja untuk meningkatkan kemampuan seorang guru dengan memanfaatkan IT,” katanya. (sol)



Selasa, 12 Mar 2019, 22:57:30 WIB Oleh : Nila Jalasutra 226 View
Ini Srategi Sleman Dongkrak Kunjungan Wisatawan
Selasa, 12 Mar 2019, 22:57:30 WIB Oleh : Sholihul Hadi 294 View
Dari Tugu Jogja untuk Palestina
Selasa, 12 Mar 2019, 22:57:30 WIB Oleh : Sholihul Hadi 288 View
Masih Ada Waktu bagi KPU Sempurnakan Daftar Pemilih

Tuliskan Komentar