atas1

Masjid Ini Kecil Tapi Selalu Makmur

Kamis, 09 Mei 2019 | 21:27:15 WIB, Dilihat 671 Kali - Oleh Arie Giyarto

SHARE


Masjid Ini Kecil Tapi Selalu Makmur Suasana menjelang buka puasa di Masjid Baiturrohim. (arie giyarto/koranbernas.id)

Baca Juga : Mayat Bayi Tersangkut Bambu di Tepi Sungai


KORANBERNAS.ID -- Meski tergolong masjid yang relatif kecil dengan bangunan yang berukuran tidak begitu besar, namun Masjid Baiturrohim di Jalan Sidokabul Yogyakarta ini selalu makmur oleh jamaah.

Apalagi setelah masjid mengalami renovasi melebar ke selatan, digunakan untuk anak-anak peserta Taman Pengembangan Belajar Agama (TPA Sidokabul).

Sedang di serambi masjid seminggu tiga kali digunakan untuk belajar Iqro' dan membaca Al Quran. Pesertanya ibu-ibu lanjut usia yang tetap bersemangat belajar membaca Al Quran.

Kegiatan ini dimotori keluarga Hj Syaharini bersama suami H  Nurdjidin beserta empat anaknya. Selain itu, juga didukung keluarga (alm) H Sugiyarto SH selaku pewakaf masjid maupun takmir masjid yang diketuai Agus Haryanto.

Pada Ramadhan 1440 H atau 2019 M ini terutama menjelang buka puasa, jamaah membeludak. Panitia setiap sore menyediakan makanan kecil, minuman serta nasi sejumlah 250 boks untuk buka puasa bersama.

Jumlah itu diperuntukkan anak-anak TPA dan Remaja Masjid di sayap selatan bawah. Ibu-ibu di serambi dan bapak-bapak di ruang dalam masjid.

Sebagian dananya terkumpul dari Pengajian Ibu-ibu An Nur yang setiap Sabtu malam mengadakan pengajian rutin.

Kamis (9/5/2019) sebagaimana hari-hari sebelumnya, anak-anak TPA belajar membaca doa-doa dan surat-surat pendek. Mereka dipandu Zulfa, mahasiswi UGM yang juga pegiat remaja masjid.

Banyaknya anak-anak yang sejak dini dibiasakan dengan kegiatan keagamaan itu diharapkan nantinya mereka akan tumbuh sebagai anak yang cinta agama Islam dan berusaha terus belajar.

Jamaah salat Maghrib ibu-ibu di Masjid Mataram. (arie giyarto/koranbernas.id)

Masjid Mataram

Berbeda dengan Masjid Baiturrohim, kegiatan menjelang buka puasa di Masjid Mataram Pakel Baru terasa lebih tenang. Suasana hiruk pikuk anak-anak tidak tampak.

Selain ibu-ibu di serambi masjid dan bapak-bapak di ruang utama, sejumlah anak usia sekolah datang bersama orang tuanya menjelang salat Maghrib. Suasananya tenang.

"Tahun lalu pengajian menjelang buka puasa hanya dilakukan beberapa kali dalam seminggu, tahun ini digelar setiap sore dengan pembicara ustad dan ustadah yang sudah terjadwal," kata Hj Umi Muchlas Abror, seorang pengurus takmir masjid Mataram kepada koranbernas.id, Rabu (8/5/2019).

Hari pertama ceramah diisi oleh Drs H Muchlas Abror. Sekitar 150 jamaah hadir setiap sore. Usai salat Maghrib berjamaah ditutup dengan buka puasa prasmanan.

Buka puasa bersama itu menurut H Muchlas diteladani dari Nabi Muhammad  SAW. Dananya sebagian didapat dari jamaah pengajian ibu-ibu An Nissa masjid tersebut.

Anak-anak peserta TPA Masjid Baiturrohim. (arie giyarto/koranbernas.id)

Banyak kegiatan

Kedua masjid tersebut telah menyusun berbagai kegiatan selama Ramadan. Termasuk bakti sosial peduli sesama. Masjid Mataram bahkan sudah membagi sembako sehari sebelum puasa.

Ada pula iktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dengan sahur bersama. Nuzulul Quran diperingati dengan menggelar pengajian.

Sedangkan di Masjid Baiturrohim dengan pembicara Drs H Purwana dari UMY. Ada pula kultum menjelang tarawih.

Kedua masjid tersebut mengadakan tadarus Al Quran selesai salat Tarawih.  Secara rutin juga akan membagikan zakat fitrah dan mengadakan malam takbiran. (sol)



Kamis, 09 Mei 2019, 21:27:15 WIB Oleh : Nanang WH 487 View
Mayat Bayi Tersangkut Bambu di Tepi Sungai
Kamis, 09 Mei 2019, 21:27:15 WIB Oleh : Nila Jalasutra 462 View
Pemilu Usai Saatnya Rukun Lagi
Kamis, 09 Mei 2019, 21:27:15 WIB Oleh : Nanang WH 379 View
Lansia Meninggal di Bawah Jembatan

Tuliskan Komentar