kiai-jazir-ingatkan-pentingnya-lestarikan-pertemuan-trahKetua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta KH Jazir ASP. (arie giyarto/koranbernas.id)


arie-giyarto

Kiai Jazir Ingatkan Pentingnya Lestarikan Pertemuan Trah

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta KH Mohammad Jazir ASP menegaskan, tradisi pertemuan trah harus dilestarikan.

Ini sangat penting agar antarsaudara dekat tetap saling kenal. "Jangan sampai anak-anak kepaten obor, mereka harus paham sangkan paraning dumadi," kata dia.


Baca Lainnya :

Berbicara pada acara halal bilhalal bersama Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Yogyakarta serta IKKR di gedung PWI Jalan Gambiran, Sabtu (22/6/2019), Jazir khawatir karena tradisi itu cenderung semakin pudar.

Akibatnya banyak remaja tidak tahu silsilah keluarganya.  Bahkan nama neneknya saja tidak tahu, apalagi buyut, canggah atau wareng.


Baca Lainnya :

Padahal dengan tetap berada dalam ikatan keluarga yang hangat dan saling mengenal dekat, kata Jazir, kalau ada persoalan sosial akan lebih mudah diselesaikan dengan pendekatan keluarga. Tidak sesulit dengan pendekatan politik maupun hukum.

Dia  mengingatkan, orang tua berperan penting merekatkan tali persaudaraan yang cenderung semakin rapuh. Sebagai orang yang mengetahui silsilah, orang tua wajib menjelaskan pada anak cucunya.

“Orang yang sudah tua bukan berarti kehilangan makna. Tetapi justru berperan penting merekatkan kekerabatan dengan menjelaskan silsilah keluarga. Jangan sampai Syawalan hanya sekadar berkumpul dan makan-makan,” ungkapnya.

Bahkan menurut dia, kekerabatan yang hangat akan mampu menyelesaikan masalah nasib anak-anak yatim di keluarganya secara gotong royong.

Selain itu, juga bermanfaat untuk pengentasan kemiskinan internal. “Yang nampu bersama-sama peduli kepada keluarga yang perlu dibantu,” tambahnya.

Keluarga inti

Adanya kecenderungan keluarga mengarah ke nuclear family atau keluarga inti hal ini sulit dilaksanakan. Ditambah perkembangan teknologi yang membuat komunikasi tidak secara personal tatap muka, membuat  kekerabatan antarsaudara cenderung kian rapuh.

Menurut Kiai Jazir yang dikenal sebagai pencetus manajemen masjid yang luar biasa ini, trah dan syawalan harus tetap dilestarikan dengan menjaga esensi merekatkan kekerabatan.

Situasi bangsa yang cenderung terbelah akibat perbedaan pilihan politik yang terjadi akhir-akhir ini, bisa diselesaikan dengan pendekatan kekerabatan.

Masing-masing harus merasa wajib menjaga kesatuan dan persatuan bangsa sebagaaimana diamanatkan oleh para pahlawan dan pendiri bangsa ini.

Dia mengatakan, saat ini bangsa Indonesia menghadapi krisis narasi dan kepemimpinan. Sebagaimana pernah disampaikan Bung Karno jauh hari sebelum proklamasi, hanya orang-orang kaya raya yang bisa mendirikan partai politik.

Sehingga, yang terlibat di dalamnya bukan lagi pejuang politik tetapi sekadar buruh politik dari yang punya modal.

Ketua IKWI Cabang Yogyakarta Hj Sri Suryawidati Idham Samawi berharap melalui halal bilhalal mampu meningkatkan kekerabatan antaranggota guna mencapai kesejahteraan keluarga. (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini