Senin, 06 Des 2021,


kini-masyarakat-boleh-pilih-sendiri-jenis-vaksin-sinovac-diminatiPelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Dinas Kesehatan Gunungkidul. Warga boleh memilih jenis vaksin sesuai yang diinginkan. (sutaryono/koranbernas.id)


Sutaryono
Kini Masyarakat Boleh Pilih Sendiri Jenis Vaksin, Sinovac Diminati

SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL – Dalam upaya meningkatkan minat masyarakat melakukan vaksinasi Covid-19, Dinas Kesehatan Gunungkidul melakukan terobosan baru dengan membebaskan masyarakat memilih sendiri jenis vaksin yang diinginkan.


“Kami menyediakan empat jenis vaksin yang bisa dipilih masyarakat. Antara lain Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm dan Moderna. Silakan masyarakat akan pilih yang mana, akan kami layani,” kata dr Dewi Irawati, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul di sela pelayanan vaksinasi di komplek kantornya, Jumat (15/10/2021).


Hanya saja diakui, warga bebas memilih vaksin yang diinginkan, sepanjang persediaan masih ada. Namun, ketika stok vaksin jenis tertentu sudah habis, tentu akan dialihkan dengan vaksin yang lain.

Terobosan baru ini diakui dalam upaya mempercepat pencapaian target vaksin, termasuk meningkatkan minat warga melakukan vaksinasi. Pelaksanaannya setiap hari Jumat saat jam kerja.


Demi meminimalisir kerumunan, pendaftaran dibuka setiap Rabu dan Kamis dengan skema nomor antrean dibatasi maksimal 500 orang, untuk satu kali pelaksanaan.

Meski bebas memilih, Dewi Irawati mengaku rekomendasi tetap diberikan petugas pada peserta. Seperti bagi remaja umur 12-18 tahun harus Sinovac sesuai uji klinis yang dilakukan, sedangkan untuk 18 tahun ke atas bisa memilih dari 3 jenis lainnya.

“Pada prinsipnya semua vaksin Covid-19 memiliki manfaat yang sama. Banyaknya pilihan lebih dikarenakan upaya pemerintah untuk mengejar capaian herd immunity,” ujarnya. Sebab kalau hanya satu jenis, diakui produsennya tidak akan mampu. Maka pemerintah menyediakan banyak jenis.

Selain di Dinkes kegiatan vaksinasi reguler masih tetap digencarkan. Baik yang dilaksanakan di fasilitas kesehatan, bekerja sama dengan sejumlah pihak, hingga skema dari rumah ke rumah.

Berdasarkan data terakhir, capaian vaksinasi Covid-19 di Gunungkidul untuk dosis 1 sudah 75,2 persen, sedangkan dosis 2 sudah 45 persen.

Sinovac diminati

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Gunungkidul, Sumitro, mengaku vaksin jenis Sinovac paling banyak diminati warga. “Paling banyak diminati Sinovac, apalagi untuk dosis pertama,” katanya.

Menurut Sumitro banyaknya peminat Sinovac salah satunya karena rentang kelompok usia penerimanya bisa lebih luas, yaitu mulai dari umur 12 tahun. Sedangkan jenis vaksin lainnya diberikan untuk 18 tahun ke atas.

Sedangkan yang paling sedikit peminatnya, Moderna. Sebab vaksin ini difokuskan pada warga untuk dosis kedua serta bagi mereka yang hendak melakukan perjalanan keluar negeri. “Sebab banyak negara yang menjadikan Vaksin Moderna sebagai syarat," jelas Sumitro.

Salah seorang warga yang ikut mendaftar vaksinasi Covid-19 di Dinkes Gunungkidul, Putri, warga Kalurahan Karangtengah Wonosari mengaku memilih Sinovac untuk dosis pertamanya.

Pemilihan Sinovac merupakan hasil rekomendasi dari petugas kesehatan. Apalagi ia juga dalam kondisi menyusui anak. “Awalnya saya mau AstraZeneca, tapi karena jarak tunggunya sampai tiga bulan, akhirnya ambil Sinovac," ucapnya. (*)


TAGS: Gunungkidul  Dinkes 

SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini