Senin, 24 Jan 2022,


ketersediaan-sumber-pangan-bergizi-mendukung-upaya-pengendalian-covidKetua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menebar bibit ikan di Kali Winongo. (istimewa)


Sholihul Hadi
Ketersediaan Sumber Pangan Bergizi Mendukung Upaya Pengendalian Covid

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Melalui gerakan gemar makan ikan, pemerintah berharap masyarakat ikut berperan mengendalikan pandemi Covid-19. Sebab, salah satu upaya menambah imun tubuh adalah dengan mengkonsumsi sumber pangan bergizi tinggi yang berasal dari ikan.


“Jadi, salah satu upaya melawan Covid, selain patuh menjalankan protokol kesehatan, kita ajak masyarakat lebih gemar makan ikan. Nah, kita tebar 10.400 bibit ikan di Sungai Winongo. Ayo ikannya dirawat dengan merawat sungai tetap bersih dan tidak boleh buang sampah ke sungai,” ujar Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY, Senin (6/12/2021).

  • Siswa SMAN 10 Yogyakarta Pameran di TBY
  • Delapan Kecamatan di Jogja Ini Ramah Difabel

  • Dia menegaskan hal tersebut saat bersama jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan DIY menebar bibit ikan di aliran Sungai Winongo kawasan Kampung Badran dan Pingit Kota Yogyakarta.

    Turut hadir sekaligus secara bersama ikut menebar ikan, Dirga selaku ketua RW 5, Taruna Bhakti, ketua RK serta ketua RW 11 Partini dari Kelurahan Bumijo Yogyakarta.


    Seperti diketahui, ikan merupakan salah satu sumber protein tinggi yang dibutuhkan oleh tubuh. Keunggulan protein yang berasal dari ikan adalah tidak mudah rusak saat dimasak. Selain itu, kandungan lemaknya tidak terlalu banyak, jika dibandingkan dengan daging, misalnya. Lemak dari ikan juga mudah dicerna tubuh.

    Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun mengeluarkan panduan untuk meningkatkan daya tahan tubuh guna mencegah Covid-19, yaitu meningkatkan asupan gizi. Salah satu sumber gizi itu berasal dari ikan. Ini penting sebagai upaya menjaga kesehatan tubuh agar tidak mudah terkena infeksi penyakit.

    Lebih lanjut Eko menjelaskan, bibit ikan lokal yang ditebar di Kali Winongo tersebut sebanyak 10.400 ekor, terdiri dari jenis ikan wader, nila, sepat, tawes dan uceng. Bibit ikan ini merupakan hasil budi daya dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Kelautan dan Perikanan DIY.

    Lewat tebar ribuan bibit ikan di sungai ada harapan bisa beradaptasi dan berkembang sehingga populasinya bertambah. Dengan begitu, ketersediaan ikan juga bertambah.

    Menurut Eko, agar bibit ikan itu bisa hidup dan berkembang biak, air sungai jangan sampai tercemar buangan sampah dari warga. “Jangan buang sampah sembarangan. Tumpukan sampah seperti itu harus jadi perhatian pemda. Pemda perlu senantiasa mengajak masyarakatnya merawat kebersihan sungai,” kata dia.

    Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY ini mengakui mengelola kelestarian sungai tidak bisa dilakukan sendirian kerena dari hulu sampai ke hilir harus dirawat sebaik-baiknya. Perlu kerja sama antara pemda dengan dinas terkait, sehingga ikan-ikannya bisa hidup dan dikonsumsi masyarakat sekitar.

    Dalam kesempatan itu Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Heri Sulistyo Hermawan, juga menilai pentingnya masyarakat untuk gemar mengkonsumsi ikan. Dari aspek kesehatan, ikan bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.

    Agar ikan-ikan sebagai sumber pangan bergizi bisa diperoleh secara mudah, dia ingin ekosistem perairan sungai dijaga supaya ikan dan biota lainnya bisa tumbuh secara baik.

    "Pelaksanaan program ini tidak bisa dilakukan sendiri. Harus lintas sektor dan jadi tanggung jawab bersama dalam pelestarian ekosistem sungai," kata dia. (*)


    TAGS: kali winongo yogyakarta 

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini