Senin, 27 Sep 2021,


ketersediaan-vaksin-diprioritaskan-untuk-dosis-keduaSekda Sleman Harda Kiswaya menjelaskan ketersediaan vaksin di kabupaten ini. (istimewa)


Nila Hastuti
Ketersediaan Vaksin Diprioritaskan untuk Dosis Kedua

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Ketersediaan vaksin di wilayah Kabupaten Sleman akan diprioritaskan bagi warga yang melaksanakan vaksinasi dosis kedua.


“Ketersediaan vaksin minggu ini hanya sebanyak 15.000 dosis, sehingga penggunaannya akan diprioritaskan untuk menyelesaikan vaksinasi dosis kedua,” ungkap Harda Kiswaya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman kepada wartawan di Pendopo Parasamya, Senin (2/8/2021).

  • Tim Mabes TNI Tinjau TMMD Sleman
  • Skor Minimal 298 Beratkan Peserta Tes CPNS

  • Menurut Harda, prioritas tersebut dikarenakan ketersediaan vaksin yang terbatas. Selain itu, antusiasme masyarakat ikut program vaksinasi saat ini juga terbilang sangat tinggi. “Kami sangat bersyukur karena kesadaran yang tinggi dari masyarakat terkait vaksin,” katanya.

    Hal senada disampaikan Plh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Cahya Purnama. Tingginya permintaan vaksinasi dari masyarakat disebabkan tingginya kasus Covid-19 beberapa waktu lalu di wilayah kabupaten ini.

  • Sleman Kirim Misi Kebudayaan ke Surabaya
  • Lapor ke Nomor Ini jika Terjadi Pelanggaran Tata Ruang

  • “Keinginan tinggi masyarakat untuk divaksin menjadi respons alamiah mengingat beberapa saat ini ini terjadi peningkatan kasus terjadi drastis sehingga kita harus menerapkan PPKM Darurat,” katanya.

    Cahya menyampaikan dalam waktu dekat ini yang akan dilakukan adalah menyelesaikan vaksin kedua sambil menunggu droping dari pusat.

    “Begitu ada (vaksin) nanti kita juga mulai untuk mengejar dosis yang pertama lagi, karena menteri mewacanakan cakupan vaksinasi harus terselesaikan tahun ini. Saat ini cakupan vaksin Sleman sebesar 39,7 persen,” jelasnya.

    Kabid Penanggulangan Penyakit Dinkes Sleman, Novita Krisnaeni, menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sleman telah menerima 15.400 dosis Aztec dan 1.000 dosis Sinovac dari pemerintah pusat.

    “Masyarakat tidak usah khawatir, yang sudah dapat dosis pertama akan tetap dilayani untuk dosis kedua. Vaksin Astra Zeneca mulai disuntikkan pada bulan Mei, nanti di bulan Agustus sudah harus divaksin kembali, sehingga untuk bulan Agustus ini akan mulai menggunakan vaksin Aztec untuk dosis kedua,” jelas Novi.

    Novi menyatakan pada pekan ini vaksinasi bagi dosis pertama belum dimulai dan baru mengusulkan untuk mahasiswa dan keluarga UGM 25.000, perguruan tinggi lainnya 60.000 dan untuk masyarakat umum 160.000 dosis.

    Begitu ada ketersediaan vaksin yang diserahkan oleh pemerintah pusat, langsung dilaksanakan vaksin kembali. (*)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini