atas

Mahar Pernikahan Budi dan Yuli Sepasang Sandal Jepit

Senin, 31 Des 2018 | 18:03:33 WIB, Dilihat 916 Kali - Oleh Nanang WH

SHARE


Mahar Pernikahan Budi dan Yuli Sepasang Sandal Jepit Pasangan suami istri, Budi dan Yuli, menunjukan mahar pernikahan mereka  sepasang sandal   jepit.  (nanang wh/koranbernas.id)

Baca Juga : Kontrak Pengadaan Barang Dipercepat


KORANBERNAS.ID -- Pasangan suami istri Budi Risdiyanto  (25) dan Yuli Warasita (25), tidak menyangka pernikahannya Sabtu (29/12/2018) di Desa Sumberadi Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Jateng, viral di media jejaring sosial.

Ini terjadi karena mahar atau mas kawinnya sepasang sandal jepit seharga Rp 9.000, setelah beberapa tamu ijab kabul memposting di medsos.

“Mahar sandal jepit tidak ada maksud ingin terkenal atau buat sensasi, ini hanya lambang kesederhanaan pernikahan kami, kami tidak pernah memposting ijab kabul di media sosial,“ ujar Yuli Warasita kepada koranbernas.id, Senin (31/12/2018) sore.

Mahar sandal jepit bukan karena ketidakmampuan Budi Risdiyanto  membeli barang yang lebih mahal. Kedua pihak sepakat membuat mas kawin sandal jepit yang dibingkai, sehingga punya nilai kenangan.

Yuli dan suaminya punya niat, apabila sandal  jepit tidak  boleh untuk mahar  pernikahan mereka siap mengganti mahar dengan barang yang dibolehkan.

Penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kebumen tidak  menyarankan barang mahar diganti. Ijab kabul dengan mahar sepasang sandal jepit dan resepsi pernikahan pun lancar.

“Malahan Pak Penghulu meminta tamu merekam ijab kabul, dengan HP milik Pak Penghulu,“ kata Yuli.

Yuli yang didampingi suaminya Budi mengungkapkan, setelah kedua  keluarga setuju maharnya berupa sandal jepit, keduanya membeli sandal jepit di toko kelontong langganan Yuli.

Awalnya ingin warna hijau tapi ukuran yang pas dengan kaki Yuli, warna jepitnya kuning, sehingga sandal dengan  jepit kuning mereka pilih menjadi mahar pernikahan. “Harga sandal Rp 9.000, bingkainya Rp 130.000,“  kata Yuli.

Warna jepit sandal tidak ada hubunganya dengan parpol. “Warna hijau agar kontras dengan warna bingkai gold,“  ujar Budi Risdiyanto.

Karyawan sebuah perusahaan otomotif multinasional ini meyakinkan,  warna jepit sandal tidak terpikirkan ada kaitan dengan perpolitikan nasional.

Soal hubungan asmara mereka, Budi dan Yuli sama sama alumni SMP Negeri 6 Kebumen satu angkatan. Ketika SMP keduanya tidak saling mengenal. Baru ketika mereka sudah bekerja, mereka saling mengenal.

Perkenalan menjadi lebih dekat ketika  bertemu di Bandara Soekarno Hatta  Jakarta, 1,5 tahun silam. Waktu itu Yuli pulang dari Taiwan, setelah kontrak kerjanya habis.

Yuli merupakan alumni D III Kebidanan STIKES Muhammadiyah Gombong  yang mengakhiri  kontrak sebagai  tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit  khusus merawat orang lanjut usia.

“Saya dan suami menjalin kontak  pribadi dengan media  sosial,“ kata Yuli. (sol)



Senin, 31 Des 2018, 18:03:33 WIB Oleh : Nila Jalasutra 322 View
Kontrak Pengadaan Barang Dipercepat
Sabtu, 29 Des 2018, 18:03:33 WIB Oleh : Sholihul Hadi 480 View
Satu-satunya Suara Kritis Tinggal Tersisa di Kampus
Jumat, 28 Des 2018, 18:03:33 WIB Oleh : Nila Jalasutra 417 View
Ratusan Anggota Pramuka Jalan Kaki 53 Kilometer

Tuliskan Komentar