atas1

Masih Banyak Guru Gagap Teknologi

Senin, 18 Feb 2019 | 14:19:20 WIB, Dilihat 586 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Masih Banyak Guru Gagap Teknologi Diseminasi Balai Tekkomdik Tahun 2019 yang berlangsung di SMK-SMTI Yogyakarta, Senin (18/2/2019). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Ajarkan Anak Berani Sampaikan Aspirasi


KORANBERNAS.ID – Tenaga kependidikan di era sekarang mestinya akrab dengan perkembangan teknologi, utamanya  teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Namun faktanya di DIY masih banyak guru yang gagap teknologi.

“Guru harus belajar sepanjang hayat. Jika seorang guru berhenti belajar maka berhenti jadi guru. Mari bersahabat dengan teknologi,” ungkap Edy Wahyudi, Kepala Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Balai Tekkomdik) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY, Senin (18/2/2018).

Kepada wartawan di sela-sela gelaran Diseminasi Balai Tekkomdik Tahun 2019 yang berlangsung di SMK-SMTI Yogyakarta, dia menyatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan penguasaan TI bagi para guru di provinsi ini.

Edy Wahyudi sebelumnya menjabat Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Disdikpora DIY dan baru 40 hari sebagai Kepala Balai Tekkomdik DIY.

Dirinya baru saja mengikuti seminar mengenai teknologi dengan pembicara Dr Ilham Habibie serta Prof Eko Indrajit. Diperoleh penegasan, seorang guru harus bersahabat dengan teknologi.

“Pekerjaan guru dimudahkan karena penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, tetapi secanggih apapun teknologi tidak bisa menggantikan peran guru karena teknologi tidak bisa memahami kondisi anak didik saat sedang susah atau senang,” kata Edy Wahyudi.

Sebaliknya apabila guru tidak bisa menguasai teknologi maka mereka akan tertinggal bahkan ditinggalkan. “Guru yang tidak bisa memanfaatkan teknologi akan tergantikan. Itu pernyataan dari Prof Eko,” papar Edy.

Kondisi seperti itu berbeda dengan anak-anak. Ibarat disenggol sedikit saja mereka sudah lancar menggunakan teknologi komunikasi pendidikan.

“Wajar kita harus terus berupaya meningkatkan penguasaan TI bagi para guru di DIY, mereka harus bersahabat dengan teknologi,” kata Edy Wahyudi.

Hadir dalam kesempatan itu Kepala SMK-SMTI Yogyakarta Rr Ening Kaekasiwi serta Kepala Balai Pendidikan Menengah Kota Yogyakarta Rr Suhartati.

Diseminasi Balai Tekkomdik Tahun 2019 kali ini berlangsung delapan hari, 11-18 Februari. Sebagai lembaga penghasil layanan dan produk teknologi di bidang pendidikan, Balai Tekkomdik DIY berkewajiban menyebarkan hasil teknologi dan layanan tersebut kepada pengguna khususnya guru, siswa maupun para pelaku pendidikan.

Melalui penyebaran hasil teknologi maka dapat diukur tingkat keherhasilan berbagai program, pengkajian, pengembangan dan layanan yang dilakukan oleh Balai Tekkomdik DIY.

“Program kegiatan dan berbagai layanan yang dimiliki oleh Balai Tekkomdik DIY tidak akan ada artinya apabila tidak disebarluaskan dan diketahui oleh para pengguna,” tambah Edy Wahyudi.

Berbeda dengan kegiatan serupa tahun sebelumnya, pada diseminasi kali ini Balai Tekkomdik DIY mengemasnya lebih menarik dan langsung menyentuh sasaran di kabupaten/kota.

Adapun materi berupa sosialisasi kegiatan Balai Tekkomdik tahun 2019 dan pengembangan film/video edukasi.

Diharapkan para siswa maupun guru berminat mengetahui lebih jauh tentang Balai Tekkomdik DIY. Selain itu, juga semakin antusias memanfaatkan layanan serta produk pembelajaran yang dimiliki balai tersebut.

Kegiatan diseminasi diikuti 40 sekolah di lima kabupaten/kota dengan peserta 50 orang per kabupaten. Adapun pelaksanaannya dimulai dari SMAN 1 Imogiri Bantul pada 11 Februari 2019.

Acara dilanjutkan di SMKN 1 Saptosari Gunungkidul (12 Februari), SMKN 1 Panjatan Kulonprogo (13 Februari), SMAN Kalasan Sleman pada 14 Februari dan berakhir di SMK SMTI Yogyakarta, 18 Februari 2019. (sol)



Minggu, 17 Feb 2019, 14:19:20 WIB Oleh : Nila Jalasutra 346 View
Ajarkan Anak Berani Sampaikan Aspirasi
Minggu, 17 Feb 2019, 14:19:20 WIB Oleh : Nila Jalasutra 428 View
Event Sleman Hebat Menarik Wisatawan Datang
Minggu, 17 Feb 2019, 14:19:20 WIB Oleh : Masal Gurusinga 659 View
Air di Wilayah Klaten Ini Terasa Asin

Tuliskan Komentar