atas1

Kepala Desa Unjuk Rasa Tolak e-Voting Pilkades

Kamis, 01 Agu 2019 | 16:50:29 WIB, Dilihat 599 Kali
Penulis : Nila Jalasutra
Redaktur

SHARE


Kepala Desa Unjuk Rasa Tolak e-Voting Pilkades Unjuk rasa para kades menolak diterapkannya sistem e-Voting pada Pilkades 2020, Kamis (1/8/2019). (nila jalasutra/koranbernas.id)

Baca Juga : Sociopreneur Camp 2019 Enam Hari di Yogyakarta


KORANBERNAS.ID -- Puluhan Kepala Desa (Kades) tergabung dalam Paguyuban Desa Sleman Manikwoyo di Kabupaten Sleman berunjuk rasa di Pendopo Parasamya, Kantor Bupati Sleman, Kamis (1/8/2019).

Unjuk rasa dilakukan karena para Kades tersebut  keberatan dengan rencana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dengan e-Voting pada 2020.

Humas Manikwoyo, Tomon Haryo, di sela-sela unjuk rasa menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sleman terlalu prematur ketika memutuskan menerapkan sistem tersebut.

"Sistem tersebut terkesan dipaksakan pada Pilkades mendatang," kata Tomon.

Ketua Paguyuban Manikwoyo, Irawan,  mengkhawatirkan warga desa terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya saat pelaksanaan Pilkades mendatang.

Sebab ada potensi tidak semua warga bisa memahami penggunaan alat elektronik untuk proses e-Voting. Apalagi ini pertama kalinya bagi mereka.

"Belum lagi proses sosialisasi yang lama dan membutuhkan biaya tidak sedikit," jelas Irawan.

Lewat unjuk rasa tersebut, Paguyuban Manikwoyo menyampaikan sejumlah tuntutan.

Selain menolak dan membatalkan Raperda tentang e-Voting Pilkades, mereka juga meminta DPRD lebih cermat mengkaji isi Raperda.

Manikwoyo pun meminta Pemkab Sleman lebih komprehensif dan sinkron membuat kebijakan.

Kepala Desa Triharjo Sleman tersebut mengungkapkan studi banding sudah dilakukan ke beberapa daerah yang telah melaksanakan e-Voting.

Irawan mempertanyakan studi banding tersebut hanya dilakukan di daerah yang berhasil melaksanakan e-Voting.

Padahal ada beberapa daerah lain yang mengalami kegagalan.

"Ini tidak imbang, belum lagi biayanya sangat besar dan masyarakat tidak semua memahami teknologi," jelas Irawan.

Massa pengunjuk rasa direncanakan bertemu langsung Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta untuk audiensi dan penyampaian protes mereka.

Saat di Pendopo, mereka beraksi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Desaku yang Kucinta.

Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiharta, sempat bertemu langsung dengan perwakilan Manikwoyo.

Proses audiensi berlangsung sekitar kurang dari setengah jam.

"Tuntutan ini kami terima dahulu untuk dibahas nantinya di rapat panitia khusus (pansus)," kata Haris usai audiensi. (sol)



Kamis, 01 Agu 2019, 16:50:29 WIB Oleh : Sholihul Hadi 536 View
Sociopreneur Camp 2019 Enam Hari di Yogyakarta
Kamis, 01 Agu 2019, 16:50:29 WIB Oleh : Sholihul Hadi 585 View
Kades Punya Peran Penting Cegah Terorisme
Rabu, 31 Jul 2019, 16:50:29 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 528 View
Mahasiswa Asal Bantul Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar

Tuliskan Komentar