mahasiswa-turki-disambut-istimewa-di-kampus-uiiPenyambutan peserta Summer School 2019 di Kampus UII Jalan Kaliurang, Jumat (26/7/2019) malam. (sholihul hadi/koranbernas.id)


sholihul

Mahasiswa Turki Disambut Istimewa di Kampus UII

SHARE

KORANBERNAS.ID – Area terbuka yang ditumbuhi rumput hijau di tengah gedung Jurusan Arsitektur Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII) Jalan Kaliurang Sleman, Jumat (26/7/2019) malam, disorot lampu dari berbagai arah.

Meja-meja bundar dan kursi-kursi yang tertata melingkar itu langsung terisi begitu acara welcome dinner untuk menyambut peserta Summer School 2019 dimulai.


Baca Lainnya :

Sambutan itu terasa istimewa dengan hadirnya wakil rektor, dekan maupun ketua jurusan yang ikut bergabung dalam suasana penuh keakraban.

Percakapan bahasa Inggris di meja makan antara mahasiswa Turki dengan mahasiswa UII Yogyakarta itu terasa kental bernuansa internasional.


Baca Lainnya :

“Ini luar biasa. Alhamdulillah, mahasiswa arsitektur UII tidak kagok lagi mengikuti forum dan  event internasional,” ucap Noor Cholis Idham Ph D IAI,  Ketua Jurusan Arsitektur UII kepada wartawan di sela-sela acara.

Melihat antusiasme peserta Summer School 2019 , hal ini sangat membanggakan sekaligus menunjukkan Jurusan Arsitektur UII mampu berbicara di kancah global.

Noor Cholis menjelaskan, Summer School Jurusan Arsitektur UII merupakan program pertukaran pelajar internasional bekerja sama dengan Fatih Sultan Mehmet University (FSMU) Istanbul Turki.

“Program ini telah berjalan sejak 2014 yang dilakukan di Indonesia dan Turki secara bergantian. Ratusan dosen, staf, dan mahasiswa kedua universitas yang terlibat pada kegiatan ini banyak menghasilkan proyek perancangan maupun kajian arsitektural,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, beberapa situs arsitektur penting di kedua negara telah dijadikan obyek bahasan arsitektural dalam bentuk eskursi.

Mahasiswa juga melakukan kolaborasi dalam bentuk studio bersama joint studio untuk beberapa proyek perancangan.

Summer School kali ini diadakan di Indonesia dengan UII sebagai tuan rumah. Program tersebut dimulai 25 Juli hingga 21 Agustus 2019. Peserta sejumlah 30 mahasiswa FSMU dan 30 mahasiswa UII.

Mereka dibimbing oleh tiga staf pengajar yang dipimpin oleh Prof Dr Ibrahim Numan, Dekan Fakultas Arsitektur FSMU Istanbul.

Beberapa dosen dan asisten  dari UII diketuai oleh Sekretaris Program Studi Internasional Arsitektur Dr Ing Putu Ayu Pramanasari Agustiananda bergabung dengan mereka dalam studio bersama maupun eskursi arsitektur.

“Perancangan arsitektur tropis bambu adalah tema studio tahun ini, yang dilengkapi dengan beberapa amatan obyek eskursi tersebar di Yogyakarta dan Jawa Tengah,” paparnya.

Lebih jauh Noor Cholis menjelaskan, pada penutupan akhir tahun ajaran 2018/2019 ini, Jurusan Arsitektur Universitas Islam Indonesia mengadakan beberapa kegiatan akademik untuk meningkatkan kapasistas belajar mengajar di kampus ini.

Selain Summer School, juga diadakan Seminar Nasional SAKAPARI-4 tahun 2019 pada Sabtu (27/7/2019) dengan pembicara utama Prof Yulianto Sumalyo dan Dr Yulianto Prihatmaji yang juga Ketua Program Studi Sarjana Arsitektur UII.

“Tema yang diangkat kali ini adalah Arsitektur Islam Nusantara yang dianggap sangat sesuai dengan isu-isu arsitektur Indonesia terkini,” kata dia.

Prof Dr Ibrahim Numan dari Turki (tengah) mengamati karya arsitektur yang dipamerkan di Kampus Terpadu UII. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Arsitektur impor

Sisi menarik yang perlu disikapi adalah adanya kencenderungan ke-Indonesia-an dan ke-nusantara-an semakin tergerus oleh arsitektur impor baik dari Barat ataupun Timur Tengah. Hal ini terlihat jelas pada arsitektur masjid.

Melengkapi kegiatan itu, juga dilaksanakan  Kolokium Arsitektur Semester Genap 2019. “Kolokium Arsitektur adalah tradisi akademik tutup tahun Jurusan Arsitektur yang diadakan sebagai ajang publikasi dan diskusi hasil pembelajaran,” terang Noor Cholis.

Pada kolokium kali ini, beberapa pakar dari kampus ataupun dunia profesi dihadirkan untuk melakukan penilaian sekaligus masukan.

Tradisi ini telah dilakukan sejak tahun 2018 dan telah menjadi forum akademik yang sangat dinantikan oleh civitas akademika untuk saling mengukur pencapaian masing-masing.

Karya terbaik mahasiswa akan dipilih dari tiap semester dan diberikan penghargaan Blue Ribbon Award dengan hadiah sangat menarik berupa perjalanan ke luar dan dalam negeri. Penghargaan Best Lecturer juga diberikan sebagai bagian apresiasi kinerja dosen.

Beberapa pakar yang diundang tahun ini antara lain para arsitek profesional dari beberapa konsultan arsitektur ternama seperti Ary Indra, Firmansyah, Andy Rahman dan juga Prasetyoadi.

Sedangkan dari kalangan akademisi antara lain Prof Yandi Andri Yatmo, Prof Paramita Atmodiwirjo serta Dr Ery Djunaedy.

Tak ketinggalan, lembaga mahasiswa arsitektur MIMAR UII juga ikut aktif pada rangkaian kegiatan ini dengan program Jalan Jalan Arsitektur (JJA) dengan tujuan memperkaya wawasan arsitektur nusantara.

Program lainnya adalah Passage to ASEAN (P2A). Tahun ini Jurusan Arsitektur UII akan mengirimkan 15 mahasiswa dan seorang karyawan dipimpin oleh Dr Revianto Budi Santosa  untuk  melakukan kunjungan muhibbah arsitektur ke negara-negara tetangga.

Negara yang akan dikunjungi adalah Singapura, Vietnam, Kamboja, Thailand dan Malaysia dengan tuan rumah universitas-universitas di negara tersebut.

Menurut dia, program ini telah dilakukan oleh UII sejak tahun 2012 dan diikuti oleh ratusan mahasiswa, staf serta dosen.

P2A Jurusan Arsitektur UII dijadwalkan berlangsung 1-15 Agustus 2019. Peserta akan diterima oleh National University of Singapore; University of Economics and Law Vietnam, Svay Rieng University Cambodia, Phranakhorn Rajabath University Thailand dan  University Malaya Malaysia.

Selain akan mempererat hubungan di antara universitas-universitas tersebut, peserta saling bertukar wawasan tentang arsitektur dan kebudayaan pada tiap lokasi yang dikunjungi.

“Dengan cara ini peserta  terbiasa dengan persahabatan internasional sebagai bagian dari global citizen disertai dengan pengetahuan kebudayaan yang cukup memadai,” kata Noor Cholis Idham. (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini