Selasa, 15 Jun 2021,


larangan-mudik-turunkan-volume-kendaraan-70-persenSuasana Yogyakarta saat berlangsung Operasi Ketupat 2021. (rosihan anwar/koranbernas.id)


Rosihan Anwar
Larangan Mudik Turunkan Volume Kendaraan 70 Persen

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Kabaharkam Mabes Polri Komjen Polisi Arief Sulistyanto menyatakan kebijakan larangan mudik dan penyekatan jalur kendaraan dinilai efektif mengurangi arus kendaraan selama momentum libur Lebaran Idul Fitri 1442 H kali ini.


“Setiap hari kami melakukan evaluasi di Mabes Polri. Kemarin (Jumat) saya melakukan patroli udara dari Jakarta sampai Trans Jawa, jalur berada di bawah normal bahkan cenderung sepi,” kata Kabaharkam, Sabtu (8/5/2021).

  • Siswa SMAN 10 Yogyakarta Pameran di TBY
  • Delapan Kecamatan di Jogja Ini Ramah Difabel

  • Arief Sulistyanto ketika melakukan pemantauan pos pengamanan (pospam) dan pos pelayanan (posyan) Operasi Ketupat di Yogyakarta menyebutkan, dari pantauan yang dilakukan Mabes Polri, baik di darat maupun di udara, volume kendaraan dalam tiga hari pelaksanaan operasi Ketupat menurun drastis. Penurunan volume kendaraan di ruas-ruas jalan utama dan juga tol bahkan mencapai 70 persen lebih.

    “Di gerbang tol pada Kamis terjadi penurunan 50-60 persen, dan tadi malam sampai pagi tadi bahkan turun sampai 70 persen. Artinya kesadaran masyarakat sudah cukup paham dengan adanya kebijakan ini, dan ini harus terus dipertahankan. Semata-mata untuk menjaga masyarakat itu sendiri jangan sampai terjadi penularan,” ujarnya kepada wartawan.


    Komjen Polisi Arief Sulistyanto mengimbau masyarakat berlebaran secara virtual demi memutus mata rantai penyebaran Corona. Polri juga akan melakukan pengawasan terhadap aktivitas dan keramaian yang terjadi saat libur Lebaran.


    “Memperingari Hari Raya Idul Fitri, silaturahmi cukup di rumah saja, sehingga bisa saling menjaga. Dan yang paling penting adalah keamanan dari individu masing-masing. Karena nanti pasti ada salat Tarawih, salat Idul Fitri dan juga di pusat-pusat perbelanjaan,” terangnya.


    Kabaharkam Komjen Polisi Arief Sulistyanto sidak di Yogyakarta pada Operasi Ketupat 2021. (rosihan anwar/koranbernas.id)

    Dirlantas Polda DIY Kombes Polisi Iwan Saktiadi menambahkan, total ada 1.377 kendaraan yang diperiksa dan 169 di antaranya diminta berputar balik hingga 6 Mei malam. Tindakan tegas diambil karena ditengarai ada masyarakat yang nekat mudik meski telah dilarang.

    “Jika terindikasi hendak melakukan perjalanan mudik, maka tidak ada toleransi, langsung kami minta putar balik,” ungkapnya.

    Selama berlangsungnya Operasi Ketupat 2021, Polri melakukan penyekatan di 381 titik yang tersebar mulai dari Lampung ada hingga Bali. Pada hari pertama operasi petugas memutarbalikkan 23.573 kendaraan yang terindikasi melakukan perjalanan mudik. (*)



    SHARE


    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini