Selasa, 18 Mei 2021,


mengenang-sosok-m-natsir-penyelamat-nkriSosialisasi Empat Pilar MPR di Kantor DPD RI DIY bertema Sejarah NKRI: Mosi Integral M Natsir. (istimewa)


Siaran Pers
Mengenang Sosok M Natsir Penyelamat NKRI

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- April menjadi salah satu bulan bersejarah bagi Indonesia. Tepatnya 3 April 1950, Mohammad Natsir, yang saat itu menjadi ketua Fraksi Partai Masyumi mengajukan "Mosi Integral" di Parlemen RIS (Republik Indonesia Serikat). Mosi Integral Natsir  itu kemudian mengantarkan terbentuknya kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Aanggota MPR RI dari DIY Cholid Mahmud mengatakan, mosi Integral Mohammad Natsir merupakan tonggak sejarah penting dan menentukan dalam sejarah kehidupan bangsa.


Mosi Integral itu menyatukan dan menyelamatkan Indonesia dari upaya perpecahan. Mosi itu juga merupakan bukti komitmen tokoh-tokoh Islam terhadap NKRI. Bung Hatta menyebut peringatan Proklamasi 17 Agustus 1950 untuk kembali kepada NKRI merupakan Proklamasi Kedua.

“NKRI yang diproklamir Soekarna-Hatta, 17 Agustus 1945 faktanya pernah hampir bubar menjadi RIS. Atas peran kepeloporan M Natsir dari Partai Masyumi, dengan gerakan Mosi Integaral-nya di Parlemen, Indonesia kembali berbentuk NKRI," kata Cholid Mahmud pada acara sosialisasi Empat Pilar MPR di Kantor DPD RI DIY Jalan Kusumanegara Yogyakarta, Minggu (11/4/2021).


Pada acara bertema Sejarah NKRI : Mosi Integral M Natsir ini, anggota Komite IV DPD RI itu mengatakan masyarakat perlu diingatkan, tanpa karunia Allah SWT dan kenegarawanan M Matsir dengan Mosi Integralnya itu, mungkin RIS akan berlanjut.


“Kita tidak mengenal lagi NKRI yang sudah dikubur oleh kolonialis Belanda melalui Konferensi Meja Bundar (KMB) 27 Desember 1949,” kata Cholid.


Dia menyatakan, itulah pentingnya memahami dan mengingat peristiwa Mosi Integral Natsir 3 April 1950.  Pemerintah RI pun telah mengakui jasa besar Mohammad Natsir untuk bangsa Indonesia.

Pada tahun 2008 Mohammad Natsir mendapat penghargaan sebagai Pahlawan Nasional.  Salah satu jasa besarnya adalah mengembalikan bentuk negara ke NKRI.

Pada forum yang sama, mantan anggota MPR RI masa awal reformasi, Zulkifli Halim, mengatakan sudah semestinya para politisi dan pemimpin negara ini mencontoh sosok M Natsir.

“Tokoh ini selalu memikirkan permasalahan bangsanya lalu berfipir visioner ke depan mempelopori menghadirkan solusi atas permasalahan tersebut,” ungkapnya.

Anggota KAHMI ini mengungkapkan, Mosi Integral M Natsir pada 3 April 1950 adalah langkah cerdas yang merupakan tonggak yang sangat strategis dalam sejarah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kearifan M Natsir berdialog lintas partai, lintas agama dan lintas elemen bangsa, berhasil menyelamatkan dan menyatukan kembali NKRI dari upaya  devide et impera Belanda.

Bang Zul, sapaan akrab Zulkifli Halim, menyayangkan literatur tertulis yang mendokumentasikan sejarah NKRI dan Mosi Integral M Natsir ini sangat kurang.

Dia kemudian menyebut ada satu buku  Mosi Integral Natsir 1950 karya Ahmad Murjoko (Bandung: PersispRes, 2020), tetapi di toko-toko buku di kota besar pun belum tersedia.

Untuk itu, Sejarah NKRI dan Mosi Integral M. Natsir ini perlu disosialisasikan melalui berbagai media, termasuk mungkin melalui kegiatan lomba menulis Sejarah NKRI.

"Hal ini juga diharapkan akan dapat mengintegrasikan tumbuh kembangnya jiwa ke-Islam-an dan ke-Indonesia-an seperti yang dicontohkan oleh tokoh M Natsir, terutama di kalangan generasi muda kita,” ungkapnya. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini