atas1

Ketimpangan Gender Masih Saja Terjadi

Senin, 15 Apr 2019 | 21:10:40 WIB, Dilihat 331 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Ketimpangan Gender Masih Saja Terjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Sumadi SH MH bertukar cinderamata dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Gede Putra Suteja di Aula Kantor Bupati Badung. (istimewa)

Baca Juga : Pemilu Luar Negeri Bermasalah, KPU Harus Tindak Tegas


KORANBERNAS.ID--Pokja Pengarusutamaan Gender (PUG), Kabupaten Layak Anak dan Smart City dari OPD Kabupaten Sleman melakukan studi orientasi ke Kabupaten Badung Bali pada 9-11 April 2019.  

Rombongan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Sumadi SH MH diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Gede Putra Suteja di Aula Kantor Bupati Badung.  

Kabag Humas Sleman, Dra Savitri Nurmaladewi kepada koranbernas.id, Senin (15/4/219) mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut Sumadi menyampaikan bahwa dipilihnya Kabupaten Badung adalah karena Kabupaten Badung menjadi Kabupaten percontohan beberapa program dan telah meraih berbagai  prestasi dan penghargaan, baik dalam program Pengarusutamaan Gender, Kabupaten Layak Anak, penyelenggaraan PPID, maupun program smart city.

Dalam paparannya mengenai Kabupaten  Badung, Gede Putra Suteja mengatakan APBD Badung tahun 2018, pendapatan daerah Rp 6 triliyun. Pendapatan daerah terdiri dari, PAD Rp  5,1 triliyun , dana perimbangan Rp 626 miliar, pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp 220 miliar.  

Sementara anggaran belanja langsung ditahun 2018, diprioritaskan untuk membiayai program/kegiatan strategis daerah sebagai implementasi Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB).

Komposisi belanja daerah berdasarkan penerima manfaat, maka sebagian besar merupakan belanja publik yang manfaatnya diterima oleh masyarakat sebesar 75,91%, sedangkan sisanya merupakan belanja aparatur yang manfaatnya diterima aparatur pemerintah sebesar 24,09%.

Kemudian bidang pendidikan Rp 1,3 triliyun atau sebesar 20,01% dari belanja daerah. Bidang kesehatan dialokasikan anggaran sebesar Rp 666 miliar atau 11,21%. Sub. Bidang sosial sebesar Rp 2,3 miliar, selain itu terdapat pula kegiatan bantuan sosial penunggu pasien, bantuan usaha ekonomi produktif kepada KK miskin serta santunan bagi penyandang cacat sebesar Rp 45 miliar.

Menjawab pertanyaan pokja terkait pelaksanaan PUG, disampaikan bahwa PUG telah menjadi keharusan untuk dilaksanakan setiap bidang tugas masing- masing. Kesetaraan gender masih tetap menjadi isu strategis untuk ditangani karena isu ketimpangan gender masih tetap mewarnai kehidupan masyarakat.

Untuk mencapai optimalisasi pencapaian kondisi tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Badung telah melaksanakan sosialisasi tentang PUG pada 68 undangan yang terdiri dari semua OPD, Perhimpunan / Organisasi Perempuan, Lembaga Masyarakat, Dunia Usaha, Perguruan Tinggi, BPD, Puskesmas, Organisasi Keagamaan dan P2TP2A Kabupaten Badung.

Pada kesempatan ditekankan pada semua peserta sosialisasi dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran kegiatan di masing-masing unit/lembaga/instansi agar berbasis dan ramah gender.

Sedangkan untuk program Kabupaten Layak Anak, Kabupaten Badung pada tahun 2018, memperoleh penghargaan tingkat nasional sebagai Kabupaten Layak Anak tingkat madya. Rangkaian kunjungan selain bertemu dengan Jajaran pimpinan OPD kabupaten Badung adalah juga mengunjungi dan bertemu dengan jajaran manajemen RSUD Badung, Rumah Lansia Yayasan Sada Jiwa dan Pengelola Pasar Badung.  
Dalam  kunjungan tersebut, Sumadi menekankan bahwa banyak hal berupa inovasi dan prestasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Badung dapat diadopsi dan disesuaikan dengan karakter pembangunan masyarakat Sleman, yang pasti pada akhirnya adalah menuju kesejahteraan masyarakat Sleman.

Sementara Evi menambahkan bahwa hasil kunjungan untuk kunjungan ke pasar Badung, pengelola pasar Badung sudah menerapkan Smart Heritage market berupa retribusi online, e-money, e-parking dan bekerjasama dengan perbankan, gojek, gopay .

Penataan pedagang dan kesadaran pedagang sudah cukup bagus dalam mendukung program-program smart heritage market. Dan penataan pasar seperti ini akan diterapkan di pasar Sleman. (yve)



Senin, 15 Apr 2019, 21:10:40 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 405 View
Pemilu Luar Negeri Bermasalah, KPU Harus Tindak Tegas
Senin, 15 Apr 2019, 21:10:40 WIB Oleh : Endri Yarsana 458 View
CPNS Diminta Bersabar Setahun lagi
Senin, 15 Apr 2019, 21:10:40 WIB Oleh : W Asmani 459 View
Warga Binaan Lapas Siap Sukseskan Pemilu

Tuliskan Komentar