masih-ada-ribuan-rumah-tidak-layak-huni-di-gunungkidulRumah milik warga di Kalurahan Pengkok Kapanewon Patuk, Gunungkidul yang termasuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). (sutaryono/koranbernas.id)


St Aryono

Masih Ada Ribuan Rumah Tidak Layak Huni di Gunungkidul


SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL – Program rehab rumah yang dilakukan pemerintah, sebagaimana yang telah dilakukan TNI melalui bantuan Kasad untuk keluarga pasangan Sajimin dan Paniyem (57) di Padukuhan Ngembes RT 04 RW 01 Kalurahan Pengkok Kapanewon Patuk, terus dilakukan. Namun, hingga kini masih ada ribuan rumah warga Gunungkidul tidak layak huni.


Baca Lainnya :

 

Untuk mengatasi masalah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini, pemerintah telah banyak melakukan kerjasama dengan berbagai elemen, termasuk TNI dan lembaga lain. Kepala Bidang Perumahan, Dinas Perkerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Bambang Antono, mengatakan penanganan RTLH di Gunungkidul pada tahun 2020 ini ada ribuan unit yang mendapatkan kucuran dana untuk perbaikan.


Baca Lainnya :

 

“Banyak program yang dilaksanakan dalam upaya mengatasi RTLH ini, di antaranya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)  bersumber dana APBN. Tahun ini tahap pertama kita mendapatkan kuota 600 unit dengan bantuan per unit Rp 17,5 juta,” kata Bambang Antono, Kamis (6/8/2020).

 

Bantuan dana ini untuk pembelian bahan baku bangunan dan upah tenaga. Direncanakan, program ini akan menyasar RTLH bagi warga di Kapanewon Karangmojo dan Ngawen.

 

Sedang tahap kedua, akan memperbaiki sebanyak 716 RTLH di 14 kapanewon. “Dana bantuannya sama. Masing-masing rumah mendapat Rp 17,5 juta, dengan perincian Rp 15 juta untuk pembelian bahan baku bangunan sedang sisanya Rp 2,5 juta untuk ongkos tenaga,” tambahnya.

 

Selain itu, rehab RTLH dengan Dana Alokasi Khusus (DAK), Gunungkidul mendapat 151 unit, menyasar di Kalurahan Logandeng, Kepek, Selang, dan Baleharjo. Tidak hanya itu, melalui program pengentasan kemiskinan dari APBD Provinsi DIY, Gunungkidul mendapat kuota 161 unit rumah dengan dana Rp 35 juta/unit.

 

Berdasarkan data yang ada, hingga akhir tahun 2019 lalu, jumlah RTLH di Gunungkidul mencapai 19.000. “Jumlahnya masih lumayan banyak. Untuk itulah berbagai upaya terus dilakukan pemkab Gunungkidul, diantaranya bersinergi dengan berbagai instansi dan lembaga untuk ikut mengatasi RTLH ini,” jelasnya.

 

Lurah Logandeng Kapanewon Playen, Suhardi, mengungkapkan tahun ini desanya mendapatkan bantuan rehab rumah sebanyak 90 unit bersumber DAK dan pengentasan kemiskinan dari Provinsi DIY. “Berbagai persiapan telah kami lakukan dalam upaya melancarkan kegiatan rehab rumah tidak layak huni itu,” tuturnya. (eru)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini