kepala-desa-unjuk-rasa-tolak-evoting-pilkadesUnjuk rasa para kades menolak diterapkannya sistem e-Voting pada Pilkades 2020, Kamis (1/8/2019). (nila jalasutra/koranbernas.id)


bid-jalasutra

Kepala Desa Unjuk Rasa Tolak e-Voting Pilkades

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Puluhan Kepala Desa (Kades) tergabung dalam Paguyuban Desa Sleman Manikwoyo di Kabupaten Sleman berunjuk rasa di Pendopo Parasamya, Kantor Bupati Sleman, Kamis (1/8/2019).

Unjuk rasa dilakukan karena para Kades tersebut  keberatan dengan rencana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dengan e-Voting pada 2020.


Baca Lainnya :

Humas Manikwoyo, Tomon Haryo, di sela-sela unjuk rasa menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sleman terlalu prematur ketika memutuskan menerapkan sistem tersebut.

"Sistem tersebut terkesan dipaksakan pada Pilkades mendatang," kata Tomon.


Baca Lainnya :

Ketua Paguyuban Manikwoyo, Irawan,  mengkhawatirkan warga desa terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya saat pelaksanaan Pilkades mendatang.

Sebab ada potensi tidak semua warga bisa memahami penggunaan alat elektronik untuk proses e-Voting. Apalagi ini pertama kalinya bagi mereka.

"Belum lagi proses sosialisasi yang lama dan membutuhkan biaya tidak sedikit," jelas Irawan.

Lewat unjuk rasa tersebut, Paguyuban Manikwoyo menyampaikan sejumlah tuntutan.

Selain menolak dan membatalkan Raperda tentang e-Voting Pilkades, mereka juga meminta DPRD lebih cermat mengkaji isi Raperda.

Manikwoyo pun meminta Pemkab Sleman lebih komprehensif dan sinkron membuat kebijakan.

Kepala Desa Triharjo Sleman tersebut mengungkapkan studi banding sudah dilakukan ke beberapa daerah yang telah melaksanakan e-Voting.

Irawan mempertanyakan studi banding tersebut hanya dilakukan di daerah yang berhasil melaksanakan e-Voting.

Padahal ada beberapa daerah lain yang mengalami kegagalan.

"Ini tidak imbang, belum lagi biayanya sangat besar dan masyarakat tidak semua memahami teknologi," jelas Irawan.

Massa pengunjuk rasa direncanakan bertemu langsung Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta untuk audiensi dan penyampaian protes mereka.

Saat di Pendopo, mereka beraksi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Desaku yang Kucinta.

Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiharta, sempat bertemu langsung dengan perwakilan Manikwoyo.

Proses audiensi berlangsung sekitar kurang dari setengah jam.

"Tuntutan ini kami terima dahulu untuk dibahas nantinya di rapat panitia khusus (pansus)," kata Haris usai audiensi. (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini