atas1

Lolos OSN, SMA Muha Banjir Prestasi

Senin, 15 Apr 2019 | 22:06:23 WIB, Dilihat 1455 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Lolos OSN, SMA Muha Banjir Prestasi Asrifani dan Alfido, kedua siswa SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Yogyakarta yang mengikuti OSN 2019 berfoto bersama Kepala Sekolah Slamet Purwo dan Waka Humas SMA Muha Fatma Taufiyani di sekolah setempat, Senin (15/4/2019).(muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Sekarang, Orang Dengan Gangguan Jiwa Bisa Rawat Inap


KORANBERNAS.ID -- SMA Muhammadiyah 2 (Muha) Yogyakarta kembali mengorbitkan siswanya ke ajang bergengsi Olimpiade Sains Nasional(OSN) 2019. Setelah lolos melewati OSN 2019 se-kota Yogyakarta Februari lalu kini SMA Muha menyiapkan dua siswa terbaiknya mengikuti OSN 2019 tingkat nasional.

Alfido dan Asrifani adalah kedua siswa terbaik itu. Meski belum lama lepas melewati OSN provinsi kedua Siswa kelas XI tersebut kini tengah menyiapkan diri untuk OSN tingkat nasional. Tak tanggung-tanggung, Muha mengundang mantan juara OSN yang kini kuliah di Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM dan dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk membimbing dan mengarahkan para siswa SMA Muha tersebut.

Wakil Kepala Bidang Humas SMA Muha, Fatma Taufiyanti menyampaikan tantangan terbesar adalah materi yang di dibuat untuk kompetensi itu bisa jadi belum dipelajari di sekolah. Sebab materi yang dibuat untuk kompetensi adalah materi nasional plus dengan standar yang jauh lebih tinggi.

"Karena jika dengan menggunakan standar yang tinggi maka para siswa yang lolos kompetisi OSN tingkat nasional tidak begitu kesulitan untuk mengikuti kompetensi internasional," paparnya , Senin (15/04/2019) di SMA Muha Jl. kapas no. 7 semaki, Yogyakarta.

Diakui Kepala Sekolah SMA Muha Slamet Purwo, bahwa selain dari internal sekolah (Muha), pembimbing dari luar juga diminta untuk membimbing sejak awal. Alfido dan Asrifani lolos mewakili sekolah dalam bidang Biologi, namun sebelumnya pembimbingan dilakukan untuk semua mata pelajaran.

"Kami bersyukur anak-anak bisa berkompetisi dengan sekolah-sekolah lain, harapannya bisa meningkat dari tahun lalu. dengan itu kami akan tingkatkan pembimbingan dan pengarahan," papar Slamet.

 

Loloskan 33 Siswa ke SNMPTN

Selain kedua siswa yang siap melejit dikancah nasional, SMA Muha juga telah berhasil menempati peringkat ketujuh dari seluruh sekolah swasta dan negeri yang ada di kota Yogyakarta sebagai sekolah yang berhasil memasukkan lulusannya ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa tes.

"Kami syukuri hasil dari kerja keras dan kerja tuntas dari para guru dan tenaga pendidik, termasuk juga orang tua murid. tahun ini kita meningkat dari 22 siswa menjadi 33 siswa. harapan tahun depan akan bertambah lagi," ungkap pria lulusan Universitas Muhammadiyah Solo ini.

33 lulusan SMA Muha tersebut diterima dibeberapa kampus terbaik, antara lain Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

"Tentunya ini atas kerjasama dari bapak ibu guru dalam membimbing, mendidik dan yang jelas mengarahkan. mengarahkan itu sangat penting, karena meski para siswa punya potensi tetapi jika mengarahkannya keliru tentunya tidak bisa lolos SBMPTN," imbuhnya.

Menurut Slamet, kadang idealisme anak atau orang tua terlalu tinggi, harus fakultas yang tinggi atau pemilihan kampus yang harus ternama. Makanya perlu komunikasi dengan orang tua, supaya nanti mereka bisa memahami bahwasannya anak itu punya potensi masing-masing.

"Jadi tidak harus mengikuti apa yang diinginkan oleh orang tua. terkadang orangtua seorang dokter ingin anaknya juga jadi dokter. padahal harus disadari bahwa tiap anak punya kemampuan yang berbeda," pungkasnya.(yve)



Senin, 15 Apr 2019, 22:06:23 WIB Oleh : Nanang WH 569 View
Sekarang, Orang Dengan Gangguan Jiwa Bisa Rawat Inap
Senin, 15 Apr 2019, 22:06:23 WIB Oleh : Masal Gurusinga 358 View
Kerja Tak Beres, Bupati Ini Ancam OPD
Senin, 15 Apr 2019, 22:06:23 WIB Oleh : Nila Jalasutra 376 View
Ketimpangan Gender Masih Saja Terjadi

Tuliskan Komentar