atas

Kerusakan Jalan Nasional Selatan Jateng Hanya 5 Persen

Rabu, 03 Apr 2019 | 02:16:34 WIB, Dilihat 350 Kali - Oleh Nanang WH

SHARE


Kerusakan Jalan Nasional Selatan Jateng Hanya 5 Persen Kondisi jalan nasional selatan Jawa di Kebumen yang rusak ringan. (nanang wh/koranbernas.id)  

Baca Juga : IMA Sleman Pelajari Trik Jalankan Organisasi


KORANBERNAS.ID -- Kerusakan jalan nasional selatan Jawa Tengah (Jateng) yang melintasi tiga kabupaten dan dikeluhkan  pengguna jalan, ternyata hanya 5 persen dari 100 km panjang jalan yang berada di  Kabupaten Purworejo, Kebumen dan Banyumas.

Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memastikan perbaikan dan peningkatan nasional itu pada tahun anggaran 2019.

“Tahun lalu gagal lelang, baru tahun ini bisa dilaksanakan peningkatan jalan,“  kata Ahmad Cahyadi, Kepala Balai Pelaksanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Wilayah VII Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjawab koranbernas.id, usai audensi dengan Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, Selasa (2/4/2019).

Lelang pekerjaan peningkatan jalan nasional selatan Jawa di tiga kabupaten sudah selesai. Pekerjaan peningkatan jalan bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.

Adapun kontrak peningkatan  jalan nasional dari Karangnongko, perbatasan Jateng dengan DIY sampai Wangon Kabupaten Banyumas.

Panjang jalan  yang ditingkatkan dan diperbaiki 100 km, dengan nilai kontrak Rp 105 miliar. Tidak ada pelebaran jalan.

Di beberapa tempat akan ada perubahan konstruksi dari jalan aspal menjadi jalan rigid beton. “Baru sekitar 11 km yang  akan dirigid beton,“ kata Ahmad Cahyadi.

Jalan yang rusak  berlubang, sebagian sudah ditambal di sejumlah tempat. Penambalan jalan diharapkan bisa mengurangi  kerawanan kecelakaan.

Pengamatan koranbernas.id, jalan berlubang banyak (rusak ringan) ditemukan di Kabupaten Kebumen dan Purworejo.

Kondisi ini, bisa mengancam jiwa  pengguna jalan, khususnya pengendara motor.

Lubang yang tidak masif, tetapi di tengah area jalan yang kondisinya baik, jauh lebih berbahaya, dibanding jika jalan dalam kondisi rusak berat.

Kecepatan kendaraan di jalan rusak ringan, bisa lebih dari 70 km per jam.Jika tiba tiba ada lubang, menghindari lubang mendadak cukup membahayakan jiwa pengguna jalan.(sol)



Rabu, 03 Apr 2019, 02:16:34 WIB Oleh : Nila Jalasutra 203 View
IMA Sleman Pelajari Trik Jalankan Organisasi
Rabu, 03 Apr 2019, 02:16:34 WIB Oleh : Sholihul Hadi 233 View
Siswa SMPN 1 Piyungan Dibekali Mitigasi Bencana
Rabu, 03 Apr 2019, 02:16:34 WIB Oleh : Sholihul Hadi 548 View
Adik Prabowo Merasa Sedih dan Terpukul

Tuliskan Komentar