atas

Layani NYIA, Bangun Tanki Avtur Kapasitas 16 KL

Sabtu, 16 Mar 2019 | 08:30:52 WIB, Dilihat 375 Kali - Oleh Surya Mega

SHARE


Layani NYIA, Bangun Tanki Avtur Kapasitas 16 KL Arya memberikan keterangan pers terkait skenario suplai avtur di NYIA. (surya mega/koranbernas.id)

Baca Juga : Satpol PP Bukan Penjaga Kota yang Pasif


KORANBERNAS.ID--Untuk kesiapan pelayanan di New Yogyakarta International Airport Kulonprogo, Pertamina membangun tanki avtur dengan kapasitas 16 kiloliter. Tanki ini akan dibangun dengan sistem suplai pipa bawah tanah (hydrant).

Namun, pada tanggal 7 April 2019, sementara menunggu kesiapan pembangunan tanki tersebut, Pertamina MOR IV akan melayani kebutuhan avtur di Bandara Kulon Progo menggunakan Mobil Tangki (refueller) sebanyak 2 unit dengan kapasitas masing-masing 16 kiloliter dengan titik suplai avtur dari TBBM Rewulu.

Senior Supervisor Communication and Negotiation Pertamina MOR IV, Arya Yusak Dwi Candra mengatakan, saat ini persiapan terus dilakukan. Namun begitu, infrastruktur sejauh ini sudah disiapkan oleh pihak Pertamina.

“Kami menunggu arahan dari pemerintah. Sebab kami kan hanya sebagai supplier avtur bahan bakar,” ujarnya, Jumat (15/3/2019).

Persapan dilakukan sehubungan dengan target operasional bandara baru ini di April mendatang. Pertamina, katanya, siap untuk mmenuhi dan memberikan pelayanan optimal untuk operasional bandara baru ini.

Tanki yang dibangun berkapasitas 16 kiloliter. Namun Pertamina siap melayani berapapun kebutuhan avtur di bandara ini.

“Prinsip kita optimal dalam pelayanan. Operasionalnya nanti menyesuaikan dengan kebutuhan. Saat ini kami belum bisa memastikan, karena semua masih menunggu arahan dari pusat,” kata Arya.

Selain menunggu pusat, Pertamina nantinya juga perlu berkoordinasi dengan tim aviasi untuk memastikan kebutuhan bahan bakar pesawat. Koordinasi ini, akan menjadi dasar bagi pengambilan skema terbak dalam penyaluran avtur di bandara.

“Sepertinya memang lebih cepat mana kalau kita mengambil dari TBBM Rewulu. Tapi nanti saya harus konfirmasi lebih lanjut lagi dengan tim aviasi,”tambahnya.

Terkait besaran suplai avtur, pihaknya akan menyesuaikan dengan jumlah penerbangan yang ada di bandara tersebut. Sementara ini untuk kebutuham Avtur di Yogyakarta dan Semarang dikoordinasi menjadi satu dan terintegrasi di suatu tempat.

“Kira-kira per harinya memang ada sekitar 100 kilo liter untuk kedua bandara tersebut,” paparnya. (SM)

 



Sabtu, 16 Mar 2019, 08:30:52 WIB Oleh : Sholihul Hadi 387 View
Satpol PP Bukan Penjaga Kota yang Pasif
Sabtu, 16 Mar 2019, 08:30:52 WIB Oleh : Sholihul Hadi 372 View
Jangan Anggap Remeh Pelatihan Menjahit
Jumat, 15 Mar 2019, 08:30:52 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 462 View
Shaggy Dog, JHF dan FSTVLST ajak Milenial Jogja Memilih

Tuliskan Komentar